Loading...

Budidaya Kelapa Dalam

Budidaya Kelapa Dalam
Pendahuluan Bangka Belitung merupakan provinsi kepulauan yang terdiri dari dua pulau besar yaitu pulau Bangka dan pulau Belitung. Pulau pulau ini dikelilingi oleh banyak pantai yang indah nan eksotis sehingga tak heran dipulau ini banyak ditumbuhi oleh pohon pohon kelapa. Tanaman kelapa tersebar luas hampir di seluruh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan memiliki potensi yang besar untuk bisa dikembangkan, terutama jenis kelapa dalam. Namun permasalahannya adalah budidaya yang dilakukan masyarakat setempat belum berdasarkan anjuran rekomendasi sehingga produktivitas masih rendah. Tanaman Kelapa merupakan tanaman tahunan yang mulai berproduksi pada umur 3-5 tahun. Jenis kelapa di Indonesia antara lain kelapa dalam, kelapa genjah dan hibrida. Kementerian Pertanian sampai saat ini telah melepas 19 varietas kelapa dalam sebagai varietas unggul nasional. Tanaman kelapa memiliki beberapa keunggulan diantaranya sebagai sumber pangan dan juga sebagai sumber energi terbarukan. Produk utama tanaman kelapa antara lain santan, desiccated coconut, nira kelapa dan sabut. Syarat Lokasi Syarat lokasi yang tepat untuk penanaman kelapa harus memenuhi dua kriteria yaitu iklim dan lahan. Untuk Iklim di Indonesia karena berada didaerah tropis sehingga suhu, kelembaban, dan radiasi matahari tidak terlalu bermasalah, namun yang menjadi perhatian adalah jumlah bulan basah lebih dari tujuh bulan dan tidak eratik agar tanaman dapat tumbuh optimal. Pemilihan calon lokasi lahan tanaman kelapa antara lain lahan hutan sekunder, lahan dengan vegetasi alang-alang atau semak belukar, lahan bekas tanaman kelapa yang sudah tua, juga lahan dengan topografi miring. Bahan Tanaman Bahan tanaman kelapa dalam berasal dari kebun benih atau blok penghasil tinggi (BPT). Persyaratan teknis pohon induk adalah berproduksi tinggi (80-120 butir/pohon/tahun dengan berat kopra sekitar 25 kg/pohon/tahun), batang dan daun kuat, bebas penyakit berbahaya seperti penyakit busuk pucuk dan gugur buah, toleran terhadap hama utama kelapa (tungau), buah yang akan dijadikan benih berumur 12 bulan yang ditandai dengan 4/5 sisi kulit berwarna cokelat, berbentuk bulat agak lonjong, tidak luka dan agak licin dan halus, tidak terinfestasi hama, dan ketika diguncang terdengar suara. Penanaman Pendederan benih kelapa Proses awal dari perbenihan kelapa adalah persemaian, dengan membuat bedengan selebar 1,5 - 2,0 m, tinggi 25 cm dan panjang disesuaikan dengan keadaan setempat, jarak antar bedengan 60-80 cm, fungsinya adalah sebagai parit pembuangan air. Penyayatan benih guna tempat keluarnya kecambah juga dilakukan. Benih kelapa yang telah disayat diletakan (dideder) pada bedeng persemaian hingga 2/3 bagian benih terbenam dalam tanah. Seleksi kecambah dilakukan setiap minggu hingga 3-4 bulan benih disemai. Kecambah yang jelek dibuang atau atau dipisahkan. Pembibitan Pembibitan adalah tempat tumbuhnya kecambah yang terseleksi dari bedengan persemaian. Pembibitan dapat menggunakan polybag atau langsung pada bedengan pembibitan. Polybag yang digunakan berukuran 40 cm x 50 cm, kecambah yang terseleksi dari bedengan persemaian kemudian dipindahkan ke polibag dengan memotong akar utama sampai tersisa 5 cm dari sabut. Apabila menggunakan bedeng pembibitan kecambah yang terseleksi pada bulan 1, 2, 3 dan 4 ditanam pada bedeng pembibitan yang terpisah. Tabel. 