Loading...

Budidaya Nanas Dengan Tepat

Budidaya Nanas Dengan Tepat
PENULIS: BPP SIPAHUTAR, DINAS PERTANIAN TAPANULI UTARA Nanas (Ananas comosus) adalah tanaman buah tropis yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil, baik untuk konsumsi segar maupun industri olahan seperti selai, sirup, dan kalengan. Selain rasanya yang manis dan segar yang membuat banyak masyarakat yang menyukainya. Buah nanas juga memiliki banyak manfaat : a.Sumber Vitamin C (meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu pembentukan kolagen untuk kesehatan kulit dan jaringan), b.Mengandung Enzim Bromelin (membantu pencernaan protein, mengurangi peradangan, dan mempercepat penyembuhan luka), c.Tinggi Serat (melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit), d.Sifat Antioksidan (menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh), e.Menjaga Kesehatan Tulang (mengandung mangan yang penting untuk kekuatan tulang dan metabolisme tubuh). Syarat Tumbuh Agar tanaman nanas berproduksi optimal, beberapa faktor tumbuh perlu diperhatikan: Iklim. Nanas tumbuh baik pada suhu 23–32°C. Membutuhkan sinar matahari penuh minimal 6 jam/hari. Ketinggian Tempat. Dapat dibudidayakan dari dataran rendah hingga 1.200 mdpl, namun hasil terbaik di ketinggian 100–700 mdpl Tanah. Tanah gembur, berdrainase baik, pH 4,5–6,5. Tidak tahan terhadap genangan air Curah Hujan. Ideal 1.000–1.500 mm/tahun dengan distribusi merata. Persiapan Lahan dan Pengolahan Tanah Lahan harus dibersihkan dari gulma, sisa tanaman sebelumnya, dan batu-batu yang dapat menghambat pertumbuhan. Setelah bersih, tanah digemburkan hingga kedalaman sekitar 30 cm untuk memperbaiki aerasi dan mempermudah perakaran. Pada lahan dengan drainase buruk, pembuatan bedengan atau guludan sangat dianjurkan agar air tidak menggenang, karena genangan air dapat memicu busuk akar pada tanaman nanas. Pengaturan Jarak Tanam Jarak tanam nanas itu sederhananya adalah seberapa jauh kita menempatkan satu tanaman nanas dengan tanaman lainnya supaya semuanya bisa tumbuh sehat dan menghasilkan buah yang bagus. Kalau ditanam terlalu rapat → tanamannya berebut sinar matahari, air, dan makanan dari tanah, hasil buah jadi kecil dan gampang terserang penyakit. Kalau terlalu jarang → lahan jadi banyak yang kosong, jumlah tanaman sedikit, hasil panen berkurang. Untuk kebun biasanya: Sistem Monokultur Jarak dalam baris: 25–40 cm Jarak antarbaris: 80–100 cm Kepadatan tanam: ± 25.000–35.000 tanaman/ha Sistem Tumpangsari Jarak dalam baris: 30–50 cm Jarak antarbaris: 90–120 cm Disesuaikan dengan tanaman sela (misalnya jagung, kacang tanah). Kepadatan biasanya 40.000–60.000 tanaman per hektar. Atur jarak supaya setiap tanaman dapat cukup sinar matahari, nutrisi, dan ruang untuk tumbuh, sehingga buahnya besar dan manis. Pembibitan Nanas Bahan tanam nanas dapat berasal dari tiga jenis tunas, yaitu tunas mahkota (crown) yang diambil dari pucuk buah, tunas batang (slip) yang tumbuh di bawah buah pada tangkai, dan tunas samping (sucker) yang muncul di ketiak daun batang utama. Bibit yang baik harus bebas hama dan penyakit, memiliki ukuran seragam dengan tinggi 25–40 cm, serta akar yang sehat. Sebelum ditanam, bibit sebaiknya dijemur selama 1–2 hari untuk mengurangi kadar air pada batang dan