Pendahuluan Kentang hitam (Plectranthus rotundifolius) merupakan tanaman jenis terna yang menjalar dan semak yang bisa digunakan sebagai diversifikasi pangan sebagai sumber karbohidrat. Bagian yang dipergunakan atau dipanen adalah umbinya, dengan cara direbus sebagai jajanan atau campuran sayur. Kentang hitam dikenal dengan nama bermacam-macam seperti : nama gombili (Gayo), dan kentang jawa (Melayu), hombili (Batak), kembili (Aceh dan Sumatra Barat), kentang jawa (Betawi), huwi kentang (Sunda), kambili, dan daun sabrang (Jatim), gombili, dan obi sola (Madura), sabrang (Bali), gembili kentang ireng, kumbili jawa, kentang klici (Jawa), kombili (Maluku), sebarang (Lombok). Tanaman kentang hitam ini asalnya dari negeri India, dan telah banyak menyebar serta tumbuh ke Madagaskar, dan Malesia. Di Malesia sendiri, banyak tumbuh di Malaysia, Sumatra, Jawa, Filipina, dan Maluku. Di Indonesia, kentang hitam banyak ditanam di Banten, Jakarta, Magelang, Yogya, dan Bali. Tanaman kentang hitam dapat tumbuh pada ketinggian 40-1300 mdpl berbentuk menjalar dan semak dengan tinggi tanaman antara 40 – 100 cm dan menyukai dengan wilayah beriklim panas dengan pH tanah berkisar antara 4,9 – 5,7 dan dapat berproduksi baik pada curah hujan 2500 – 3300 mm per tahun. Petani pada umumnya menanam kentang hitam di tegalan pada awal musim hujan secara monokultur maupun tumpang sari dengan tanaman lainnya. Pada saat ini tanaman kentang hitam tidak banyak dibudidayakan oleh petani karena beberapa hal, seperti terbatasnya bibit, kurangnya pengenalan pasar, tergantikan oleh makanan instan. Sebagai upaya pemenuhan makanan tambahan ataupun pengganti, tanaman kentang hitam dapat ditanam disekitar lingkungan rumah dalam skala kecil. Inovasi yang dapat diterapkan adalah budidaya di dalam polibag. Penanaman dalam polibag mempunyai keuntungan, yaitu mudah pemeliharaan, cepat berproduksi, dan sebagai penghias halaman rumah. Deskripsi Kentang hitam merupakan ubi-ubian yang merupakan terna yang menjalar dan semak-semakan dengan tinggi 40–100 cm. Dia berakar pada dasar tumbuhan. Batangnya tegak, sedikit merambat, lubak, bersegi empat, tebal, dan agak berbau. Daun-daunnya tunggal, tebal, bermembran, saling berhadapan dan berselang-seling, bentuknya bulat telur, berwarna hijau tua pada permukaan atas daun dan hijau muda di bagian bawah. Panjang 2–4 cm dan lebar 3–6 cm, sedikit berbulu, dan tulang daun menyirip. Bunganya kecil dan berwarna ungu, tangkainya panjang dengan berukuran 1–2 mm, dan berbulu. Kelopak bentuknya bintang, mahkota berbentuk bibir, warnanya ungu gelap hingga terang, dan panjangnya 7-10(-12) mm dengan bentuk tabung agak membengkok. Berbunga dari bulan Februari-Agustus. Berumbi kecil, coklat, dan daging umbinya putih warnanya. Panjang umbinya 2–4 cm. Akarnya serabut, dan membentuk ubi. Kandungan Senyawa Kentang Hitam Umbi kentang hitam mengandung antiproliferasi golongan triterpenic acid berupa ursolic acid (UA) dan oleanolic acid (OA). Di dalam Umbi mengandung gizi sampai 21.9% karbohidrat dan sekitar 1.3% protein (Nkansah, 2004). Nilai gizi yang terkandung di dalam umbi kentang hitam, seperti terlihat pada tabel sebagai berikut : Tabel 1. Kandungan gizi kentang hitam (Persatuan Ahli Gizi Indonesia, 2009) Kandungan per 100 g Kentang hitam Kentang Ubi Jalar Air (%) 64 83 78 Energi (kal) 142 62 88 Karbohidrat (g) 33.7 13.5 20.6 Proten (g) 0.9 2.1 0.4 Lemak (g) 0.4 0.2 0.4 Kalsium (mg) 34 63 30 Fosfor (mg) 75 5.8 10 Besi (mg) 0.2 0.7 0.5 Thiamin (mg) 0.02 0 0.66 Vi. C (mg) 38 21 36 Budidaya Tanaman Di Polibag Penanaman kentang hitam dalam polibag adalah inovasi alternative yang dapat diterapkan pada lahan sempit, seperti halaman perumahan, sekolahan, perkantoran, dll. Kelebihan penanaman dalam polibag adalah, mudah dalam pemeliharaan (penyiraman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit) dan pengaturan tempat. Persiapan penanaman dalam polibag , bahan dan alat yang diperlukan adalah : Polibag ukuran min 40 x 40 cm, tanah, kompos, pupuk kimia (NPK, Urea, SP.36, KCl), bibit kentang hitam, cangkul, sprayer, gembor, pisau. Proses penanaman kentang hitam dipolibag, dimulai dengan pengisisan media tanam berupa tanah dan pupuk kompos, perbandingan 1:1, sebanyak ¾ bagian polibag. Jika penanaman menggunakan umbi, sebaiknya umbi yang telah muncul mata tunasnya dan masukan 1-2 umbi/polibag. Sedangan bila menggunakan stek , ambil stek pucuk daun yang sehat dan tanam 1-2 stek/polibag. Bahan stek bisa diambil dari tanaman yang ada di lapangan, atau dari umbi yang telah ditunaskan khusus untuk diambil pucuknya. Proses selanjutnya adalah penyiraman setiap hari di awal pertumbuhan dan disesuaikan jika musim hujan. Pemupukan diberikan pada umur 21 Hst berupa Urea :30 gr/polibag, SP.36 : 25 gr/polibag dan KCl : 15 gr/polibag, dan pada umur 45 hst berupa Urea :15 gr dan KCL : 7,5 gr. Pupuk diberikan larikan sekitar 10 cm dr tanaman. Pengendalian hama dan penyakit diberikan penyemprotan insektisida dan fungisida. Perlakuaan selanjutnya yang penting adalah melakukan pemangkasan cabang, yaitu cabang cabang air yang terlalu rimbun dan juga bunga yang muncul. Hal ini dilakukan supaya perkembangan umbinya bisa banyak dan optimal. Karena kalau tanaman terlalu rimbun dan berbunga, maka pembentukan umbinya akan terhambat dan bisa jadi tanaman tidak mengeluarkan umbi, karena terjadi perbutan unsur hara. Setelah umur 150 -200 hari , sudah bisa dilakukan pemanenan, dengan tanda daun-daun sudah mulai menguning dan rontok serta umbi berwarna coklat tua, dari setiap polibag bisa dihasilkan umbi sekitar 200 -250 gr. Prospek Ekonomis Tanaman Atas dasar kandungan senyawa penting yang ada di dalam umbi kentang hitam, maka pengembangan tanaman memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan dalam polibag sebagai bahan alternative sumber karbohidrat keluarga dan masyarakat umumnya. Sosialisasi paket teknologi budidaya perlu dilakukan lebih intensif dan luas, sehingga pengembangan dan pemanfaatan kentang hitam akan lebih baik.