Loading...

Budidaya Padi Gogo Di Lahan Miring

Budidaya Padi Gogo Di Lahan Miring
Penanaman padi gogo di lahan miring memerlukan pendekatan khusus untuk mengatasi tantangan seperti erosi, kekurangan air, dan kesuburan tanah yang terbatas. Materi penyuluhan ini dirancang untuk membantu petani mengoptimalkan hasil panen di lahan miring. Persiapan Lahan dan Konservasi Tanah Tantangan utama di lahan miring adalah erosi. Pengelolaan lahan yang tepat sangat penting. Pembuatan Teras: Buatlah terasering atau bedengan-bedengan melintang lereng. Teras berfungsi untuk memperlambat aliran air hujan, menahan tanah agar tidak tergerus, dan memudahkan perawatan. Pembersihan Lahan: Bersihkan lahan dari gulma dan sisa tanaman, namun hindari pembakaran yang dapat merusak struktur tanah. Tanaman Penutup Tanah (Cover Crop): Tanam jenis rumput atau legum di antara barisan padi untuk menjaga kelembaban tanah dan mencegah erosi. Contoh tanaman penutup tanah yang cocok adalah jenis kacang-kacangan. Olah Tanah Minimal (Minimum Tillage): Jika kemiringan lahan sangat curam, hindari pengolahan tanah yang berlebihan. Cukup buat lubang tanam dengan tugal, karena pengolahan tanah yang masif dapat meningkatkan risiko erosi. Pemilihan Varietas Unggul Pilihlah varietas padi gogo yang tahan kekeringan dan memiliki adaptasi yang baik di lahan kering. Beberapa varietas unggul yang direkomendasikan antara lain Inpago, Situ Bagendit, dan Gogo Aromatik. Penanaman Waktu Tanam: Tanam padi gogo pada awal musim hujan setelah tanah basah secara merata. Ini memastikan ketersediaan air yang cukup pada awal pertumbuhan. Teknik Tanam: Gunakan sistem tugal atau larikan. Tugal: Buat lubang tanam dengan tugal sedalam 3-5 cm. Masukkan 3-5 butir benih per lubang dengan jarak tanam yang disesuaikan (misalnya 25 cm x 25 cm). Larikan: Tanam benih dalam alur-alur yang dibuat melintang lereng. Kebutuhan Benih: Sekitar 30-40 kg benih per hektar. Pemupukan Pupuk Dasar: Berikan pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) saat pengolahan lahan untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. Pupuk Susulan: Lakukan pemupukan susulan dengan pupuk NPK sesuai dosis yang dianjurkan oleh penyuluh pertanian setempat. Pengendalian Hama dan Penyakit Lahan kering rentan terhadap serangan hama. Lakukan pemantauan rutin untuk mengidentifikasi gejala serangan hama atau penyakit sejak dini. Hama: Ulat grayak, lalat bibit, dan wereng. Penyakit: Penyakit blas (patah leher) merupakan ancaman utama. Panen Panen dapat dilakukan ketika 95% gabah sudah menguning dan keras. Waktu panen bervariasi antara 100-125 hari setelah tanam, tergantung varietasnya. ditulis : Harpen J Purba, Sulastri Siagian, Vernando Simanullang PP BPP Adiankoting Tapanuli Utara Sumut Sumber Informasi Materi ini disusun dari berbagai sumber terpercaya, termasuk dari lembaga pemerintah dan riset pertanian. Anda dapat mencari informasi lebih lanjut melalui tautan berikut: Padi Gogo, Lahan Kering, Varietas Unggul Baru (VUB) - Dokumen dari Kementerian Pertanian RI yang menjelaskan teknik budidaya padi gogo. Cara Menanam Padi Gogo di Lahan Kering - Kompas.com - Artikel yang membahas secara ringkas tahapan penanaman padi gogo. TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI TOLERAN KEKERINGAN - Buku referensi yang secara mendalam mengulas teknologi budidaya padi toleran kekeringan, yang relevan untuk padi gogo. MENGENAL PADI GOGO - Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng - Artikel dari Dinas Pertanian yang menjelaskan tentang padi gogo dan teknik konservasi tanah.