I. PENDAHULUAN Okra, Abelmoschus esculentus, merupakan tanaman herba semusim anggota dari keluarga Malvaceae yang dibudidayakan untuk polongnya yang enak dimakan. Tanaman okra memiliki batang memanjang, ada yang berbulu ada yang tidak, dengan daun berbentuk hati. Daun memiliki panjang 10 – 20 cm dan memiliki 5 – 7 jari. Tanaman okra menghasilkan bunga dengan lima kelopak bunga berwarna putih sampai kuning. Diameter bunga antara 4 – 8 cm. Polong okra berbentuk kapsul, panjangnya dapat mencapai 25 cm, serta mengandung banyak biji. Tanaman okra dapat tumbuh mencapai 1,2 – 1,8 tingginya dan sebagai tanaman semusim, tanaman okra hanya bertahan hidup dalam satu musim tanam saja. Buah okra sering diibaratkan sebagai ‘lady’s fingers’ (jari-jari wanita) dan diperkirakan berasal dari Ethiopia. Okra belum banyak dibudidayakan dan diketahui oleh masyarakat Indonesia. Polong mudanya enak dimakan segar atau dimasak seperti oyong. Biji-biji yang sudah tua dapat diekstraksi untuk diambil minyaknya. Serat dari tanaman okra dapat digunakan untuk membuat kertas. II. BUDIDAYA TANAMAN A. Syarat Tumbuh Tanaman okra menyukai panas, paling baik dikembangkan di daerah selatan katulistiwa, membutuhkan tanah dengan drainase yang baik, tipe pasir ringan sampai lempung medium. Tanah harus mengandung bahan organik tinggi dengan pH antara 5,8 – 6,8. Apabila tanaman okra ditanam pada tanah liat, penyemaian biji harus dilakukan untuk mengatasi kesulitan pengecambahan pada tanah liat yang keras. Tanaman harus ditanam pada lahan yang mendapat banyak sinar matahari dengan temperatur yang panas. Temperatur tanah setidaknya 18,3oC dengan temperatur tanah optimal antara 23,9 – 32,3oC. B. Perbanyakan Tanaman Tanaman okra dikembangbiakkan dengan biji. Merendam biji dalam air semalam sebelum tanam dapat mempercepat biji berkecambah. Pada penanaman di pekarangan, biji ditanam pada kedalaman 2,5 cm dengan jarak tanam 25 – 45 cm. Pada lahan, bibit ditanam dengan jarak tanam 0,65 – 1,0 m. Untuk setiap hektar dibutuhkan biji okra sekitar 5 – 6 kg. Tanaman akan mencapai ukuran dewasa (15,0 – 22,5 cm) setelah berumur 4 – 6 minggu. C. Pemeliharaan Tanaman Tanaman okra membutuhkan tanah yang lembap untuk pertumbuhan yang optimal. Air harus diberikan sebanyak 37,5 mm setiap 10 hari sekali untuk daerah yang panas. Untuk daerah yang dingin, tanaman membutuhkan lebih sedikit air. Tanaman okra akan tumbuh dengan baik bila diberi cukup hara nitrogen dan fosfor. Petani biasanya memberikan 100 kg/ha amonium fosfat sebelum menanam benih. Pupuk kandang matang halus disebarkan ke lahan seminggu sebelum tanam. Dan sebagai pupuk tambahan, dapat diberikan 40 – 60 kg/ha pupuk nitrogen (ZA) 6 minggu setelah tanam. Dari tanam hingga panen, gulma dapat menjadi masalah sehingga perlu diatasi. Untuk tanaman di pekarangan, gulma dapat diatasi dengan metode mekanik. Sedangkan untuk kebun skala luas, penggunaan herbisida dapat dilakukan. D. Pemanenan Tanaman okra biasanya sudah mulai panen 2 bulan setelah penanaman. Polong okra sudah bisa dipanen 4 – 6 hari setelah pembungaan. Polong sebaiknya dipanen setiap 2 – 3 hari sekali, setelah ukurannya mencapai 7,6 – 15,2 cm. Polong dipanen dengan memotong menggunakan pisau tajam atau dipetik dengan tangan. (Penulis: Kres Dahana, S.P.) Referensi http://www.ipm.ucdavis.edu/PMG/selecnewpest.okra.html https://www.plantvillage.org/en/topics/okra/infos/diseases_and_pests_description_uses_propagation