Loading...

Budidaya Padi Gora

Budidaya Padi Gora
Tanaman Padi (Orysza sativa) dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik pada lahan sawah maupun lahan kering. Budidaya padi lahan kering dikenal manusia lebih dahulu daripada budidaya padi sawah. Budidaya gogo rancah atau biasa disingkat gora merupakan modifikasi dari budidaya lahan kering. Budidaya padi gora hanya dilakukan satu kali dalam satu tahun yaitu pada saat menjelang musim hujan (bulan Desember-April) untuk wilayah NTT. Tahapan dalam Budidaya Padi Gora Persiapan Lahan Persiapan lahan dengan cara membabat gulma/rumput dan dijemur/dibiarkan sampai kering. Setelah kering dapat dibakar, abu hasil pembakaran dapat berfungsi meningkatkan PH tanah terutama pada lahan gambut. Bila gulma yang relatif kecil langsung dibajak tanpa harus dibakar terlebih dahulu. Setelah lahan sudah dibersihkan,langkah selanjutnya adalah pengolahan tanah. Tanah diolah dengan cara dibajak,pembajakan dapat dilakukan 2-3 kali sampai tanah menjadi gembur. Pemupukan Dasar: Menggunakan pupuk kandang atau, pupuk SP 36/TSP. Pemberian pupuk dasar satu minggu sebelum tanam, sedangkan dosis pupuk disesuaikan dengan tingkat kesuburan wilayah setempat. Persiapan Benih Padi Dapat menggunakan benih lokal yang ada di wilayah maupun benih berlabel. Untuk daerah NTT khususnya di wilaya Desa Boru Kecamatan Wulanggitang sejak 10 Tahun terakhir, menggunakan benih Varietas Ciherang di lahan gora. Varietas Ciherang ini mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat, produksi tinggi dan tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Kebutuhan benih padi gora yang bersumber dari benih berlabel berkisar 25-30 kg/ha, sedangkan benih hasil sendiri tahun sebelumnya 70-100 kg/ha. Jika menggunakan benih sendiri dari hasil tanaman sebelumnya, maka pililah benih padi yang sehat, jumlah anakan banyak dan bulir yang banyak. Penanaman Waktu Tanam: Waktu tanam yang tepat adalah menunggu sampai turun hujan beberapa kali dimana kondisi tanah sudah benar-basah. Tujuannya adalah memudahkan proses penugalan, menghindar dari kekeringan, serta benih dapat tumbuh dengan baik. Cara Tanam: Penanaman dengan cara ditugal mengikuti jalur tali. Penanaman dengan sistim tanam Jajar Legowo 2:1, 4:1, 5:1 atau disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi setempat. Benih ditanam 4-5 biji per lubang untuk benih berlabel dan 10-15 biji per lubang jika benih perolehan sendiri dari tanaman sebelumnya. Penyiangan Penyiangan bertujuan membersihkan tanaman padi dari gulma atau rumput liar agar tidak terjadi persaingan dalam pengambilan makanan. Penyiangan dapat menggunakan tofa, arit atau dapat menggunakan herbisida. Penggunaan herbisida harus selektif agar tanaman tetap sehat dan tidak menghambat pertumbuhan tanaman padi. Penyiangan dapat dilakukan 2-3 kali disesuaikan dengan kondisi/ rumput yang ada. Pemupukan Pemupukan Susulan I pada saat umur tanaman 2 minggu setelah tanam, dan padalahan yang sudah dibersihkandari rumput liar/gulma. Jenis pupuk yang digunakan adalah urea, TSP, KCL atau dapat menggunakan pupuk NPK. Dosis pupuk disesuaikan dengan tingkat kesuburan tanah dan kondisi tanaman. Untuk lahan di wilayah Desa Boru menggunakan pupuk Urea 100 kg/ha dan NPK 200 kg/ha. Pengendalian Hama dan Penyakit Teknik pengendalian hama dan penyakit untuk padi gora hampir sama dengan pada padi sawah. Prinsipnya bahwa pengendalian kiwiawi adalah alternatif terakhir setelah teknik pengendalian lainnya tidak memberikan dampak perubahan atau intensitas serangan hama dan penyakit semakin meningkat. Untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit, maka perlu memperhatikan kondisi lahan padi agar selalu bersih. Pengendalian kimiawi menggunakan pestisida harus selektif, disesuaikan dengan jenis dan dosinya agar tidak merugikan tanaman dan manusia. Hama yang biasa ditemukan pada tanaman padi gora adalah, wereng coklat, penggerek batang, uret, walang sangit, sundep, tikus, hama putih. Sedangkan jenis penyakit yang sering menyerang tanaman padi gora adalah bercak daun, hawar daun dan blast. Untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit, maka perlu memperhatikan kondisi lahan padi agar selalu bersih. Panen Umur Panen: Setiap varietas padi berbeda umur panennya, untuk itu umur panen tanaman tergantung dari varietas tanaman tersebut. Mulai dari umur 3, 4 sampai 5 bulan. Untuk varietas ciherang dapat dipanen 4 bulan setelah tanam. Kriteria Panen: Daun bendera telah menguning dan 95% gabah sudah menguning, umur tanaman sudah cukup sesuai varietas, kadar air 21-26%. Cara panen: Panen menggunakan sabit: dapat dipotong, atas, tengah atau bawah sesuai cara perontokannya. Bila menggunakan mesin perontok maka dilakukan potong atas, sedangkan potong bawah bila dibanting/digembot atau menggunakan pedalthresher. Pasca Panen Perontokan padi adalah penanganan setelah panen/pasca panen dimana tujuannya untuk melepaskan bulir padi dari batangnya. Perontokan harus segerah dilakukan setelah panen. Perontokan sebaiknya dilakukan langsung dilahan setelah panen untuk menghindar tercecernya padi. Perontokan dapat menggunakan alat mesin atau tenaga manusia. Setelah rontok langsung dilakukan penjemuran sampai mencapai kadar air maksimum 14 % dengan tujuan agar gabah tidak mudah rusak pada saat penyimpanan. Agar gabah kering merata maka pada saat penjemuran dilakukan pembalikan 3 jam sekali. Setelah kering gabah di kemas dan disimpan. Veronika Hape Watu, SST (PPL WKPP Wulanggitang-BPP Boru)