Loading...

Budidaya Cabai Dilahan Gambut Tanpa Bakar

Budidaya Cabai Dilahan Gambut Tanpa Bakar

Cabai merupakan kebutuhan pokok harian dimana harga jual cabai perkilonya Rp. 100.000/ Kg, hal inilah menjadikan petani cabai meningkatkan omset pendapatan yang sesuai dengan hasil yang sudah dikerjakan oleh petani. Kunci utama keberhasilan dalam budidaya cabai di lahan gambut adalah dengan pengolahan lahan yang baik dan benar, khususnya dalam pembuatan bedengan dan tingkat keasaman tanah. Tahap awal cabai disemai menggunakan tari semaian cabe, kemudian dibuatkan bedengan. Dalam membuat bedengan sebaiknya dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 40 cm dan jarak antar bedeng 150 cm. 

Tinggi bedeng dibuat dengan ukuran tersebut untuk mempertimbangkan muka air tanah, agar permukaan bedengan berada di atas muka air tanah, sehingga akar cabai tidak mudah busuk. Dalam membuat bedengan, permukaan tanah pada bagian atas bedengan tidak perlu diolah. Lapisan tanah yang diolah adalah bagian tanah yang berada di samping bedengan dengan menaikkan bagian tanah tersebut ke atas bedengan sekitar 25 cm.  Setelah bedengan terbentuk, baru dihamparkan kapur atau dolomit untuk mengurangi kemasaman tanah dengan dosis 5 ton/ha. Setelah itu diberikan penambahan pupuk kandang sapi yang dihambur merata dengan dosis 30 ton/ha. Adapun panen cabai per batangnya bisa dihitung setengah kilo/ batangnya.

Tujuan memanfaatkan lahan gambut tanpa bakar yaitu mengurangi terjadi kebakaran dilahan gambut dan menyebabkan polusi bagi masyarakat. Mengelola lahan gambut tanpa bakar (PLTB) teknik ramah lingkungan yang melibatkan penggunaan metode seperti pembuatan asap cair, biochar (arang), dan kompos dan memanfaatkan sisa tanaman sebagai pupuk organik.