Dalam rangka upaya pencapaian swasembada pangan tahun 2017, berbagai upaya telah dilaksanakan diantaranya melalui Upaya khusus Padi, Jagung dan Kedelai (UPSUS PAJALE). Berbagai bantuan sarana dan prasarana telah diluncurkan. Bantuan benih padi hibridapun juga telah diluncurkan. Namun yang menjadi masalah adalah dalam pengembangan padi hibrida harus diikuti oleh teknik budidaya yang tepat agar mampu memberi hasil maksimal. Untuk itu dalam ruang ini disampaikan teknik budidaya padi hibrida yang meliputi kegiatan pesemaian, penanaman, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit; serta panen. Secara rinci kegiatan budidaya padi hibrida dapat disampaikan sebagai berikut: 1. PersemaianKegiatan pesemaian dapat dilakukan dengan cara : ¢ Persiapkan lahan persemaian seluas 500 m per hektar; ¢ Siapkan bedengan dengan lebar 1 “ 2 m, panjang sesuai lebar petakan, jarak antar bedeng 30 cm, tinggikan bedengan persemaian 5-10 cm dari sekelilingnya; ¢ Genangi air dan biarkan selama 2 hari; ¢ Berikan pupuk dasar sehari sebelum sebar dengan takaran per meter 5 gram urea dan 10 gram NPK (15:15:15); ¢ Jemur benih selama 1 “ 2 jam pada pagi hari ( kurang lebih dimulai jam 7) kemudian rendam benih selama 2 jam dengan air bersih, buang air rendaman dan ganti dengan air bersih; ¢ Perendaman dilanjutkan sampai 22 jam (total sehari semalam 24 jam); ¢ Dianjurkan untuk mengganti air dengan air bersih setiap 3 “ 4 jam; ¢ Peram benih selama 24 “ 36 jam ditempat yang teduh atau sampai keluar calon akar 1 mm; ¢ Gunakan kantong peram bersih dan benih dalam keadaan lembab; ¢ Sebar benih secara merata tidak terlalu rapat. Catatan : Perhatikan pada saat sebar kondisi air macak “ macak, dijaga agar air tidak menggenangi bedengan sebelum fase 1 batang dan 1 daun, dan bedengan tetap basah; ¢ Berikan pupuk susulan seminggu setelah sebar dengan takaran 10 gram urea per meter dan insektisida hayati metharizium untuk mengendalikan penggerek batang. 2. PenanamanKegiatan penanaman meliputi :¢ Tanam bibit umur 15 “ 16 hari atau saat bibit berdaun 3 “ 5 helai; ¢ Jarak tanam 25 x 25 cm dengan menggunakan sistem tegel.¢ Disarankan untuk menambah populasi dapat menggunakan sistem jajar legowo 2 : 1; ¢ Jumlah bibit 1 “ 2 batang per lubang tanam, dengan kedalaman 1 “ 2 cm. 3. Pemupukan¢ Dianjurkan untuk menggunakan pupuk organik dengan dosis sesuai anjuran tanam (setelah pengolahan tanah). ¢ Bisa dilakukan dengan pupuk tunggal atau dengan pupuk majemuk melalui 3 kali aplikasi¢ Pemupukan pertama dilakukan 5 “ 7 hari setelah tanam (hst)) bisa dengan pupuk tunggal (90 kg urea, 150 kg sp36, dan 50 kg KCL) atau dengan pupuk majemuk (75 kg urea dan 150 kg NPK 15 : 15 :15). ¢ Pemupukan kedua bisa dengan pupuk tunggal (60 kg urea) atau dengan pupuk majemuk (50 kg urea dan 150 kg NPK 15 :15 :15) ¢ Pemupukan ketiga dengan pupuk tunggal (30 “ 60 kg urea) dan 50 kg KCL) atau majemuk (30 “ 60 kg urea). 4. Pengairan¢ Jaga ketinggian air di sawah kurang lebih 5 cm sampai berumur 10 hari untuk mempercepat pertumbuhan bibit dan menghambat gulma.¢ Lakukan penggenangan dan pengeringan macak “ macak secara rutin sampai masa pembungaan.¢ Sejak masa pembungaan sampai 14 hari sebelum panen, lahan terus diairi setinggi kurang lebih 5 cm¢ Kurangi penggenangan air 2 minggu sebelum panen dan pada saat panen lahan dalam kondisi kering¢ Perhatikan pada saat pemupukan sampai hari ke 4 setelah pemupukan kondisi lahan macak “ macak agar pupuk terserap optimal. 5. Pengendalian Hama dan PenyakitDianjurkan untuk dilakukan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dan berkoordinasi dengan pengamat hama terdekat. 6. Panen¢ Waktu panen dilakukan setelah 95 % gabah telah menguning.¢ Pemanenan pada saat yang tepat akan meningkatkan rendemen beras dan persentase beras kepala. Dari uraian tersebut di atas maka teknologi budidaya padi hibrida yang ditujukan untuk mengoptimalkan produktivitas tanaman padi sesuai dengan sifat dan karakteristik varietas padi hibrida dapat dioptimalkan. Dengan demikian diharapkan swasembada berkelanjutan komoditas padi dapat tercapai. Siti Nurjanah Penyuluh Pertanian Utama, Pusat Penyuluhan Pertanian. BPPSDMP Kementerian Pertanian. Email : snurjanah8514@yahoo.comSumber : 1) Padi Untuk Rakyat Indonesia (PURI), Teknologi Bioindustri Padi Mendukung Swasembada Beras Berkelanjutan, 2013, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian.2) Sumber Gambar : https://www.google.com3) http://berkahnandur.id/2015/12/10/budidaya-padi-hibrida/ diakses 11 Mei 2016 Pukul 18.03