Loading...

BUDIDAYA JAGUNG (TANAM SISIP)

BUDIDAYA JAGUNG  (TANAM SISIP)

BUDIDAYA JAGUNG  (TANAM SISIP)

 

 

Perluasan areal tanam untuk meningkatkan produksi jagung dapat ditingkatkan melalui peningkatan indeks pertanaman jagung sudah mulai diterapkan petani, namun baru mencapai 1-2 kali tanam (IP 100-200) pada lahan sawah setelah panen padi maupun pada lahan kering/tegalan. Untuk lebih meningkatkan produksi jagung per satuan waktu maka dilakukan dengan cara penerpan teknologi peningkatan indeks pertanaman (IP 300-400) pada lahan kering.

Penerapan produksi jagung melalui IP 300-400 atau tiga- empat kali tanam pertahun (365 hari) dapat diupayakan dengan cara tanam sisip (relay planting) sebelum panen pertanaman pertama. Varietas jagung yang dapat ditanam dari jenis komposit atau hibrida yang berumur sekitar 100 hari.

 

Tujuan dari budidaya jagung tanam sisip yaitu

1.       untuk meningkatkan produktivitas lahan potensial dengan tanaman jagung.

2.       Produksi jagung kumulatif meningkat persatuan luas lahan per satuan waktu (setahun)

3.       Brangkasan tanaman dapat dimanfaatkan sebagai mulsa dan pakan ternak

4.       Pengendalian gulma semakin ringan

5.       Penguapan lengas tanah dapat ditekan.

 

Persyaratan yang perlu dipenuhi :

a.       Lokasi yang digunakan tersedia cukup air saat diperlukan, terutama musim kemarau.

b.       Lahan bebas genangan air saat musim hujan

c.       Tenaga kerja cukup tersedia setiap saat

d.       Umur Varietas yang ditanam tidak lebih dari 100 hari.

 

Cara Budi Daya Jagung Tanam Sisip

1. Cara Penanaman I (Awal Musim Hujan)

a.   Yang terpenting kita harus mencatat tanggal tanam dan tanggal perkiraan panen sesuai umur varietas berdasrkan deskripsinya.

b.   Pengolahan tanah secepatnya dilakukan setelah hujan turun dengan pertimbangan kondisi lengas tanah (kelembaban tanah atau air yang terikat secara adsorbtif pada permukaan butir butir tanah) yang sesuai untuk pengolahan tanah atau dilakukan sebelum hujan turun. Tanah diolah secara sempurna dengan traktor atau cangkul,

c.   Penanaman. Buat lubang tanam dengan tugal, jarak tanam legowo (100-50)cm x 20 cm yaitu pertanaman jarak sempit (50 cm) untuk setiap baris tanaman dan diikuti dengan jarak tanam lebar (100 cm) untuk barisan tanaman berikutnya, untuk jarak tanam dalam barisan 20 cm. Pengaturan tanam jajar legowo dimaksudkan untuk memudahkan penanaman cara sisip untuk pertanaman kedua, selain itu cara ini juga memudahkan pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida.

 

 

 

50 Cm

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

100 cm

 

 

 

 

 

 

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

X      X              

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                   Gambar 1. Jarak Tanam Jajar legowo (100-50)x20 cm

 

d.   Benih ditanam dalam lubang 1 biji per lubang dan tutup benih dengan pupuk organik satu genggam (25-30 gram) per lubang benih, setara dengan 3 ton/ha. Populasi tanaman sama dengan jarak tanam biasa (20x75 cm satu tanam perlubang dengan populasi sekitar 66.666 tanaman /ha)

e.   Pemupukan. Pemupukan berdasarkan tabel  1 dan tabel 2 dibawah ini. Pengaplikasian pupuk, pupuk dimasukan dalam lubang dibuat ± 5-10 cm di samping tanaman dan pupuk di tutup tanah.

f.  Penyiangan dan pembumbunan. Penyiangan dilakukan  dilakukan saat 2-3 minggu setelah tanam, dengan menggunakan alat penyiangan atau secara manual. Bisa dilakukan dengan menggunakan herbisida berbahan aktif parakuat (1,0-2,0 l/ha tergantung kondisi gulma), namun dalam aplikasinya harus menggunakan alat pelindnung/penyungkup yang ditempatkan di ujung nozzle untuk melindungi tanaman dari percikan herbisida. Posisi ujung nozzle harus sedekat mungkin dengan permukaan tanah. Penyemprotan hendaknya dilakukan pada waktu pagi hari setelah titik embun pada daun tanaman mengering dan hembusan angin belum terlalu kencang. Penyiangan kedua, pada umur 35-40 HST dengan cangkul atau dapat menggunakan herbisida berbahan aktif parakuat.

 

Tabel 1. Dosis dan waktu pemupukan  anorganik pada tanaman jagung menggunakan pupuk tunggal

Jenis Pupuk

Dosis 2) pupuk (Kg/Ha)

Dosis Pupuk

7-10 hst

28-30 hst

40-45 hst

Urea

300-350

25 %

50 %

25 % (BWD)

Za 1)

50-100

100 %

-

-

SP-36

100-200

100 %

-

-

KCl

50-200

50 %

50%

-

          Sumber : Kementrian Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Bududaya Serealia 2013

 

1)   Hanya diberikan jika hasil analisis tanah kekurangan unsur sulfur (S)

2)   Dosis dapat berubah disesuaikan dengan hasil analisis tanah sebelum tanam atau rekomendasi setempat.

