Loading...

Budidaya Kacang Tanah

Budidaya Kacang Tanah
BUDIDAYA KACANG TANAH Penyiapan Lahan Tanah dibajak atau di cangkul sedalam 10 - 15 cm. Lalu digaru, dan diratakan agar tanah menjadi gembur. Lahan dibersihkan dari sisa tanaman dan gulma, ditumpuk untuk selanjutnya dibuat menjadi pupuk organik. Di buat saluran drainase di tepi lahan dan bila areal lahan luas maka perlu di buat parit-parit di tengah lahan untuk memudahkan pembuangan kelebihan air sehingga lahan tidak menggenang. Penanaman Penanaman dengan di tugal atau dalam bahasa jawa di tonjo. Penanaman dengan jarak tanam 30 x 15 cm, 25 x 20 cm, satu biji per lubang sehingga populasi tanaman sekitar 000 - 222.000 tanaman per hektar. Penanaman juga dapa tdilakukan secara baris ganda (50 cm x 30 cm) x 15 cm, satu biji per lubang. Kedalaman lubang tanam 3-5 cm. Kemudian ubang tanam ditutup dengan tanah atau pupuk organik. Pemupukan Tanaman kacang tanah tidak memerlukan pupuk Nitrogin yang banyak, karena bintil akarnya mampu menambat Nitrogen. Dosis pupuk per hektar secara umum dapat diberikan 50 kg Urea, 200 Kg NPK, dan 500 Kg pupuk organik. Pupuk organik diberikan sebagai pupuk dasar, sedang pupuk kimia di berikan sebagai pupuk susulan. Pada lahan kering aplikasi dilakukan pada saat setelah turun hujan agar pupuk tidak terbuang sia-sia. 2.Penyiangan dan pembumbunan Penyiangan gulma dilakukan 2 kali selama pertumbuhan tanaman. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 15 HST sebelum tanaman berbunga atau tergantung populasi gulma. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara menggunakan kored atau pancong. Penyiangan kedua dilakukan pada 45 HST setelah ginofor masuk ke dalam tanah. Penyiangan tidak boleh dilakukan saat pembentukan polong karena dapat menyebabkan kegagalan pembentukan polong Pembumbunan dilakukan bersamaan penyiangan. Pembumbunan berguna untuk menutup akar yang muncul ke permukaan tanah dan memperkuat tegaknya batang tanaman. PENULIS : WIDODO