Loading...

Budidaya Jamur dari Janggel Jagung

Budidaya Jamur dari Janggel Jagung
Janggel merupakan limbah dari jagung yang biasanya langsung dibuang setelah diambil jagungnya. Padahal dari janggel jagung tersebut sebenarnya bila kita kreatif bias dimanfaatkan jangle tersebut menjadi suatu yang berguna. Di salah satu pelosok desa di Kecamatan Balen Bojonegoro telah berhasil mencoba memanfaatkan janggel tersebut menjadi media budidaya jamur. Beliau adalah kategori petani muda yang bernama Luqman. Dari hasil uraian yang dijabarkan, jamur yang dihasilkan dari janggel itu aman dikonsumsi.Pengembangan budidaya jamur dengan media janggel ini lebih simpel dibanding Jamur Tiram, Jamur Merang, Jamur Kuping dan sebagainya. Pembuatannya sangat mudah dan keiistimewaannya tidak perlu menggunakan benih jamur, bahkan budidayanya menggunakan benih alami yang tumbuh pada janggel jagung tersebut.Proses budidayanya sangat mudah tidak ada sistem penguapan seperti yang dilakukan pada pembuatan jamur tiram, hanya perlu penyiraman secara teratur agar suhu yang dihasilkan selalu stabil dan bisa menghasilkan bibit jamur yang berkualitas.Adapun alat dan bahan yang diperlukan sebagai berikut :1. Janggel jagung 2. Ragi 7 butir3. Beatul 5 kg4. Urea 1kg5. Karung goni6. Terpal plastic7. PapanUntuk menumpuk jangle jagung dibuat kotak papan dengan ukuran 5m x 1m, kotak diisi rata setinggi 15cm, sebelum dilakukan penumpukan dialasi karung goni untuk menjaga kelembapan, karena jamur merupakan jenis tanaman yang menyukai lokasi lembab dan panas. Campurkan bahan-bahan yang telah disiapkan tadi, yaitu ragi, bekatul, dan urea dicampur/diaduk secara merata, setelah semua tercampur dipisah menjadi dua bagian. Taburkan sebagian campuran tadi kedalam tumpukan janggel yang sudah ditempatkan pada kotak secara merata lalu buat tumpukan lagi diatasnya setinggi 15cm kemudian sisa campuran bahan yang tinggal sebagian ditaburkan diatasnya sampai habis. Kemudian lakukan penyiraman dengan air bersih sampai basah, lalu tutup dengan terpal.Untuk menunggu sampai jamur muncul harus selalu dijaga kelembapannya dengan menyiram setiap hari. Lokasi pembibitan disarankan tidak diatas lantai atau keramik. Jamur ini bias dipanen setiap hari setelah berumur dua minggu. Mudah bukan..?? Selamat Mencoba (Sriani_PPL Kabupaten Bojonegoro)