 

Tabel 2. Dosis dan waktu pemupukan pada tanaman jagung

Jenis Pupuk

Dosis 2) pupuk (Kg/Ha)

Dosis Pupuk

0 hst

15-20 hst

30-35 hst

Organik

500

500

-

-

Phonska

300

150

150

-

Urea

300

75

75

150

          Sumber : Petrokimia Gresik, 2014

 

g. Penyiangan dan pembumbunan. Penyiangan dilakukan  dilakukan saat 2-3 minggu setelah tanam, dengan menggunakan alat penyiangan atau secara manual. Bisa dilakukan dengan menggunakan herbisida berbahan aktif parakuat (1,0-2,0 l/ha tergantung kondisi gulma), namun dalam aplikasinya harus menggunakan alat pelindnung/penyungkup yang ditempatkan di ujung nozzle untuk melindungi tanaman dari percikan herbisida. Posisi ujung nozzle harus sedekat mungkin dengan permukaan tanah. Penyemprotan hendaknya dilakukan pada waktu pagi hari setelah titik embun pada daun tanaman mengering dan hembusan angin belum terlalu kencang. Penyiangan kedua, pada umur 35-40 HST dengan cangkul atau dapat menggunakan herbisida berbahan aktif parakuat.

h.   Saat 45 HST dilakukan pemantauan dengan bagan warna daun untuk mengetahui kecukupan nitrogen dalam tanaman.

i.  Bersihkan daun dibawah tongkol jika tongkol telah berisi dan daun dapat dimanfaatkan untuk pakan

j.  Saat 2 minggu sebelum panen, tanam benih untuk pertanaman II diantara tanaman yang ada dalam baris

k. Potong/pangkas batang diatas tongkol jika tongkol sudah mulai berwarna coklat/mengering. Hasil pangkasan dapat dimanfaatkan untuk pakan

l.  Panen tongkol jika klobot sudah kering dan pangkal biji telah bertanda hitam (black layer) jika dipipil. Sisa batang tanaman dapat digunakan sebagai mulsa diantara baris tanaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2 . Gara tanam sisip 15 hari sebelum pertanaman pertama dipanen

 

2. Pertanaman II

a. Saat 2 minggu sebelum panen pertanaman I, tanam benih untuk pertanaman II diantara tanaman yang ada dalam baris tanpa olah tanah

b. Catat tanggal tanam dan tanggal perkiraan panen sesuai umur varietas berdasarkan deskripsinya

c. Pemupukan, penyiangan, pengbumbunan, pemeliharaan dan panen serta kegiatan lainnya sama dengan urutan kegiatan pada pertanaman I.

d. Jika pertanaman menunjukan gejala kekurangan air, berikan air dengan menggunakan pompa didistribusikan melalui alur diantara baris tanaman yang jaraknya 50 cm sehingga sekali pemberian melalui satu alur, dua baris tanaman memdapat penyiraman. Pemberian air dengan sistem alur dapat menghemat air.

 

3. Pertanaman III

a. Saat 2 minggu sebelum panen pertanaman II, tanam benih untuk pertanaman III diantara tanaman yang ada dalam baris tanpa olah tanah

b. Catat tanggal tanam dan tanggal perkiraan panen sesuai umur varietas berdasarkan deskripsinya

c. Pemupukan, penyiangan, pengbumbunan, pemeliharaan dan panen serta kegiatan lainnya sama dengan urutan kegiatan pada pertanaman I.

d. Pada pertanaman III biasanya tanaman mulai memerlukan banyak air. Cara pendistribusian air sama dengan pertanaman II.

 

4. Pertanaman IV

a. Saat 2 minggu sebelum panen pertanaman III, tanam benih untuk pertanaman IV diantara tanaman yang ada dalam baris tanpa olah tanah

b. Catat tanggal tanam dan tanggal perkiraan panen sesuai umur varietas berdasarkan deskripsinya

c. Pemupukan, penyiangan, pengbumbunan, pemeliharaan dan panen serta kegiatan lainnya sama dengan urutan kegiatan pada pertanaman I.

e. Kebutuhan air dipenuhi dengan cara sama dengan pertanaman II.

 

Penulis : Fitria Nurlaela, SP (Penyuluh Pertanian Muda). PPL di BPP Cikelet, Kecamatan Cikelet, Dinas Pertanian Kabupaten Garut.

Sumber :

 

Badan Litbang Pertanian. Departemen Pertanian. 2008. Panduan Umum PTT Jagung. Departemen Pertanian, Jakarta.

 

BPTP Jabar. 2009. Petunjuk Teknis Pengelolaan Tanaman Dan Sumberdaya Terpadu (PTT) Jagung. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, Lembang.

 

BPTP Jabar. 2016. Petunjuk Teknis Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Jagung. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, Lembang.

 

Kementrian Pertanian. 2013. Teknologi Budidaya Jagung. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Budidaya Serealia.  Jakarta.

 

Fadhly, A.F dan Fahdiana ,T.  2007.  Pengendalian Gulma pada pertanaman Jagung dalam  Jagung Tehnik Produksi dan Pengembangan.    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan .  Bogor.