Mengelola padi pasang surut membutuhkan strategi yang berbeda dengan padi sawah pada umumnya, Penanaman padi di sawah pasang surut harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan lingkungannya, pengairannya dari air sungai yang tergantung dari pengaruh pasang surutnya air laut..Padi pasang surut dapat ditanam pada tipologi lahan Pada lahan pasang surut yang akan digunakan untuk penanaman padi varietas Banyuasin perlu disiapkan dengan melakukan pengolahan lahan dengan cara membersihkan rumput dan belukar dengan menggunakan parang atau dengan herbisida yang dipendamkan kedalam tanah, kemudian dilanjutkan kegiatan pengolahan tanah yang dilakukan dua tahap. Kedalaman pengolahan tanah kurang lebih 20 - 25 cm usahakan jangan sampai lapisan pirit terangkat. Kemudian tanah yang sudah diolah diberikan genangan air agar racun yang ada pada pirit dapat terpisahkan dari tanah dengan tinggi genangan air 5 - 10 cm. Untuk membuang zat beracun pada tanah perlu tersedia saluran mengalir berukuran lebar saluran 30 cm, jarak antar saluran 6 - 10 cm dengan kedalaman saluran 20 cm. Budidaya padi Banyuasin terangkai dalam beberapa tahapan sebagai berikut : 1. Penyemaian benih Dapat dilakukan dengan 2 cara penyemaian penyemaian basah dan kering. Penyemaian basah ; - perendaman benih selama 12 - 24 ijam kemudian angkat dan biarkan berkecambah selama 1 - 2 hari - tanah diolah secara sempurna bila dilakukan dua kali kemudian ratakan dan taburkan pupuk dengan dosis 10 gram urea 10 gram TSP dan 10 gram KCl - Luas lahan persemaian 300 - 500 m2 untuk setiap hektar pertanaman Penyemaian kering : - Penyemaian dilakukan di guludan dengan cara benih langsung disemai tanpa perendaman - Diatas persemaian taburkan tanah halus atau abu sekam - Untuk mencegah serangan orong orong benih dapat dicampur dengan insektisida ( Furadan 3 G dengan ukuran 1 gram untuk setiap m2 ) - Pencegahan pada serangan penyakit blas dilakukan dengan mencampur fungisida Benlate T20 WP sebanyak 1 gram/kg benih yang diaduk merata 2. Penanaman Dilakukan secara tandur jajar dan jarak tanam disesuikan kondisi lahan pada lahan potensial 25 x 25 cm, lahan sulfat masam 20 x 20 cm dan lahan gambut jarak tanam 20 x 20 cm.Kebutuhan jumlah bibit 3 - 4 batang/rumpun. Waktu tanam padi pasang surut dilakukan dua kali, yaitu musim tanam pertama pertengahan bulan Oktober s/d awal Npvember dan pada musim tanam kedua penanaman pertengahan bulan Maret s/d awal April 3. Penyiangan Penyiangan tanaman dilakukan dengan cara dicabut dengan tangan kemudian dipendam dalam tanah, menggunakan alat gasrok dan pemakaian herbisida DMA - 6 dengan ukuran 3 - 4 liter/ha. Penyiangan tanaman dilakukan dua kali yaitu penyiangan pertama dilakukan pada padi umur 3 minggu setelah tanam dan penyiangan kedua saat umur padi mencapai 6 minggu setelah tanam 4. Pemupukan Dilakukan dengan cara disebar rata pada permukaan lahan dengan keadaan air sawah pada saat pemupukan harus macak macak.. Penggunaan takaran pupuk sangat tergantung pada tipologi lahan sebagaimana tersajilkan pada matriks dibawah 5.Panen Tanaman padi yang sudah memasuki masa panen dapat dicirikan sebagai berikut ; ¢ 90 % gabah sudah berwarna kuning ¢ Bila digigit gabah patah Nani Priwanti Soeharto Sumber ; 1) Liptan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Padang Marpoyan - Riau Departemen Pertanian 1997-1998 Tabel Pemberian pupuk pada masing masing tipologi lahan Normal 0 false false false EN-AU X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";} table.MsoTableGrid {mso-style-name:"Table Grid"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-priority:99; mso-style-unhide:no; border:solid black 1.0pt; mso-border-alt:solid black .5pt; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-border-insideh:.5pt solid black; mso-border-insidev:.5pt solid black; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ansi-language:EN-US;} TIPOLOGI LAHAN DOSIS PENGGUNAAN PUPUK WAKTU PEMBERIAN PUPUK 1. Potensial 2. Sulfat asam 3. Bergam but Urea 150 kg/ha SP 36 = 135 kg/ha KCl = 100 kg/ha Urea 250 kg/ha SP 36 = 135 kg/ha KCl = 100 kg/ha Urea 150 kg/ha SP 36 = 135 kg/ha KCl = 100 kg/h 1/3 takaran pada saat tanam 1/3 takaran pada 4 minggu setelah tanam 1/3 takaran pada 7 minggu setelah tanam seluruhnya pada saat tanam seluruhnya pada saat tanam 1/3 takaran pada saat tanam 1/3 takaran pada 4 minggu setelah tanam 1/3 takaran pada 7 minggu setelah tanam seluruhnya pada saat tanam seluruhnya pada saat tanam 1/3 takaran pada saat tanam 1/3 takaran pada 4 minggu setelah tanam 1/3 takaran pada 7 minggu setelah tanam seluruhnya pada saat tanam seluruhnya pada saat tanam