Loading...

Budidaya Kangkung

Budidaya Kangkung
A. Jenis - jenis Kangkung Ada dua cara dalam mebudidayakan tanaman kangkung ini, jika di tinjau dari tanaman jenis kangkungnya.ada dua jenis tanaman kangkung jika di tinjau dari habitatnya yaitu; 1. Kangkung Darat (ipomea reptans) Kangkung darat adalah tanaman kangkung yang hanya bisa tumbuh di lahan kering ciri-cirinya yaitu batangnya lebih kecil dan berwarnah putih kehijauan daunnya lebih tipis dan agak lunak.bila di masak lebih cepat layu/matang dan memiliki bunga yang berwarnah putih bersih. 2. Kangkung Air (ipomea aquatica) Kangkung darat adalah tanman kangkung yang hanya bisa tumbuh di daerah basah seperti parit, kolam,atau genangan sawah.ciri-cirinya adalah batangnya lebih besar, berwarnah hijau lebih gelap dan daunnya besar.jika di masak maka akan lebih lama layu/matang (Dr. Sugitono. 2001). B. Cara Tanam Karena jenisnya berbeda, maka cara membudidayakan tanaman kangkung darat dan tanaman kangkung air pun juga berbeda.budidaya tanaman kangkung darat perlu perwatan yang lebih teratur dan di tanam di lahan bedengan. 1. Cara Menanam Kangkung Darat Selain memiliki fungsi sebagai sayuran, kangkung juga dikenal sebagai tanaman penawar racun didalam tubuh. Selain rasanya yang nikmat, kangkung juga memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Kangkung yang mengandung vitamin A, B dan C serta bahan mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Untuk tanaman kangkung untuk sekarang ini terdapat 2 macam jenis kangkung, yaitu kangkung darat (Ipomoea Reptans) dan kangkung air (Ipomoea Aquatica). Perbedaan yang mencolok dari dua jenis kangkung ini adalah pada bentuk daun dan warna bunganya. penanaman kangkung ini tergolong mudah dibandingkan dengan tanaman sayur yang lainnya. Selain karena sayuran ini bersiklus panen cepat dan relatif tahan hama, Tanaman ini juga dapat tumbuh pada daerah yang beriklim panas maupun dingin namun pada umumnya daerah yang memiliki curah serta sinar matahari yang cukup. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, tanaman sayuran maupun tanaman lainnya cenderung ditanam menggunakan teknik kimiawi. karena dirasa lebih menguntungkan bagi para petani, baik dari bentuk maupun hasilnya. banyak masyarakat diera modern menggunakan bahan kimia sebagai prioritas utama. Akan tetapi, Masih ada masyarakat yang menggunakan cara organik sebagai teknik penanamannya. karena dinilai sebagai budidaya tanaman yang ramah lingkungan juga dipandang sebagai tanaman yang menyehatkan. Cara Menanam Kangkung Darat, anda bisa mengikuti langkah-langkahnya sebagai berikut ; a. Pengolahan lahan Untuk pengolahan lahan atau media tanam tanaman kangkung ini sama dengan tanaman bayam, sebelum ditanami, lahan dicangkul terlebih dahulu dan dicampur dengan kompos serta kapur, diamkan selama dua hari, lalu cangkul kembali untuk menggemburkan tanah dan dibuatkan bedengan. Bedengan biasanya dibuat berukuran 1×10 meter. Setelah itu tanah siap menjadi media tanam. b. Penanaman Cara Penanaman kangkung ada dua yaitu yang pertama dengan cara ditebar langsung dengan menggunakan tangan dan cara yang kedua dengan cara ditugal. Cara yg kedua biasanya digunakan untuk menanam kangkung yang akan dipanen dengan cara dipotong. Jumlah benih yang disebar untuk bedengan berukuran 1×10 meter adalah berkisar 2,5 ons. Benih biasanya diperoleh dari hasil pembenihan sendiri. Untuk pembenihan kangkung bisa dilakukan dengan cara membiarkan tanaman kangkung hingga tua dan berbiji, setelah bijinya tua, biji dipungut dan dibersihkan serta dipisahkan dari cangkangnya, setelah itu dijemur dan diayak. Kendala pembenihan kangkung ini adalah persoalan lahan dan waktu pembenihan yang sangat lama yakni bisa mencapai antara 4 hingga 6 bulanan lamanya, jika petani tidak memiliki lahan alternatif untuk bertani maka pembenihan kangkung ini bisa dilakukan dilahan-lahan pematang kebun. c. Perawatan Untuk perawatan kangkung juga tidaklah terlalu sulit. Selain penyiraman