mencegah busuk akar. Penanaman Waktu tanam terbaik adalah pada awal musim hujan agar tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup tanpa perlu penyiraman intensif. Lubang tanam dibuat sesuai ukuran bibit, sekitar 15 cm, kemudian bibit ditanam secara tegak dan tanah di sekitar pangkal dipadatkan. Pada musim kemarau, penyiraman rutin diperlukan untuk menjaga kelembaban tanah. Pemeliharaan Tanaman Penyulaman. Dilakukan maksimal 1 bulan setelah tanam untuk mengganti bibit yang mati atau tumbuh tidak normal Penyiangan. Gulma dibersihkan setiap 1–2 bulan sekali agar tidak bersaing memperebutkan hara, air, dan cahaya. Pemupukan. Ada beberapa pemupukan yang dilakukan: a. Pemupukan Dasar (sebelum tanam). Pupuk kandang: 20–30 ton/ha, dicampur merata dengan tanah. Dolomit/Kapur pertanian: 1–2 ton/ha jika pH tanah <5,0, diberikan 2–3 minggu sebelum tanam. b. Pemupukan Susulan. Dilakukan beberapa tahap sesuai umur tanaman: Umur Tanaman Jenis & Dosis Pupuk (per ha) Keterangan 2–3 bulan Urea 150 kg, SP-36 200 kg, KCl 200 kg Tabur di sekitar pangkal tanaman. 5–6 bulan Urea 150 kg, KCl 200 kg Tabur atau kocor. 9–10 bulan Urea 100 kg, KCl 200 kg Untuk mendukung pembentukan buah. Pemupukan Per Pohon (jika skala kecil) Umur 2–3 bulan: ±5 g urea, 10 g SP-36, 10 g KCl per tanaman. Umur 5–6 bulan: ±5 g urea, 10 g KCl per tanaman. Umur 9–10 bulan: ±3 g urea, 10 g KCl per tanaman. 7. Pengairan dan Drainase Walaupun nanas tahan kekeringan, ketersediaan air yang cukup akan meningkatkan ukuran dan rasa buah. Drainase yang baik mutlak diperlukan untuk menghindari genangan yang dapat menyebabkan busuk akar 8. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama utama: kutu putih, ulat daun, dan penggerek batang. Penyakit utama: busuk pangkal, layu fusarium, dan busuk hati. Pencegahan dapat dilakukan dengan sanitasi kebun, rotasi tanaman, serta penggunaan pestisida nabati untuk serangan ringan 9. Panen Umur dan Waktu Panen Nanas mulai berbuah pada umur 16–24 bulan setelah tanam, dipengaruhi varietas, perawatan, dan kondisi lingkungan. Panen dilakukan saat buah matang optimal sesuai tujuan, baik untuk konsumsi segar maupun industri. Waktu panen terbaik adalah pagi atau sore hari agar mengurangi penguapan. Ciri Buah Siap Panen Konsumsi Segar (Pasar Lokal): Kulit buah mulai kuning keemasan dari dasar ke atas, aroma harum khas nanas tercium, mata buah datar dan melebar, serta mahkota kuat dan tidak mudah lepas. Pengiriman Jauh / Industri: Kulit dominan hijau dengan sedikit kuning di dasar, buah keras sehingga lebih tahan simpan, kadar gula rendah untuk mencegah fermentasi saat pengangkutan. Teknik Panen Gunakan pisau atau parang tajam dan bersih, pegang buah lalu potong tangkai ±2–3 cm dari pangkal. Hindari guncangan atau jatuh agar tidak memar. Susun buah rapi di keranjang atau wadah panen. Penanganan Pasca Panen Pembersihan: Lap kering atau semprot air bersih, lalu keringanginkan. Sortasi: Pisahkan berdasarkan ukuran, kematangan, dan kondisi kulit. Pengemasan: Gunakan keranjang bambu, peti kayu, atau kardus berlubang dengan lapisan pelindung. Penyimpanan: Simpan pada suhu 7–10°C dengan kelembaban 85–90% agar tahan 2–3 minggu. Transportasi: Wadah tidak boleh terlalu penuh, buah disusun rapi untuk menghindari kerusakan.