Loading...

BUDIDAYA BUAH NAGA DI LAHAN SAWAH

BUDIDAYA BUAH NAGA DI LAHAN SAWAH
BUDIDAYA BUAH NAGA DI LAHAN SAWAH Budidaya buah naga sangat cocok dengan kondisi iklim Di kabupaten sinjai. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius. Pengembangan tanaman buah naga dapat dilakukan di dataran, lahan rawa lebak, lahan gambut dan lahan sawah. Pengembangan buah naga di lahan sawah bisa dilakukan dengan menerapkan teknologi yang benar, supaya tanaman dapat berbuah optimal. Jenis-jenis spesiaes buah naga yang banyak ditanam adalah: Hylocereus costaricensis kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan. Pemilihan Bibit Perbanyakan cara vegetatif relatif lebih banyak dipakai karena lebih mudah. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa dipastikan menurun pada anaknya. Siapkan bedengan atau polybag untuk menanam setek-setek tersebut yang telah diisi dengan media semai berupa campuran tanah:pasir:pupuk kandang perbandingan 1:1:1 Siram bedengan atau polybag yang telah diisi dengan media tanam. Kemudian tancapkan bagian yang runcing dari setek kedalam media tanam sedalam 5 cm. Berikan naungan atau sungkup untuk melindungi setek tersebut. Lakukan penyiraman sebanyak 2-3 hari sekali. Setelah 3 minggu, tunas pertama mulai tumbuh dan naungan atau sungkup harus dibuka agar bibit mendapatkan cahaya matahari penuh. Kebutuhan bibit untuk budidaya buah naga seluas satu hektar sekitar 1000 - 1500 bibit dengan jarak tanam 2,5 m x 2,5 m atau 3 m x 3 m. Pengolahan Lahan Pada penanaman buah naga di lahan sawah, maka untuk tempat penanamannya haru dibuat surjan atau tukungan supaya saat musim hujan tidak tergenang. Tukungan dibuat dengan menaikan dan mengumpulkan tanah dengan ukuran tinggi 80 cm dan diameter 1 m. Tanah dipadatkan supaya saat musim hujan tidak mudah longsor. Setelah tukungan siap kemudian di buat lubang tanam dengan ukuran 60 cm x 60 cm dan kedalaman 25 cm yang diisi pupuk kandang 5-10 kg, kapur 300 gr dan SP 36 50 gr dan biarkan selama satu minggu Pembuatan tiang panjat Setelah lahan tanam sudah siap , selanjutnya dipersiapkan tiang panjat. Dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat diperlukan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton atau dari kayu keras yang tahan lama. Bentuk tiangnya bisa pilar segi empat atau silinder dengan diameter sekitar 10-15 cm.Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5 meter. Tiang tersebut ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri. Di ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu atau besi membentuk ‘+’. Kemudian tambahkan besi berbentuk lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. Sehingga bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil. Penanaman Setelah tiang panjat disiapkan dan ditancapkan, kemudian bisa dilakukan penanaman. Bibit yang akan ditanam bisa 3-4 bibit, ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat denagan bibit tanaman sekitar 10 cm. Gali tanah sedalam 10-15 cm, kemudian bibit dari polibag dibuka dan dimasukan dalam lubang, kemudian ditimbun dan dipadatkan. Stelah bibit tertanam semua, selanjutnya dilakukan pengikatan ke tiang panjat menggunakan tali rafia, supaya akar yang tumbuh cepat menempel. Pengikatan dilakukan sampai bibit tumbuh mencapai ujung tiang panjat dan selanjutnya dilakukan pemangkasan supaya tanaman bercabang. Pemeliharaan Pemupukan Pemupukan susulan diberikan dapat diberikan 3 bulan sekali berupa pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 50 gr / tanaman pada tahun pertama, selanjutnya pada tahun kedua dan seterusnya dapat ditingkatkan menjadi 100-150 gr/tanaman serta pupuk KNo3 sebanyak 10 gr/tanaman. Pemberian pupuk organik diberikan setahun dua kali dengan dosis 10-20 kg/tanaman. Cara pemupukan dilakukan dengan cara ditaburkan mengelilingi tanaman atau dibuat lubang-lubang dan diisi pupukyang selanjutnya ditimbun kembali. Pemangkasan Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produkstif, yaitu pada cabang yang sudah berbuah 3-4 kali, dan juga terhadap cabang yang tumbuhnya tidak normal, seperti pendek dan tidak sehat. Hasil dari pemotongan cabang yang telah berbuah bisa dijadikan sumber bibit tanaman. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian Hama dan penyakit tanaman buah naga dilakukan untuk mencegah tanaman terkena serangan hama dan penyakit, yang biasanya akan cepat terjadi dan menimbulkan penurunan produksi dan kematian. Adapun gangguan hama yang menyerang tanaman buah naga yaitu : Antraknosa Tanaman buah naga yang menunjukkan gejala penyakit antraknosa ditandai dengan adanya becak cokelat kehitaman yang biasanya berbentuk bulat dan agak cekung yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Pengendalian jamur ini dapat dilakukan dengan musnahkan sumber penyakit dengan membuang buah yang sudah terserang dengan cara dibakar. Jika kemunculan penyakit ini sudah banyak di lahan, maka dapat dilakukan penyemprotan fungisida dengan bahan aktif azoksistrobin, propineb, dimetomorf, tembaga hidroksida, kaptan, metil tiofanat, klorotalonil, benomil, mankozeb, dan metalaksil. PPL Desa Bulutellue Kec.Bulupoddo Kabupaten sinjai JAMALUDDIN,SP NIP,19740422200701 1 013