Loading...

BUDIDAYA IKAN DAN SAYURAN DALAM EMBER (BUDIKDAMBER)

BUDIDAYA IKAN DAN SAYURAN DALAM EMBER (BUDIKDAMBER)
PENDAHULUAN Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) termasuk ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Ikan air tawar ini sangat tepat dijadikan ikan budidaya rumah tangga, karena mudah dibudidayakan, mudah hidup diperairan yang sangat rendah kualitasnya, dan juga tidak tergantung dari satu jenis pakan. Selain itu ikan lele juga dikenal dengan cita rasa dagingnya yang gurih dan lezat. Produksi ikan lele pada tahun 2012 sebesar 441.217 ton, pada tahun 2013 sebesar 543.774 ton, pada tahun 2014 sebesar 679.379 ton, kemudian terus meningkat pada tahun 2015 sebesar 719.619 ton, selanjutnya pada tahun 2016 sebesar 764.797 ton dan pada tahun 2019 permintaan ikan lele sudah mencapai 1.779.900 ton . Metode perikanan yang dikembangkan saat ini salah satunya adalah metode cocok tanam dengan sistem akuaponik. Sistem ini merupakan kombinasi antara akuakultur dengan hidroponik yang menghasilkan simbiosis mutualisme atau saling menguntungkan. Sistem Akuaponik juga banyak dikembangkan dengan sistem deep water culture atau yang biasa dikenal dengan sebutan budidaya tanpa menggunakan pompa air dan aerator. Akuaponik budikdamber yang saat ini banyak adalah budidaya ikan lele dumbo dengan tanaman kangkung, karena perawatannya yang mudah serta tananman kangkung juga mampu menyerap kadar amoniak dan berfungsi sebagai filter air dan sangat efektif dalam penyerapan unsur hara yang berada didalam air. Keuntungan dari budidaya ikan dalam ember antara lain: Hemat energy, karena tidak memerlukan aliran listrik seperti yang dilakukan pada budidaya hidroponik/aquaponik dan Tidak perlu suplai oksigen maupun sirkulasi air kolam. Sederhana, murah dan tergolong mudah dalam pembuatannya. Hemat tempat. 1 ember bisa menampung 80 ekor lele. Dibanding kolam atau keramba. Hemat waktu dalam pemeliharaan ( saat menguras air, pemanenan tanaman dan ikan, cukup membuang air dalam ember, ikan bisa dipanen dan kangkung tinggal potong. Alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat budikdamber sebagai berikut : Ember ukuran 80 L atau bisa lebih kecil ukuran 15 L Benih ikan lele/ikan nila yang tahan terhadap kualitas air. Benih kankung/benih sayuran dataran rendah. Gelas plastic ukuran 250 ml Arang batok kelapa atau arang kayu. Kawat yang agak lentur untuk mengaitkan gelas pada ember Tang Solder Cara pembuatan budikdamper : Sediakan gelas untuk tempat bibit kangkung sebanyak 10-15 buah, lubangi dengan solder pada bagian samping dan bawah gelas. Untuk benih kangkung (ukuran bijinya besar) bisa ditaruh pada arang yang telah dihaluskan, lalu tutup dengan arang lagi. Jika ukuran benihnya kecil, bisa ditaruh dalam kapas, lalu tutup dengan arang yang telah dihaluskan. Jika ingin menanam kangkung yang sudah disemai terlebih dahulu, kangkung di masukan dengan akarnya dengan ukuran bibit kangkung sebesar kurang lebih 10 cm. Isikan arang batok kelapa sebanyak 50-80 % ukuran gelas. Potong kawat sepanjang 12 cm dan buat kait untuk pegangan gelas dalam ember. Isi ember dengan air sebanyak 60 liter diamkan selama dua hari. Isi ember dengan bibit ikan lele ukuran 5-12 cm(semakin besar semakin baik) sebanyak 60-100 ekor diamkan selama 1-2 hari. Setelah itu rangkai gelas kangkung dalam ember Pemeliharaan Budikdamber: letakkan ember di tempat terkena matahari maksimal. Berikan pakan kepada ikan sesuai ukuran sekenyangnya bisa 2-3 kali dengan waktu tetap.(5-7cm pakan pf800,10cm pf1000, >12cm 781-2,781-1, 781). Perhatikan keadaan ember, ikan dan tanaman. Amati nafsu makan ikan setiap hari. Apabila nafsu makan ikan menurun, air berbau busuk (NH3, H2S), ikan menggantung (kepala di atas, ekor ke bawah) segera ganti air atau lakukan sipon (Penyedotan kotoran di dasar ember dengan selang). Tanaman kangkung akan terlihat tumbuh di hari ke-3. Perhatikan bila ada kutu di daun kangkung, segera buang daun atau batang karena kangkung akan kriting dan mati. Penampakan air akan berubah menjadi warna hijau. Saat pemberian pakan, saat itu pula tanaman kangkung perlu dilakukan penyiraman. Baiknya diberikan saat pagi dan sore hari. Penyiraman kangkung menggunakan air yang berasal dari ember. Ganti air biasanya 10-14 hari sekali. Untuk penyedotan 5-8 liter, bisa lebih atau keseluruhan bila perlu, ganti dengan air bersih. Setelah kangkung membesar dibutuhkan air lebih banyak, tambahkan air setinggi leher ember. Hal ini dilakukan agar air menyentuh akar kangkung. Panen: Waktu panen tanaman kangkung pertama adalah 14-21 hari sejak tanam, saat panen sisakan kembali bagian bawah atau tunas kangkung untuk pertumbuhan kembali. Panen ke-2 dan selanjutnya berjarak 10-14 hari sekali. Panen kangkung bisa bertahan 4 bulan. Panen ikan lele dapat dilakukan dalam 2 bulan, bila benih bagus dan pakan baik. Perlu diketahui tingkat bertahan hidup (survival) ikan lele 40-100%. Cara memanen ikan lele dilakukan dengan diserok atau dikuras airnya. Sumber: Politeknik Negeri Lampung Penyusun: Nasriati