1. Jenis dan takaran pupuk untuk bibit kelapa Jenis Pupuk (g/bibit) Umur bibit (bulan) 1 2 3 4 5 6 7 8 Urea 5 5 5 10 10 10 10 10 SP-36 0 0 15 0 0 0 0 0 KCL 10 10 10 15 15 15 20 20 Kiserit/Dolomit 5 0 5 0 10 0 10 0 Penyiapan Lahan Kegiatan penyiapan lahan meliputi pembukaan hutan sekunder, dilanjutkan dengan pembukaan lahan bersemak, dan pemberantasan lahan alang-alang. Sistem dan jarak tanam yang bisa dibuat terlihat pada tabel dibawah ini. Tabel 2. Sistem dan jarak tanam kelapa Sistem tanam Jarak Tanam (m) Populasi tanaman/ha Jumlah lorong/ha Jumlah lorong/m Segi empat 9x9 123 9 4.500 Segitiga 9x9 143 10 3.800 Pagar 6x16 106 6 7.200 Gergaji (5x3)x16 (6x3)x16 175 155 5 5 6.000 6.000 Penanaman Lubang tanam untuk penanaman kelapa adalah 60 x 60 cm atau 80 x 80 cm untuk tanah yang bertekstur berat. Untuk bibit menggunakan polybag siap ditanam setelah berumur 6-8 bulan. Dua minggu sebelum penanaman dilapangan akar yang menembus polybag dipotong, dan sehari sebelum diangkut kelapangan, bibit disiram sampai jenuh. Untuk bibit tanpa polybag, pada saat penanaman bibit segera dicabut dan akar dipotong sampai batas 5 cm dari permukaan sabut bagian bawah. Pemeliharaan Kegiatan pemeliharaan tanaman terdiri dari pembersihan kebun, bobokor, pemupukan dan pengendalian hama penyakit. Pengendalian gulma disekitar tanaman dapat dilakukan secara fisik maupun mekanik dengan dibersihkan (bobokor) disekitar piringan, kemudian didaerah piringan bisa diberikan mulsa sabut kelapa yang berfungsi untuk menekan pertumbuhan gulma dan penyumbang unsur hara ke tanaman dengan menggunakan cangkul. Pemupukan diberikan pada waktu dan dosis sesuai dengan umur tanaman, sebaiknya diberikan pada awal musim hujan. Jenis Pupuk Dosis g/phn/thn Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Urea 250 250 500 700 SP-36 175 175 350 500 KCL 350 350 700 1500 Kiserit/Dolomit 50 100 150 200 Borax - 10 20 30 Jumlah 825 1660 2545 3480 Hama dan Penyakit Hama utama pada tanaman kelapa adalah Kumbang, memakan pelepah daun muda yang belum terbuka, bekas gigitan menyebabkan daun seperti tergunting. Penegndalian dengan menggunakan Metarhizium(15 g media cendawan/m² sarang), menanam tanaman penutup tanah pada areal peremajaan, sanitiasi kebun, pemanfaatan feromon, dan pada tanaman muda menggunakan mimba. Sexava spp, merusak langsung buah muda dan daun. Pengendalian dapat dilakukan dengan penanaman tanaman sela dan sanitasi kebun. Ulat api/ulat siput, daun terlihat seperti terbakar, pengendalian menggunakan insektisida bila serangan sudah sangat berat (10 pohon per areal serangan terdapat lebih dari 30 larva muda). Penyakit utama pada tanaman kelapa adalah 1.Bercak Kelabu, pengendalian dengan pemberian air yang cukup dan pemupukan berimbang. Bercak Coklat, penggunaan fungsisida dengan bahan aktif Bipolaris incurvata. Busuk kering, penyebab jamur fusarium spp, tanaman yang terkena serangan segera dicabut dan dimusnahkan. Panen Panen dilakukan harus berdasarkan tujuan pemanfaatan produk kelapa, untuk kebutuhan produk kelapa muda dipanen lebih awal sebagai keperluan minuman segar, sedangkan untuk keperluan minyak atau kopra dipanen saat sudah tua.