Loading...

BUDIDAYA JAMBU BIJI KRISTAL(Persyaratan Tumbuh, Persiapan Benih/Bibit)

BUDIDAYA JAMBU BIJI  KRISTAL(Persyaratan Tumbuh, Persiapan Benih/Bibit)
1. Persyaratan Tumbuh a. Tanaman jambu biji kristal merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yang diperlukan berkisar antara 1.000 - 2.000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. b Jambu biji kristal dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen, bahan organik atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir. c. Derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya, yaitu antara 4,5-8,2 dan bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. d. Jambu biji kristal dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 5-1200 mdpl. Tanaman jambu biji kristal dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28°C di siang hari. 2. Persiapan lahan Persiapan lahan merupakan rangkaian kegiatan penyiapan lahan sebagai media tempat tumbuh tanaman agar mendapat pertumbuhan optimal bagi tanaman. Tahapan pelaksanaan kegiatan persiapan lahan adalah sebagai berikut: a. Lakukan pemetaan dan pengukuran luas kebun; b. Kaplingkan setiap blok lokasi kebun; c. Tentukan lokasi pengairan/irigasi, bak penampung air, jalan masuk dan keluar kebun, tempat pengumpula buah/hasil panen; d. Tebang pohon besar dan kecil serta lakukan pencabutan akar tanaman yang masih tersisa; e. Bersihkan lahan dari sampah dari sisa-sisa tanaman; f. Buat teras bila kemiringan lahan > 30 %; g. Buat bedengan dengan lebar 6 m, panjang sesuai dengan kebutuhan, tinggi bedengan sekitar 30 cm; h. Tetapkan jarak antar bedengan 1 m; i. Ratakan tanah bagian atas bedengan guna menopang bibit yang akan ditanam; j. Tetapkan titik-titik calon lubang tanam dengan jarak antar lubang 6 meter x 6 meter; k. Buat lubang tanam dengan ukuran 80 cm x 80 cm x 80 cm; l. Letakkan lapisan atas tanah secara terpisah dengan lapisan tanah yang berada di bagian bawahnya; m. Masukkan pupuk kandang : 5-10 kg, dan Furadan sebanyak 10 gr per lubang tanam; n. Lubang tanam dibiarkan terbuka selama kurang lebih 2 (dua) minggu sebelum penanaman dilaksanakan. 3. Persiapan Benih/Bibit Persiapan benih (bibit) merupakan rangkaian kegiatan menyediakan benih/bibit bermutu yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian sebagai varietas unggul bebas hama penyakit serta dalam jumlah yang cukup dan pada waktu yang tepat. Tahapan pelaksanaan kegiatan persiapan benih/bibit adalah sebagai berikut: a. Hitung benih/bibit disesuaikan dengan kebutuhan/luas lahan di tambah 10 % cadangan untuk penyulaman. b. Benih/bibit yang digunakan berlabel (biru - merah Jambu) dan dari klon yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian dengan spesifikasi sebagai berikut: - Bibit berasal dari cangkokan yang jelas sumber induknya; - Tinggi benih/bibit 30 - 40 cm dan di ameter 1-1,5 cm; - Warna batang hijau tua kecoklatan, bentuk batang lurus dan tidak bercabang; - Warna daun hijau mengkilat dan telah membentuk 3 flush; - Benih/bibit bebas dari serangan hama dan penyakit; - Benih harus berasal dari penangkar benih yang terdatar dan berlabel, berasal dari pohon induk yang di determinasi; - Lakukan pengecekan akar dengan melihat media yang digunakan dengan cara membuka media cangkok menggunakan gunting dan pisau; - Pilih bibit yang perakarannya banyak dan sudah berwarna coklat (tua). Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian