Tanaman kacang - kacangan memiliki manfaat yang sangat besar untuk kesehatan terutama dalam pemenuhan nutrisi. Setelah sebelumnya kami memberikan cara budidaya kacang tanah dan kacang panjang, kali ini Kutanam akan memberikan panduan lengkap bagaimana cara menanam kacang hijau. Kacang hijau memiliki pasar yang sangat menjanjikan, karena dengan harga yang sangat terjangkau kacang hijau memiliki kandungan nutrisi termasuk protein nabati yang sangat tinggi. Sebelum masuk ke dalam inti bagaimana cara menanam kacang hijau, terlebih dahulu Anda harus mengetahui apa saja syarat tumbuh kacang hijau supaya Anda juga bisa mendapatkan hasil panen yang optimal.Kacang hijau dapat tumbuh di dataran rendah sekitar 500 meter diatas permukaan laut. Kacang hijau dapat tumbuh dengan baik di negara tropis. PH yang dibutuhkan kacang hijau supaya dapat tumbuh adalah 5-6. Apabila tanah bersifat asam dengan PH dibawah 5, Anda bisa melakukan pengapuran dengan menggunakan dolomit dengan takaran 1 ton untuk 1 hektar lahan. Proses ini sebaiknya dilakukan 1 bulan sebelum masa tanam. Tanaman kacang hijau menyukai tanah yang gembur dan kaya unsur hara di dalam tanah. Anda bisa juga menggunakan lahan bekas sawah, jadi setelah Anda panen pagi, Anda bisa menggunakan lahan bekas persawahan untuk menanam kacang hijau. BENIH Penggunaan benih kacang hijau bermutu merupakan kunci utama keberhasilan budidaya kacang hijau. Benih bermutu tinggi akan menghasilkan tanaman yang seragam dengan populasi optimal. Sifat-sifat benih kacang hijau yang bermutu tinggi adalah sebagai berikut : Mempunyai daya kecambah tinggi yaitu 80% Mempunyai vigor yang baik atau benih tumbuh serentak, cepat dan sehat Murni, bersih, sehat, bernas, tidak keriput, atau luka bekas serangga Benih baru Penggunaan benih bermutu juga dapat mengurangi resiko serangan hama dan penyakit. PENGOLAHAN TANAH Tanaman kacang hijau sangat peka terhadap kandungan air sehingga harus memperhatikan daerah tanam dan macam lahan yang ditanam. Pengolahan tanah dapat dilakukan tergantung tipe lahan, kandungan air tanah. Lahan tanah bekas tanaman padi tidak perlu melakukan pengolahan tanah. Apabila diperlukan pengolahan tanah maka langkah-langkahnya sebagai berikut : tanah dibajak, digaru dan diratakan kemudian sisa-sisa gulma dibenamkan. Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 meter. Tanah dikeringanginkan selama tiga minggu baru ditanami PENANAMAN Cara penanaman kacang hijau dapat dilakukan dengan : tugal, bajak, tanam sebar dan tanam dengan mesin penanam. Apabila menggunakan tugal maka buat lubang tugal sedalam 5 cm dan masukkan 2-3 benih per lubang. Jarak tanam antar tugalan berukuran 30×20 cm, 25×25 cm atau 20×20 cm. Kedalamannya 2-4 cm agar dapat cepat berkecambah dan tanaman dapat tumbuh kokoh. Tutup benih dengan tanah gembur dan tanpa dipadatkan. Waktu tanam yang baik adalah akhir musim hujan. PEMUPUKAN Pada lahan sawah bekas tanaman padi tidak perlu dilakukan pemupukan Pada lahan kering diperlukan pemupukan dengan NPK/ pupuk kimia Pupuk kimia diberikan pada umur 10 – 14 HST, dengan cara menugal disamping tanaman, dosis pupuk kimia per hektar : Urea 50 – 75 kg, KCL : 50 kg dan SP 36 : 60 kg. Penambahan pupuk organik seperti pupuk kompos, pupuk kendang dapat meningkatkan kapasitas menahan air didalam tanah. PENGAIRAN Tanaman kacang hijau relative tahan kering, namun tetap memerlukan pengairan terutama pada priode kritis yaitu pada faseperkecambahan menjelang berbunga dan pembentukan polong. PENYIANGAN Penyiangan dilakukan seawall mungkin, karena kacang hijau tidak tahan bersaing dengan gulma. Penyiangan dilakukan 2 kali pada umur 2 dan 4 minggu. PANEN DAN PASCA PANEN Panen ditandai dengan 80 % polong berwarna coklat/hitam. Polong dipetik setelah polong kuning dibijikan secara manual atau thresher. Biji segera dihamparkan hingga kadar air 10 % ( ditandai apabila biji digigit akan berbunyi) Jika menggunakan thresher harus dilakukan dengan hati-hati. Ricky Feryadi ( Penyuluh Pertanian Pusat )