1. Pemangkasan Pemeliharaan Pemangkasan bentuk merupakan rangkaian kegiatan memotong cabang dan ranting tanaman yang tidak produktif/kering/mati, tunas air dan terserang OPT dan mempertahankan bentuk arsitektur tanaman yang telah dibuat. Tahapan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan adalah sebagai berikut : a. Sterilkan gunting pangkas dengan kapas/kain lap yang telah dibasahi alkohol b. Lakukan pemotongan tunas cabang dan ranting yang dinilai merugikan seperti: - Tunas liar dan tunas air (cabang gatal) - Cabang atau ranting yang telah mati - Ranting bekas tumbuh buah - Tunas batang bawah cabang/ranting yang terserang hama/penyakit c. Olesi dengan pasta (fungisida) pada bagian yang luka bekas potongan agar tidak terserang OPT d. Potongan tunas air harus rata dengan batang/cabang e. Kumpulkan tunas ranting dan cabang hasil pangkasan 2. Penjarangan Buah Penjaranngan buah merupakan rangkaian kegiatan mengurangi jumlah buah permalai, dengan membuang buah yang dianggap tidak baik untuk dipelihara, sisakan 2-3 buah per tangkai. Tahapan pelaksanaan kegiatan penjarangan buah adalah sebagai berikut : a. Lakukan penjarangan buah pada saat buah berukuran sebesar bola pingpong. b. Pilih buah yang akan dibuang (ukuran kecil,tidak sehat,abnormal) dalam satu tangkai c. Buang buah yang tidak baik (ukuran kecil,tidak sehat,abnormal) dengan meng-gunakan gunting buah. d. Pelihara buah yang mempunyai bentuk buah baik dan bebas dari hama penyakit dengan menyisakan 2-3 buah per tangkai. 3. Pembungkusan Buah Pembungkusan buah merupakan rangkaian kegiatan pembungkusan buah agar tidak terganggu oleh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Tahapan pelaksanaan kegiatan pembungkusan buah adalah sebagai berikut : a. Persiapkan peralatan yang diperlukan untuk membungkus buah; b. Bungkus buah yang sudah berumur 50 - 60 hari setelah bunga jadi buah dan bersamaan setelah penjarangan buah; c. Rekatkan kertas dengan staples dengan bagian bawah tetap berlubang dan masukan kantong plastik lalu diikat bagian atasnya; d. Jumlah buah per bungkus satu buah. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian