Loading...

Budidaya Kelor

Budidaya Kelor
BUDIDAYA KELOROleh :KUNHANDOKO, SPTHL-TBPP 1. Latar BelakangTanaman kelor mempunyai nama latin Moringa oleifera , termasuk ke dalam tanaman tahunan yang biasanya tumbuh liar. Tumbuhan ini diduga asli dari kawasan barat pegunungan Himalaya dan India, kemudian menyebar hingga ke benua Afrika dan Asia Barat. Di Jawa kelor biasa tumbuh sampai pada ketinggian 300 mdpl.Tanaman ini sanggup tumbuh di kawasan tropik yang lembab juga, di daerah panas, maupun tanah kering, karena tidak “rakus makan”pupuk (unsur hara). Karenanya kelor cocok sebagai tanaman “pioneer”untuk penghijauan dan pemulihan tanah gersang. Di lahan kebun tanaman kelor biasanya digunakan sebagai pasar hidup.Sosok batang pokoknya tidak lurus benar, melainkan sedikit bengkok dan bercabang, hal ini mendukung untuk tanaman merambat seperti sirih, lada atau gadung. Cara menanamnya sangat mudah hanya dengan menancapkan stekan batang atau menyemai biji yang sudah tua akan tumbuh tanaman baru.Kelor tergolong cepat besar alias bongsor. Tingginya bisa mencapai 3 m, jika dibiarkan bisa mencapai 8 – 12 m. Hampir setiap bagian tanaman kelor dapat dimanfaatkan. Bisa sebagai bahan kertas, bahan kosmetik, obat tradisional, dan sebagai sumber pangan. Bunga kelorpun dapat dimasak selain menyediakan nektar bagi lebah madu. Di masyarakat kita, daun, bunga dan buah kelor muda biasanya dimasak sayur asam, sayur bobor atau sayur bening.Menurut laporan Michael D. Benge dari Badan lmu Pengetahuan dan Teknologi AS, di Washington DC, tahun 1987, daun kelor memiliki kadar vitamin A dan vitamin C yang cukup tinggi. Selain itu daun kelor yang dikenal kaya kalsium (Ca) dan zat besi (Fe) juga sebagai sumber fosfor yang baik. Buah mudanya berkadar air tinggi dan kandungan proteinnya tinggi. Ada banyak manfaat kesehatan dari tanaman kelor. Daunnya kaya vitamin yang menaikkan peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Bahkan kini sudah ada produk kesehatan khusus yang dijual dipasaran dari ektraksi daun kelor.Di wilayah Kabupaten Kediri banyak sekali tanaman kelor, tetepi masyarakat belum tahu manfaat dari daun, biji dan bunga kelor. Karena itu perlu diberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat tentang manfaat dari tanaman kelor. 2. Kegunaan dan Manfaat Daun Kelora. Sebagai makananTubuh manusia mempunyai mekanisme menakjubkan yang memungkinkan untuk memperbarui diri. Mekanisme ini bekerja terus menerus, memperbaiki organ organ tubuh, melindungi serta mempertahankan dirinya sendiri dari berbagai ancaman kerusakan, sehingga selalu berada dalam kondisi puncak dan optimal. Namun seiring bertambahnya usia, mekanisme pembaharuan sendiri dalam tubuh mulai rusak secara bertahap, akibatnya kemampuan tubuh untuk memperbarui dirinya sendiri menjadi kurang efisien, bahkan sampai tidak bekerja sama sekali. Saat itulah yang disebut usia tua mulai merayap masuk, keriput, penyakit kronis, penurunan energi, kehilangan energi, dllSumber nutrisi yang mensuplai kebutuhan tubuh untuk dapat membangun kembali dirinya hanya didapat dari sayur-sayuran dan buah-buahan mentah yang dibudidayakan secara organik dan pengolahan makanan yang tidak menghilangkan kandungan nutrisinya. Sumber nutrisi itu kita kenal sebagai SUPER FOOD. Secara definisi banyak ahli menyebutkan bahwa Super Food adalah sebuah makanan dengan konsentrasi tinggi berbagai nutrisi dan konten fitokimia, yang memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa. Super Food yang diakui dunia benar-benar memiliki efek super terhadap kesehatan adalah daun kelor. Untuk mengkonsumsi Super Food setiap hari, kata kuncinya sangat sederhana : campurkan serbuk daun kelor ke dalam makanan dan minuman anda sehari – hari, maka itu sama artinya dengan anda membanjiri tubuh anda dengan 100 lebih nutrisi yang akumulasinya membuat tubuh anda sehat dan bugar. Apapun makanan dan minumannya, anda dapat mengubahnya menjadi Super Food. b. Sebagai pakan ternakBerbagai ulasan hasil penelitian dan laporan menyoroti pentingnya tanaman hijauan dan semak digunakan sebagai pakan ternak atau untuk melengkapi pakan ternak atau ransum rendah saat musim kemarau. Daun kelor, polong segar, biji dan akar semakin banyak digunakan oleh manusia dan hewan karena memiliki kandungan nutrisi penting yang lebih tinggi. Para peneliti tidak hanya tertarik untuk menemukan pakan ternak dengan kualitas baik yang dapat meningkatkan produksi susu, telur atau daging tetapi juga mencari spesies tanaman yang dapat tumbuh dan dieksploitasi dengan cara ramah lingkungan dan dibudidayakan dengan murah. Tuntutan seperti itu dapat dipenuhi oleh tanaman kelor. Kelor dapat tumbuh di kondisi ektrem, selain fitur dari sistem akar, spesies ini memiliki kemampuan tumbuh cepat, kebutuhan perawatan yang rendah pada tahap akhir, mengurangi kebutuhan pupuk dan irigasi, dan kapasitas yang tinggi untuk bertahan setelah panen.Daun kelor kaya akan nutrisi seperti zat besi, kalium, kalsium, dan multivitamin yang penting untuk produksi berat ternak dan produksi susu. Daun kelo juga mengandung 21,8 % protein kasar, 22,8 % asam detergent fiber, 30,8 % serat deterjen netral, 412,0 g kg-1 lemak kasar, 2112,2 g kg-1 karbohidrat dan 44,3 g kg-1 abu. Semua senyawa ini berguna untuk meningkatkan produksi ternak. Pakan ternak atau ransum berkualitas rendah dapat ditingkatkan dengan menambahkan daun kelor sebagai suplemen yang meningkatkan asupan bahan kering dan kecernaan pakan ternak oleh ternak serta meningkatkan asupan protein dalam diet ikan. Daun kelor juga merupakan sumber protein yang baik sebagai pengganti makanan kedelai dan rapeseed untuk ruminansia yang mudah digunakan, dan dapat memperbaiki sistesis protein dalam rumen.Pembuat kebijakan dan lembaga penelitian dan penyuluhan harus merumuskan program yang berfokus pada menghasilkan kesadaran di kalangan masyarakat lokal dan petani, terutama di antara mereka yang terlibat dalam produksi ternak, untuk menekankan penanaman kelor sebagai pakan ternak. c. Sebagai pupuk tanamanPupuk merupakan bahan yang ditambahkan ke dalam tanah untuk menyediakan unsur-unsur esensial bagi pertumbuhan tanaman. Jika dilihat berdasarkan sumber bahan yang digunakan, pupuk dibedakan menjadi pupuk organik dan pupuk an organik. Berdasarkan bentuknya pupuk organik dibedakan menjadi dua yaitu pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk cair adalah larutan yang mudah larut berisi satu atau lebih senyawa pembawa unsur yang dibutuhkan tanaman. Pupuk cair umumnya dibuat dari campuran antara limbah tanaman dengan bahan organik yang mengandung zat pendukung tumbuh tumbuhan, seperti daun kelor sebagai bahan campuran pembuatan pupuk cair. Ekstrak daun kelor mengandung hormon yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yaitu hormon sitokinin. Eksrak dauan kelor digunakan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman secara alami. Daun kelor kaya akan zeatin, sitokinin, askorbat, fenolik dan mineral seperti Ca, K, dan Fe yang memicu pertumbuhan tanaman. Manfaat daun kelor dapat disemprotkan pada daun untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.Dengan menggunakan pola tanam rapat, perkebunan kelor dapat menghasilkan daun yang berlimpah sepanjang tahun. Daun yang berlimpah itu menjadi sumber pupuk hijau yang alami dalam memperkaya sumber bahan organik tanah. Kelor benar-benar sahabat para petani yang tidak saja membantu mengurangi biaya keluarga tani dalam memenuhi asupan nutrisi berkualitas dan menjaga kesehatan seluruh keluarganya, tapi juga membantu meningkatkan hasil panen tanaman dengan biaya sarana produksi yang relatif lebih murah. d. Sebagai bahan kosmetik alamiPeradangan tingkat rendah dapat menyebabkan penuaan dan penyakit yang berkaitan dengan usia. Peradangan pada kulit terjadi karena kulit selalu terpapar oleh matahari, cuaca, polusi dan berbagai produk karena kulit adalah produksi antarmuka antara lingkungan dan tubuh kita. Cara terbaik untuk mengurangi resiko penyakit dan memperlambat proses penuaan adalah untuk mengambil nutrisi dengan aktivitas anti-inflamasi kuat secara teratur. Kelor diketahui mengandung 36 anti inflamasi.Daun kelor menghasilkan senyawa unuik bernama zeatin. Studi klinis telah menunjukkan zeatin menghasilkan sifat anti penuaan pada manusia. Siklus kulit manusia hidup sekitar 300 hari. Setiap menit lebih dari 40.000 sel-sel kulit mati individual. Dengan adanya zeatin, siklus kulit manusia diubah oleh fakta-fakta bahwa sel-sel kulit baru tumbuh lebih cepat daripada sel-sel yang lebih tua mati. Hal ini mengakibatkan pengurangan menakjubkan kerutan pada wajah dan bagian lain dari tubuh.Selain daun kelor minyak biji kelor adalah salah satu minyak yang paling diinginkan dalam formula produk perawatan kulit dan kosmetik kelas atas. Dipilih karena minyak biji kelor mengandung banyak antioksidan kuat, senyawa unik yang memiliki sifat anti penuaan, anti mikroba dan bakteri. Minyak kelor menyerap dengan cepat ke dalam kulit, sehingga merupakan pilihan yang baik untuk produk-produk kecantikan kulit.Beragam produk kecantikan kulit dan pemeliharaan tubuh sehari-hari mengandung minyak kelor, seperti shampoo, sabun, cream wajah, lotion tangan, lip balm, tabir surya dan produk lainnya yang menargetkan kulit kering dan mengelupas, dan merupakan bahan yang populer dalam campuran minyak pijat dan aroma terapi. Minyak kelor lebih lembut bila disentuh, menghangatkan, tidak lengket dan dapat menyatu dengan baik dengan minyak dan wewangian lainnya.Minyak kelor adalah minyak pembawa yang ringan, cepat menyebar dan menyerap dengan mudah ke dalam lapisan kulit terdalam. Vitamin A, B, C, E, asam lemak tak jenuh dan asam palmitoleat, oleat dan linoleat, memberikan efek pelembab yang besar dan kualitas nutrisi tinggi bagi kulit. 3. Cara Budidaya Kelora) Penyiapan lahanAreal penanaman harus bersih dari rumput atau sejenis gulma pengganggu lainnya, Jika jarak tanam rapat, tanah harus dibajak dan digaru dengan kedalaman maksimum 30 cm. Namun jika jarak tanam renggang (1 m x 1 m), lebih baik dilakukan dengan menggali lubang dan menutupnya kembali. Hal ini memastikan sistem penetrasi akar yang baik tanpa menyebabkan erosi tanah terlalu banyak. Lubang harus memiliki kedalaman 30 – 50 cm dengan lebar 20 – 40 cm. Ketika mengisi lubang tanam, campur tanah dengan pupuk kandang, kompos atau bokashi. Tidak boleh menggunakan pupuk kimia, herbisida dan pestisida kimia dalam pengolahan tanah. b) Perbanyakan tanaman1. Perbanyakan dengan stek batang Membutuhkan batang stek dengan tinggi antara 0,5 – 1,5 m disesuaikan dengan kebutuhan dan diameter 4 – 5 cm. Batang stek yang digunakan sebaiknya dari tanaman sehat dan berumur lebih dari satu tahun. Semakin besar lingkaran batang stek semakin besar peluang hidupnya. Penanaman stek dilakukan dengan membuat lubang sedalam 10 – 15 cm dan dihindari cara tujak langsung yang dapat merusak bagian kulit ujung batang sehingga mengganggu tempat pertumbuhan perakaran. Pada bagian ujung stek dipotong diagonal untuk memperluas bidang pertumbuhan akar. Batang stek setelah dipotong tidak boleh dibiarkan lebih dari 3 hari sebelum ditanam. Ketika ditanam sepertiga dari batang harus terkubur dalam tanah. Waktu penanaman stek batang terbaik adalah pada waktu akhir musim kemarau sampai awal musim hujan. Jarak tanam sangat dipengaruhi oleh tujuan penanaman .2. Perbanyakan dengan bijia. Pemilihan bijiBiji yang ditanam sebaiknya berasal dari biji yang sudah diseleksi berasal dari tanaman sehat, berumur lebih dari 5 tahun. Dipanen pada waktu buah polong kelor sudah tua dan biji dikeringkan dengan baik. Biji yang dipilih sebagai calon benih adalah biji yang sehat, penampilan biji bernas, tidak keriput, cacat atau rusak. b. Perlakuan terhadap biji Biji yang sudah diseleksi sebagai calon benih sebelum ditanam direndam dulu dengan air hangat dan dibiarkan selama satu malam atau sampai terlihat mengembang. Biji yang mengapung sebaiknya dibuang dan tida digunakan sebagai benih. Biji yang sudah direndam kemudian ditiriskan. Untuk mempercepat perkecambahan, kulit biji dipecah dengan cara sedikit menekannya agar air mudah masuk ke dalam cangkang biji. Biji kelor dapat disemaikan dalam polybag atau tray benih, di persemaian atau ditanam langsung di kebun. Sebaiknya penyemaian langsung dilakukan apabila yakin bahwa daya tumbuh dan laju perkecambahan biji yang ditanam cukup tinggi. c) PenanamanPenanaman bibit kelor memiliki perlakuan berbeda sesuai dengan tujuan produksi hasil panennya, yaitu produksi daun (klaster daun) atau produksi polong dan bijinya (klaster biji)1. Klaster daun a. Produksi intensifJarak tanam harus 15 x 15 cm atau 10 x 10 cm, dengan lorong yang cukup (misalnya setiap 4 m) untuk pemeliharaan dan pemanenan. Cara lainnya adalah dengan membuat larikan atau guludan dengan jarak antar baris atau guludan 45 cm dan bibit ditanam 5 cm dalam larikan. b.Semi intensif produksiJarak tanaman dibuat renggang, antara 1 m x 1 m. Pola ini lebih cocok untuk petani skala kecil, memberikan hasil yang cukup baik dengan pemeliharaan yang minimal. Kebun Kelor Moringa Organik Indonesia menggunakan jarak tanam ini untuk produksi komersialnya. Jarak tanam ini pula yang direkomendasikan untuk digunakan oleh para petani kelor yang ingin menerapkan metode budidaya dan pengolahan daun kelor – Moringa Organik Indonesia.c. AgroforestyTanaman kelor tahan terhadap naungan, sehingga bibit kelor dapat ditanam diantara lorong lorong pohon lainnya dengan pola tumpangsari. Jarak antar baris kelor harus 2 sampai 4 meter, dan penanamannya harus mengarah ke timur – barat agar dapat menerima cukup sinar matahari. 2. Klaster biji Kebun klaster biji dimaksudkan untuk produksi biji kelor, baik dijual dalam bentuk biji maupun setelah diperas menjadi minyak kelor. Pohon kelor untuk klaster ini dibiarkan tinggi dan diberi jarak antar tanaman cukup lebar agar cabang berkembang dan menghasilkan polong yang banyak. Jarak tanam mennggunakan pola tanam segitiga sama sisi 3 x 3 x 3 meter, akan mengoptimalkan kepadatan poulasi tanaman atau jarak tanam 4 x 4 x 4 meter. d) Pemeliharaan1) Membentuk pohon Memangkas tunas pada batang utama diperlukan bila pohon mencapai ketinggian 75 cm – 1 m. Hal ini akan memicu pertumbuhan cabang lateral yang banyak, sehingga meningkatkan hasil dan mengurangi ketinggian pohon. Selain itu pemangkasan akan mengurangi resiko kerusakan akibat angin kencang dan membuat pemungutan hasil panen lebih mudah. Membentuk pohon merupakan hal yang wajib dilakukan jika ingin membuat kebun kelor klaster daun. Pemangkasan dilakukan biasanya pada umur 3 bulan setelah tanam atau ketika tanaman sudah mencapai tinggi 1 m. Pemangkasan pertama ini disebut panen pangkas klaster daun, dengan memangkas cabang setinggi 75 cm. Kebun kelor kluster daun yang dipanmgkas akan memudahkan pemanenan dan meningkatkan jumlah hasil panen daun.2) Irigasi Untuk pertumbuhan optimal, disarankan untuk mengairi secara teratur selama 3 bulan pertama setelah tanam. Irigasi juga diperlukan untuk menghasilkan daun sepanjang tahun, termasuk pada musim kemarau.3) Penyiangan Penyiangan manual dengan cangkul dimaksudkan untuk menghilangkan gulma dan menggemburkan tanah agar areal tanaman memiliki aerasi yang baik. Penyiangan harus dilakukan secara teratur untu menghindari persaingan zat hara dalam media tanam atau tanah, terutama untuk nitrogen. Penyiangan harus lebih sering terutama pada saat tanaman masih muda dan batang pohon masih kecil, dimana cahaya masih dapat mencapai tanah. Penyiangan gulma di kebun kelor yang dikelola secara intensif setidaknya dilakukan 4 kali dalam setahun, dengan frekuensi yang lebih tinggi selama musim hujan.4) Pemberian mulsa Pemasangan mulsa dilakukan dengan maksud untuk menutupi tanah dengan tanaman atau bahan lain agar mengurangi penguapan dan hilangnya kelembaban tanah serta untuk meminimalkan kebutuhan irigasi selama musim kering. Pemasangan mulsa juga dapat menekan pertumbuhan gulma. Tetapi pemasangan mulsa memerlukan biaya yang tinggi sehingga untuk mengatasi gulma dianjurkan dengan cara penyiangan secara rutin.5) Pemupukan Pemupukan kelor dilakukan dengan memberikan pupuk kandang atau kompos yang dapat memberikan nutrisi serta memperbaiki struktur tanah. Pemupukan harus dilakukan selama persiapan lahan, sebelum persemaian. Setelah itu penting untuk memberikan pupuk kandang atau kompos setidaknya sekali dalam setahun, misalnya sebelum musim hujan, ketika pohon – pohon akan memulai suatu periode pertumbuhan yang intens.6) Pemangkasan Setelah pemangkasan awal untuk membentuk pohon, pemangkasan pemeliharaan diperlukan. Pada pohon kelor yang berasal dari biji, pemangkasan membantu mendorong buah atau polong tumbuh lebih banyak dan lebih besar.7) Hama dan Penyakit a. Serangga Yang paling umum adalah hama belalang, jangkrik, rayap dan ulat. Solusi terbaik saat menghadapi serangan yang hebat dalah memotong kembali batang pohon, tanpa meninggalkan bagian dimana daun tumbuh. Penggunaan insektisida atau pestisida sebaiknya menggunakan bahan organik, seperti ekstrak daun nimbab. Jamur penyakit Penyakit yang paling banyak menyerang kelor adalah jamur, terutama jamur Cercospora spp dan Setoria lycopersici. Penangganannya dengan menggunakan fungisida nabati, misalnya dengan menggunakan ektrak biji atau ekstrak daun nimba. e) Panen dan Pengangkutan1) Pemanenan Tunas dan Daun Panen manual daun kelor dapat menggunakan gunting stek, sabit atau piasau tajam. Semua tunas harus dipotong pada ketinngian yang dinginkan, yaitu 30 cm sampai 1 m di atas tanah. Pemanenan mekanik juga dapat dilakukan untuk skala besar, yaitu perkebunan yang produksi daun secara intensif. Menjaga kebersihan daun yang dipanen menjadi syarat mutlak. Lakukan panen pada pagi atau sore hari. Penting untuk memastikan tidak ada embun pada daun sebelum panen, terutama di pagi hari, agar daun tidak cepat membusuk selama proses transportasi. 2) Pemanenan Biji Dalam pemanenan biji, buah atau polong harus dipanen sedini mungkin ketika polong sudah matang penuh, dengan cirri-ciri polong berwarna coklat dan kering serta dapat membuka dengan mudah. Biji dikeluarkan dari polong dan disimpan di tempat kering.3) Pengangkutan Transportasi dalam proses produksi daun kelor adalah langkah yang sangat penting dalam memastikan daun berkualitas tinggi untuk dikonsumsi. Dua pilihan yang dapat dilakukan yaitu :- Bila jarak antara areal tanaman dengan pusat pengolahan dekat, disarankan untuk memotong cabang besar dan mengangkut seluruh bagiannya, termasuk daun ke pusat pengolahan sebelum defoliating. Proses peluruhan daun dilakukan di pusat pengolahan.- Bila jarak antara areal tanaman dengan pusat pengolahan jauh, sebaiknya daun diluruhkan terlebih dahulu dari cabangnya kemudian mengangkutnya ke pusat pengolahan.Daun yang baru dipanen harus diangkut ke pusat pengolahan secepat mungkin unutk menghindari kerusakan. Pengangkutan daun kelor segar, harus berventilasi baik. Untuk jarak pendek gunakan keranjang atau wadah plastik berlubang, Hindari kendaraan terbuka, apalagagi ditumpuk di bawah barang atau diduduki, karena akan merusak kualitas daun. Transportasi sebaiknya dilakukan pada pagi, sore atau malam hari dimana cuaca tidak panas. Daun yang diangkut jarak jauh harus dalam van berpendingin untuk menghindari kerusakan sebelum sampai di pusat pengolahan. SELAMAT BERTANI SEHAT DAN RAMAH LINGKUNGAN