Disusun Oleh : Agung Lili Saputra,SST* Pendahuluan Produksi jagung di Kabupaten Serang mengalami pertumbuhan yang cukup positif. Keadaan ini disebabkan luas tanam yang terus bertambah diiringin dengan penggunaan input produksi yang semakin baik. Merubah pola pikir dan kebiasaan petani untuk membudidayakan jagung tidak mudah. Perlu proses panjang untuk meyakinkan bahwa komoditi ini memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan. Pengalaman – pengalaman petani tentang sulitnya penjualan jagung terdahulu dikkarenakan minimnya informasi tentang pusat-pusat penjualan jagung hibrida pipilan. Namun saat ini kondisi tersebut sudah dapat diatasi . Kondisi petani jagung yang ada di Kabupaten Serang cukup beragam, mulai dari yang sudah ahli hingga yang masih dalam tahap belajar. Bagi yang sudah memiliki keahlian didampingi melalui upaya perbaikan mutu dan kualitas hasil panen, sedangkan yang masih belajar dilakukan pendampingan teknologi budidaya salah satunya dengan melaksanakan kegiatan percontohan berupa Demonstrasi Farm ( Demfarm) untuk menuju peningkatan produksi dan kontinuitasnya. Demfarm dilakukan di lahan petani dengan skala luasan 10 ha yang didukung oleh input produksi seperti benih unggul, pupuk, dan pestisida. Dari kegiatan demfarm tersebut diharapkan petani dapat melaksanakan budidaya sesuai SOP, merencanakan kegiatan, dan peningkatan produktivitas, sehingga kemampuan petani meningkat dari yang sebelumnya tidak/belum tahu menjadi tahu dan mampu untuk terus membudidayakan jagung hibrida secara mandiri. Pelaksanaan Pelaksanaan awal di mulai dengan menyusun rencana kegiatan budidaya jagung melalui metode demfarm. Lokasi penanaman umumnya adalah lahan kering berupa sawah tadah hujan, tegalan, maupun kebun. Untuk itu perlu dilakukan jadwal tanam dengan melihat kapan musim hujan akan datang di lokasi penanaman. Umumnya di Kabupaten Serang jadwal penanaman di mulai pada bulan Oktober hingga April tahun berikutnya. Jika masih memungkinkan kondisi air pada bulan Mei masih dapat dilakukan penanaman. Persiapan lahan dengan penyemprotan herbisida ( pembasmi rumput/gulma) sangat efektif dilakuan sebelum musim hujan datang. Namun untuk daerah penanaman berbukit perlu lebih selektif memilih herbisida yaitu cukup yang cara kerjanya bersifat kontak dan tidak dilakukan pengolahan tanah secara sempurna. Rumput-rumput setelah dibersihkan kemudian dibakar selain untuk membasmi telur serangga/hama juga untuk membantu kesuburan tanah. Pengolahan tanah bagi lahan-lahan datar untuk memperbaiki aerase dan drainase lingkungan tanah sehingga tanah menjadi gembur untuk membantu pertumbuhan tanaman jagung khusunya kerja akar tanaman dalam menyerap unsur hara. Tanah dibajak dan atau dicangkul sedalam 20 cm kemudian dihancurkan menggunakan mesin rotary. Pemberiaan pupuk organik sebagai pupuk dasar dilakukan bersamaan saat pengolahan tanah. Kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan 1 ha kurang lebih 2.000 Kg yang diberikan dengan cara di sebar ke lahan. Petani dapat membeli pupuk ini atau membuat sendiri dari limbah tanaman dan kotoran hewan ditambah bakteri pengurai. Kesiapan penanaman hanya perlu menunggu waktu hujan datang dan ketersediaan air untuk penyiraman. Biji jagung ditanam dengan jarak 70x25 cm dan 70x20 cm untuk 1 biji perlubang dan 80x25 cm 2 biji per lubang. Untuk penanaman jagung langsung setelah panen jarak tanam bisa dibuat 100x15 cm 1 biji per lubang. Penanaman konvensional umumnya menggunakan tugal, tentu saja membutuhkan waktu jika lahan terlalu luas. Bantuan Alat Tanam Jagung dan Kedele dapat mempercepat penanaman dan tidak membutuhkan banyak tenaga kerja. Meskipun telah diberikan pupuk dasar bukan berarti tanaman jagung tidak perlu di pupuk kembali. Petani harus melakukan pemupukan susulan sebanyak dua kali. Pemupukan susulan pertama dilakukan saat tanaman berumur 14 hari sedangkan pemupukan kedua dilakukan saat tanaman berumur 35 hari setelah tanam. Jenis pupuk susulan yaitu pupuk anorganik yang terdiri dari UREA, SP36 dan NPK. Kebutuhan pupuk anorganik untuk jagung yaitu 250 Kg UREA/ha ; 150 Kg SP36/ha; 300 Kg NPK/ha. Tanaman jagung yang tumbuh baik akan menghasilkan buah atau tongkol jagung yang baik pula. Kondisi tanaman yang sehat tentu perlu di jaga dari serangan hama dan penyakit. Penyakit yang umum menyerang jagung dan sangat dikhawatirkan petani adalah bulai. Ciri umum dari penyakit ini adalah munculnya butiran putih pada daun jagung yang merupakan spora cendawan dari penyakit tersebut. Jamur yang menyebabkan penyakit ini adalah Peronosclerospora maydis, P. phillipinensis dan P. sorghi. Saat ini hanya dengan menggunakan benih yang tahan penyakit bulai petani dapat terhidar dari serangannya. Sedangkan hama pada tanaman jagung yang perlu mendapat perhatiaan adalah ulat tentara jenis baru atau disebut juga Fall Army Worm yang dalam bahasa penelitian disebut Spodoptera Frugiperda. Serangan hama ini dapat mengakibatkan kerugian hingga 100%. Ciri ulat ini adanya garis mirip huruf Y pada bagian kepalanya dan terdapat empat titik membentuk bujur sangkar pada bagian belakangnya. Serangan ulat ini dapat dikendalikan dengan Insektisida berbahan aktif emamectine. Dosis penggunaan bahan aktif adalah 1 ml/l air dan efektif disemprotkan menjelang sore hari Umur panen jagung berkisar antara 100 hingga 110 hari setelah tanam dengan ciri batang, daun, dan kulit tongkol jagung sudah kuning dan mengering. Panen dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin panen jagung tipe Combine ( pemotong, pengupas, pemipil). Tongkol jagung yang sudah kering dipipil kemudian di jemur. Kendala pasca panen di musim penghujan adalah serangan aflaktoksin akibat pengeringan tidak optimal. Soluasinya adalah pengeringan menggunakan mesin Vertical Drayer. Selain menghemat biaya juga waktu dan kualitas biji jagung terjaga dari aflaktoksin. Melalui kegiatan Demonstrasi Farm (Demfarm) seluas 10 ha, petani pelaksana yang tergabung dalam kelompoktani dapat meningkat kemampuan budidaya dan meningkat pendapatannya. Hal ini dikarenakan kegiatan dilakukan secara serempak sehingga beban biaya tenaga kerja lebih ringan. Fasilitasi pemerintah lebih optimal selain tepat sasaran kebutuhan input produksi dapat di salurkan lebih mudah dan kerjasama pemasaran dengan pembeli lebih transparan.