Loading...

Budidaya Kopi Arabika: Dari Kebun Lokal, Menuju Pasar Global

Budidaya Kopi Arabika: Dari Kebun Lokal, Menuju Pasar Global

Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Namun dari tahun 2021 hingga 2023 mengalami penurunan. Saat ini, petani di Kecamatan Muara lebuh mengembangkan budidaya kopi Arabika. Kopi Robusta memiliki aroma yang tidak sekuat Arabika, kekentalan sedang hingga kuat, dan cita rasa pahit. Kopi Liberika memiliki variasi bentuk dan ukuran biji, serta kadar kafein antara 1,1-1,3%. 

 

Keuntungan budidaya kopi Arabika meliputi harga jual lebih tinggikualitas rasa lebih kayapermintaan pasar premium yang stabil, dan potensi pendapatan bersih tinggi per hektar, meskipun biaya produksi dan perawatannya lebih intensif daripada Robusta. Petani bisa mendapatkan keuntungan finansial yang lebih besar per tahun karena nilai jualnya yang premium, terutama jika dikelola dengan baik melalui teknik seperti tumpang sari untuk diversifikasi pendapatan. Perbanyakan tanaman dapat dilakukan secara generatif.

Cara Budidaya Kopi Arabika 

1. Memilih Bibit yang Baik

Untuk memperbanyak bibit kopi ada dua cara diantaranya adalah memperbanyak secara generatif yaitu menggunakan biji, dan ada cara vegetatif dengan menggunakan cara stek. Untuk tumbuhan kopi arabika biasa didapatkan dengan cara generative. Kriteria indukan kopi arabika adalah umur dari bibit harus mencapai kira-kira 8-12 bulan, memiliki tinggi 20-40 cm, jumlah daun tua minimal 5-7 daun, memiliki jumlah cabang primer sebanyak 1, dan memiliki diameter batang 5-6 cm. Selanjutnya kebutuhan untuk bibit per hektarnya , seperti jarak antar tanaman 1,25 m x 1,25 m dengan jumlah tanaman hingga 6400 dengan presentare sulaman mencapai 25%. Setelah kita menemukan induk yang dinilai baik, pilihlah buah yang sudah matang dan juga sehat, pastikan kulitnya tidak keriput dan cacar, selanjutnya setelah pemetikan buah lakukan seleksi dengan cara direndam di dalam air. Ambil buah yang terendam didalam air itu adalah salah satu tanda bahwa bibit itu sehat dan tanpa cacat. Selanjutnya buang kulit dan juga daging buah karena yang kita butuhkan adalah bijinya, rendam biji kembali di dalam air selama 24 jam, setelah direndam cuci biji hingga hilang lendir yang terdapat di biji. Langkah selanjutnya keringkan biji selama 1-2 hari, dan ingat jangan jemur biji di bawah sinar matahari secara langsung. Perhatikan biji jika ada yang rusak, keriput dan juga terserang hama langsung pisahkan dengan biji yang lain. Setelah terkumpul biji yang berkualitas segara lakukan penyemaian. Jika biji tidak segera disemai dalam kurun waktu kurang dari 3 bulan itu akan menyebabkan tumbuh kembang dari biji tersebut akan menurun dan akan mengakibatkan hasil yang tidak maksimal.

2. Membuat Penyemaian

Langkah pertama yang dilakukan untuk menyemai yaitu membuat bedengan dengan ukuran 120 dengan tinggi 25 cm dengan panjang disesuaikan kondisi lahan.Untuk jarak antara bedengan kira-kira 50 cm, dan sebaiknya buatlah bedengan menghadap arah timur supaya mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk proses fotosintesis. Melakukan penggemburan tanah menggunakan cangkul sedalam 30 cm lalu campur tanah dengan pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 25 kg/ meter persegi. Selanjutnya lakukan penyemaian sedalam 1 cm dengan jarak antar benih 3 cm x 5cm, letakan benih dalam posisi telungkup, dengan jarak tanaman demikian kamu memerlukan kira-kira  800 benih bibit untuk 1 lahan.

Untuk merawat benih kopi arabika yang sudah ditanami cukup dengan membersihkan gulma dan juga melakukan penyiraman 1x dalam sehari yaitu ketika pagi dan sore jika tanah sekiranya kering. Setelah bibit berumur 10-12 minggu pindahkan ke dalam polybag, letakkan juga polybag dengan menghadap ke arah timur, untuk perawatan benih di dalam polybag masih sama dengan perawatan di bedengan cukup bersihkan gulma dan rutin untuk menyiram. Biasanya untuk varietas catimor ataupun arabika memiliki pucuk yang hijau, dan bibit yang terserang penyakit juga memiliki ciri yang sama.

3. Pengolahan Lahan dengan Baik

Bersihkan lahan dari gulma dam gemburkan tanah menggunakan cangkul atau alat bajak. Siapkan juga tanaman peneduh untuk melindungi bibit kopi arabika dari sinar matahari langsung, tanaman peneduh seperti dadap, lamtoro dan sengon, jangan khawatir untuk perawatan tanaman peneduh ini tidak rumit. Setelah lahan sudah bersih dari gulma dan rumput liar lanjut dengan membuat lubang tanaman, buat lubang 3 bulan sebelum masa tanaman. Ukuran lubang 50x50x50 cm, 60x60x60 cm, 75x75x75x cm atau 1x1x1 meter. Setelah membuat lubang kira-kira 3-6 bulan sebelum masa tanam, campuran tanah galian dengan pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 15-20 kg/lubang. Setelah itu cukup urungkan tanah tidak perlu dipadatkan. Sekarang bibit sudah siap untuk ditanam, pangkas daun bibit hingga tersisa ⅓ untuk mengurangi penguapan. Keluarkan bibit dari polybag, setelah itu gali lubang sepanjang akar bibit kopi tersebut. Dan bagi bibit yang memiliki akar tunjang pastikan akarnya tegak lurus. Lalu tutup lubang supaya tanaman bisa berdiri tegak dan bila diperlukan ajir supaya tanaman bisa berdiri tegak. Kamu bisa membuatnya dan pastikan kamu menanam tanpa merusak akarnya karena itu akan berpengaruh dalam pertumbuhan tanaman kopi.

Cara Perawatan Budidaya Kopi Arabika

1. Lakukan Penyulaman Kopi Arabika

Setelah bibit ditanaman dilahan yang luas makan kamu perlu melakukan penyulaman, dilakukan penyulaman minimal 1 minggu dua kali, setelah tanaman berusia 1-6 bulan kamu cukup melakukan pemeriksaan satu bulan sekali. Jika selama masa pemeriksaan kamu menemukan tanaman yang  mati atau sakit segera lakukan penyulaman. Lakukan penyulaman dengan bibit yang sama. Lakukan perawatan yang lebih untuk supaya tanaman penyulaman dapat menyamai pertumbuhan pohon lainnya.

 

2. Lakukan Pemupukan Ala Kopi Arabika

Pemberian pupuk untuk budidaya kopi arabika ini bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk buatan. Untuk pupuk organik bisa didapatkan dari sekitar tanaman seperti sisa-sisa hijauan dari pohon pelindung atau kulit dari buah kopi sisa pengupasan. Kebutuhan pupuk untuk setiap tanaman kopi arabika adalah 20-23 kg per 1-2 tahun. Cara memberikan pupuk untuk budidaya kopi arabika ini adalah membuat lubang khusus untuk pupuk yang mengelilingi tanaman. Kemudian masukan pupuk kompos ke dalam lubang tersebut, bisa juga dalam satu lubang kamu campurkan pupuk buatan. Dan untuk tanah yang memiliki pH dibawah 5 bisa kamu tambahkan kapur untuk membuat tanah tersebut menjadi netral, berikan kapur dilakukan 2-4 tahun sekali. Tujuan tanaman penutup tanah supaya menambah bahan organik yang terdapat di kebun budidaya kopi arabika. Selain itu juga berfungsi sebagai pelindung dan penyubur tanah serta bisa dijadikan sebagai sumber pupuk organik.

 

3. Lakukan Pemangkasan Kopi Arabika

Untuk pemangkasan budidaya kopi arabika ini menggunakan pemangkasan berbatang tunggal, dan pemangkasan ini juga lebih sesuai untuk kebun yang ada didaerah rendah dan juga atas.

Ada tiga tujuan dilakukannya pemangkasan untuk budidaya kopi arabika, diantaranya adalah :

  • Pemangkasan Pembentukan, pemangkasan ini bertujuan untuk membentuk kerangka tanaman seperti tajuk atau payung, sehingga bisa mencapai tinggi dan percabangan yang ideal
  • Pemangkasan Produksi, Cara pemangkasan produk ini adalah dengan membuang cabang dan batang yang tidak mengalami pertumbuhan yang optimal.

Tujuan pemangkasan produksi ini adalah untuk mempertahankan cabang atau batang yang memilih nilai tumbuh yang tinggi. Selain itu juga bertujuan untuk membuang cabang atau batang yang terkena hama dan juga penyakit.

  • Pemangkasan Peremajaan, Pemangkasan ini biasanya dilakukan beberapa saat setelah panen. Bisa juga dilakukan setelah tanaman mengalami penurunan panen, kira-kira jika hasil panen kurang dari 400 kg/hektar per tahun.

Tujuan dari pemangkasan peramajaan ini adalah untuk membentuk tulang tajuk yang sudah mulai tidak beraturan, dan disarankan setelah melakukan pemupukan ini memberikan nutrisi yang cukup pada tanaman.

 

4. Lakukan Penyiangan Kopi Arabika

Lakukan penyiangan setiap dua minggu sekali dan bersihkan gulma yang ada di bawah tajuk pohon kopi arabika. Jika tanaman sudah cukup besar kamu bisa melakukan penyiangan seperlunya saja atau kamu bisa mengandalkan dengan tanaman penutup tanah.

 

5. Pastikan Aman dari Hama dan Penyakit

Untuk budidaya kopi arabika ini ada beberapa jenis hama dan penyakit yang cukup mengganggu tanaman kopi seperti :

  • Hama penggerek buah kopi, hama ini menyerang tanaman kopi ketika masih berumur muda, akibatnya buah kaan berguguran atau tidak berkembang dengan maksimal. Lakukan sanitasi kebun, pemapasan pohon naungan, pemanenan buah yang terserang hama, dan juga penyemprotan kimia.
  • Hama bubuk cabang, biasanya hama ini menyerang cabang atau ranting kecil dari 3-7 pucuk tanaman kopi, dan akan mengakibatkan daun menjadi kuning dan rontok dan juga cabang akan mengering. Pengendalian hama ini adalah dengan penjarangan naungan dan penyemprotan kimia.
  • Penyakit karat daun, ini adalah salah satu penyakit yang sering ditemukan di budidaya kopi arabika, gejala dari penyakit ini adalah bisa kita lihat di bagian permukaan daun yang mengalami bercak kuning dan semakin lama semakin coklat. Untuk menghindari penyakit ini kamu bisa memulai budidaya kopi arabika dengan memilih lahan dengan tinggi diatas 1000 mdpl, atau penyemprotan kimia, memilih varietas unggul dan kultur teknis.

 

6. Panen Kopi

Pemanenan buah kopi yang umum dilakukan dengan cara memetik buah yang telah masak pada tanaman kopi adalah berusia mulai sekitar 2,5 – 3 tahun. Buah matang ditandai oleh perubahan warna kulit buah. Proses pengolahan basah atau semi-basah diawali dengan pengupasan kulit buah dengan mesin pengupas (pulper) tipe silinder untuk kemudian menghasilkan kopi HS, yaitu biji kopi yang masih terbungkus kulit tanduk.Lalu buah kopi dicuci sampai bersih dan dijemur sampai kering,lalu siap dijual kepengepul.

 

Penulis

BPP Kecamatan Muara,  Dinas Pertanian Tapanuli Utara

Sumber:

https://agribisnis.uma.ac.id/

https://repository.pertanian.go.id/