Labu madu yang memiliki nama latin Cucurbita moschata merupakan salah satu kelompok tanaman labu-labuan yang sedang menjadi trend dan banyak di gandrungi masyarakat.Di eropa sendiri tanaman ini mendapat julukan dengan nama Pumpkin Butternut, nama ini disematkan karena bentuk labu ini menyerupai bentuk kacang tanah namun berukuran lebih besar. Serta bagian dagingnya yang berwarna kuning seperti warna mentega. Di situbondo budidaya labu madu sangat cocok dengan karakter iklim dan jenis tanah di Kabupaten Situbondo. cara budidaya yang diterapkan di Situbondo adalah (1) persiapan lahan, Tanah pada lahan yang kan digunakan untuk menanam labu digemburkan terlebih dahulu, selanjutnya buatlah bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1 meter dan tinggi sekitar 15 cm-20 cm dan panjangnya dap[at menyesuaikan dengan panjang lahan tanam. Beri jarak antar bedengan sekitar 4 meter. Jika pH tanah tidak sesuai lakukan pengapuran, selanjutnya lakukan pemupukan dasar dengan menggunakan pupuk kandang dan pupuk NPK. Buatlah para-para atau tempat merambat tanaman labu mengguanakan kayu atau bambu yang kuat. (2)Jika lahan sudah siap dengan jarak 1 m x 4 meter (double row), maka jarak tanam antar bibit yaitu 1 meter di kanan dan bersela 1 meter di kiri dengan jarak tanam antar baris yaitu 50 cm. Usia bibit yang siap ditaman yaitu 2-3 hari setelah semai.(3)Lakukan penyiraman secara teratur agar kelembaban tanah selama musim panas tetap terjaga. Selain itu, jaga agar tanaman labu tidak terserang hama dan penyakit seperti serangga atau layu fusarium. karena di Situbondo cukup panas maka penyiraman dilakukan 1 minggu sekali. (4)Labu madu dapat dipanen setelah tanaman berumur sekitar 85 hingga 90 hari. Ciri-ciri buah yang siap panen yaitu tangkai buah bagian pangkal sudah berubah warna dari hijau ke kecokelatan, Warna buahnya sudah coklat mengkilap. Demikian cara budidaya tanaman labu madu yang kami lakukan di Kabupaten Situbondo. oleh: Tezzar Rulyanto, SP,MMA.