yang rutin, dan pengamatan dari hama penyakit, diperlukan juga penambahan asupan zat hara pada saat ada indikasi tanaman mulai menguning. Penyiangan perlu dilakukan apabila terdapat rumput ataupun gulma yang nantinya dipastikan akan mengganggu pertumuhan tanaman. Hama yang biasa menyerang biasanya berupa ulat dan belalang, sementara itu penyakit yang biasanya menyerang adalah penyakit karat putih, penanganannya bisa secara manual dan jika sudah parah bisa menggunakan pestisida hayati seperti daun nimba, gadung, sereh wangi, dan sebagainya. d. Panen Panen tanaman kangkung ini bisa dilakukan dengan cara mencabut atau memotong pada pangkal batangnya. Jika dicabut maka tanaman hanya bisa satu kali dipanen, biasanya dengan cara panen cabut, dalam satu bedengan berukuran 10 m2 menghasilkan 15 hingga 20kg kangkung cabut. Apabila dipotong biasanya kangkung bisa dipanen 3 sampai 5 kali potong tergantung dari kondisi tanamannya, jika dijumlahkan dari total panen, panen kangkung bisa mencapai 30 sampai 35 kg/10m2. Kangkung potong bisa dipanen setiap 5 sampai 7 hari. e. Pasca panen Setelah kangkung dipanen, biasanya kangkung dicuci dan diikat maupun dikemas dalam ukuran seperempatan atau setengah ikatan kemudian dijual per gabungan ikatan (isi 50 ikat) baik ke konsumen secara langsung ataupun kepasar lokal (www.om-tani.blogspot.com)   2. Cara Menanam Kangkung Air Budidaya tanaman kangkung air lebih mudah di banding dengan tanaman kangkung darat, karena perawatannya yang tidak terlalu rumit.cara budidaya tanaman kangkung air secara vegetatif yaitu: a. Cara Tanam Stek - stek kangkung air ditanam pada Lumpur kolam atau sawah yang dangkal dengan jarak tanam 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. Pupuk buatan diberikan 50 - 100 kg N/ha setelah tanaman tumbuh. Pengolahan tanah untuk kangkung darat, tanah dicangkul sedalam 30 cm, kemudian diberi pupuk kandang sebanyak 1 kg/m2 atau 10 t/ha. Setelah tanah diratakan kemudian di buat bedengan pertanaman dengan lebar 60 cm atau 100 cm. Buat lubang-lubang pertanaman dengan jarak 20 cm antar barisan dan 20 cm antara tanaman. Tiap lubang diberi 2 - 7 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan dengan zig-zag atau sitem garitan (baris).Pemupukan yang digunakan yaitu 200 kg Urea, 200 kg TSP dan 10 kg KCl per hektar. b. Pemeliharaan Penyiraman dilakukan dua kali sehari jika musim panas, pada pagi dan sore hari. Penyiraman pada sore hari lebih banyak dibanding pada pagi hari. Setelah berumur 7 hari penyiraman dicampur dengan urea, setiap 20 liter air dicampur dengan urea satu sendok makan maksimal 2 kali seminggu Penyiangan dan pendangiran dilakukan tiga minggu sekali atau lebih sering jika terlihat banyak rumput. Sejenis balang atau tengu hama yang menyebabkan daun menjadi keriting. Hama ini dapat diatasi dengan menyemprot insektisida. Penyemprotan dilakukan paling akhir 2 minggu sebelum panen. c. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama yang menyerang tanaman kangkung adalah ulat grayak (Spodoptera litura F), Kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphids gossypii),. Penyakit yang menyerang batang tanaman kangkung adalah penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Gejala penyakit ini yaitu adanya pustul - pustul (bintik berwarna putih di sisi daun sebelah bawah batang ). Apabila diperlukan gunakan pestisida yang benar - benar aman dan cepat terurai seperti pestisida biologi, atau pestisida nabati. d. Panen Panen dapat dilakukan pada saat tanaman berumur 2 bulan untuk kangkung darat, untuk kangkung air tanaman mulai dapat dipangkas ujungnya kurang lebih 20 cm pada umur 2 - 3 bulan, agar tanaman banyak bercabang. Pangkasan ini, panen pertama yang dapat dijual. Selanjutnya dilakukan pemangkasan ujung cabang -cabangnya setiap dua minggu sekali. Tanaman yang baik dapat menghasil- kan 10 - 16 t/ha dalam satu tahun. Setelah berumur satu atau dua tahun, untuk ditanamani yang baru. Penulis : Marlia Hendawati, SP