Loading...

Budidaya Lada Malonan Di Kota Balikpapan

Budidaya Lada Malonan Di Kota Balikpapan
BUDIDAYA LADA MALONAN DI KOTA BALIKPAPAN Lada ( Pipper nigrum Linn ) atau biasanya yang disebut dengan merica merupakan asal tanaman India. Di beberapa daerah tanaman lada memiliki nama yang berbeda salah satunya untuk Kalimantan lada / merica biasa di sebut dengan Sahang. Lada merupakan tanaman dataran rendah sehingga cocok ditanam di Kota Balikpapan. Pada tahun 1980 an tanaman lada /merica sudah mulai berkembang di Kota Balikpapan dengan menggunakan Bibit berasal dari Sulawesi. Lalu seiring waktu petani Balikpapan yang menggunakan lada varietas local beralih menggunakan bibit yang memiliki produksi tinggi seperti lada Malonan yang merupakan varietas Kalimantan Timur. Lada Malonan memiliki ciri daun berwarna hijau, berbentuk Jorong dengan pangkal daun membulat dan tulang daun menyirip ganjil 5 atau 7, bentuk batang bulat beralur berwarna hijau.Lada Malonan relative toleran terhadap busuk pangkal batang, mulai berbunga sampai petik selama 8 bulan dan berwarna buah putih. Kota Balikpapan Memiliki luasan lahan + 80 ha untuk pengembangan lada jenis lada malonan. Petani Kota Balikpapan menggunakan anjuran budidaya yang bersifat ramah lingkungan yang berkelanjutan dengan benar dan tepat. Contohnya menggunakan ajir / turus hidup yang memilik syarat tahan pangkas, tumbuh cepat dan akar lekat dengan baik., seperti gamal, jati, kapuk dan lain-lain. Untuk petani Balikpapan menggunakan pohon gamal karena mudah didapatkan. Untuk memulai penanaman kita perlu menyiapkan lahan, tidak di anjurkan lahan bekas kebun karet dan lada sakit. Pembuatan lubang tanam 45 x 45 x 45 cm atau 60 x 60 x 60 cm dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 m atau 3 x 3 m. tanah di biarkan selama 40 hari sebelum penanaman. Tanah bagian atas dicampur dengan pupuk kandang atau organic dan tricoderma. Lalu buat guludan 90 x 60 cm dan tinggi 25 – 30 cm. Tanaman Lada ditanam 3 – 4 buku ke dalam guludan, padatkan tanah dan diberi naungan. Menurut Balai penelitian tanaman rempah dan obat sebaiknya pemangkasan awal di umur 5-6 bulan, pemangkasan kedua di umur 13-14 bulan, dan pemangkasan ketiga di umur 21-22 bulan. Tanaman merica menggunakan penutup tanah seperti Arachis pintoii yang berguna untuk menjaga kelembaban, sebagai pupuk hijau untuk kesuburan tanah, mencegah erosi, menekan pertumbuhan gulma, dan makanan ternak. Untuk pagar keliling menggunakan tanaman hidup seperti jarak pagar dan rumput gajah. Melakukan pemangkasan sulur gantung dan sulur cacing. Pemangkasan tajar dilakukan sebelum pemupukan dengan tujuan mengurangi persaingan unsur hara dan membuat pertumbuhan optimal untuk tanaman lada. Untuk pemupukan tanaman lada muda dengan menggunakan pupuk N:P:K:Mg dengan perbandingan 1:2:3:4 dan waktu pemberian pertama pada awal musim hujan, dengan kondisi ajir dipangkas semua, pupuk yang diberikan 20 gram dan 20 gram pupuk kandang. Pemberian pupuk kedua diberikan 3 bulan sesudah pemupukan pertama dengan kondisi tajar dipangkas ringan dan pupuk seberat 40 gram dan 30 gram pupuk kandang. Pemangkasan ketiga dilakukan setelah pemupukan kedua dengan kondisi tajar disisakan 2-3 cabang dan pupuk seberat 60 gram dan 60 gram pupuk kandang/organik. Pemupukan keempat dilakukan pada saat tajar dipangkas ringan dengan berat pupuk 80 gram dan 80 gram pupuk organik. Pemupukan tanaman produktif dengan 1600 gram NPKMg (12 : 12 : 17 : 2 ) per tanaman dan diberikan 3-4 kali per tahun. Pemupukan pertama di awal musim penghujan dengan 640 gram pupuk dan tajar dalam kondisi pangkas semua. Pemupukan kedua dilakukan setelah 30-40 hari pemupukan pertama dengan dosis 480 gram pupuk dan kondisi tajar pangkas ringan. Pemupukan ketiga dilakukan setelah 30-40 hari setelah pemupukan kedua dengan kondisi tajar pemangkasan ringan dengan dosis pupuk 320 gram. Pemupukan keempat dilakukan setelah 30-40 hari pemupukan ketiga dengan dosis pupuk 160 gram dan kondisi tajar disisakan 2-3 cabang. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara menurunkan permukaan guludan, lalu di beri pupuk dan tutup kembali dengan tanah. Hama utama tanaman lada penggerek batang, penghisap bunga dan buah. Untuk Penyakit utama lada adalah Kuning dan kerdil. Selain itu juga ada serangan ganggang merah, dan horse hair.Penanganan secara teknis, hayati dan kimia. Penanganan teknis seperti membuat parit keliling, pemilihan bibit yang baik, pemangkasan. Untuk Hayati bisa menggunakan tricoderma dan bahan organic yang dibenamkan, serta jamur Beauveria bassiana. Untuk penanganan secara kimia menggunakan pestisida sesuai anjuran. Menurut pusat penelitian dan pengembangan perkebunan untuk varietas malonan dapat menghasilkan sekitar 2,1 ton / ha dengan harga jual petani Rp.40.000,- / kg untuk saat ini. Penulis: Ratna Sari, SP ( Penyuluh Pertanian Karang Joang IV, Kel. Karang Joang, Kota Balikpapan ) Sumber : http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/varietas-unggul-lada-malonan-1/ http://balittro.litbang.pertanian.go.id