Teknologi tanam benih langsung (TABELA) merupakan salah satu terobosan memperpedek masa pertanaman atau budidaya padi, karena masaknya padi lebih cepat. Dalam hal ini, Tabela merupakan sistem budidaya yang menggantikan sistem "tandur pindah", input produksi terutama tenaga keja, keterampilan, waktu tanam, intensitas pertanaman (IP) dan produktivitas pertanaman yang bermuara pada peningkatan pandapatan petani. Curahan tenaga kerja yang biasanya dihemat sampai 33 %, sedangkan penghematan tenaga kerja dapat diperoleh dari pembuatan persemaian, pemupukan bibit, pencabutan bibit, pengangkutan bibit dan penanaman bibit. Keuntungan lainnya adalah lebih tinggi produksi yang dihasilkan dengan masa panen lebih cepat antara 15 - 20 hari, masaknya gabah serentak dan mutu padi juga lebih baik karena berkurangnya butir hijau. Cara tanam benih langsung (TABELA) padi sawah vareietas Memberamo pada sawah yang terjamin pengairannya, dengan meningkatkan intensitas pertanaman (IP) padi sawah menjadi 2 - 3, maka masa pertanaman padi memberamo dapat dipersingkat. Deskrepsi padi sawah varietas Memberamo mempunyai kisaran umur tanaman 115 - 120 hari, ternyata di lapangan padi Memberamo dengan cara tanam benih langsung umur tanamnya bisa 105 hari. Cara Bercocok Tanam Padi 1. Pengolahan Tanah Tanah diolah sempurna dengan menggunakan bajak 2 (dua) kali dan garu 2 (dua) kali atau dapat juga mengolah tanah dengan menggunakan mesin (hand traktor), kedalam lumpur kurang lebih 10 - 15 cm. Permukaan tanah dibuat rata sehingga tidak terjadi gundukan dan cekungan. Pada bagian cekung akan terjadi genangan air yang menyebabkan gabah sulit tumbuh, sedangkan pada gundukan akan menyebabkan gabah tumbuh lambat dan gulma akan tumbuh lebih cepat. Untuk perlakuan dilakukan pada kondisi tanah macak-macak. Untuk memudahkan di dalam melakukan penanaman, pemupukan, penyiangan dan pengendalian hama penyakit harus dibuat saluran keliling dan tengah-tengah searah petakan (saluran cacing) sebagai saluaran pemasukan air atau drainase. 2. Tanam Benih Tanam benih langsung dengan alat dapat dilakukan sehari setelah pengolahan tanah selesai. Sedangkan alat yang digunakan ada 2 bentuk, sebagai berikut : a. Caplak Cara menggunakan alat ini, setelah rata atau barisan menggunakan caplak dengan ditarik. Kebutuhan benih 60 kg/ha , gabah yang sudah direndam selama 24 jam dan diperam 24 jam atau telah berkecambah disebarkan dalam alur secara merata dengan berjalan maju dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm; b. Atabela Cara menggunakan alat tanam benih langsung (ATABELA), yaitu : gabah yang sudah direndam selama 24 jam tanpa diperam, dimasukkan ke dalam alat tanam yang sekaligus membuat alur sebanyak 6 buah. Setelah siap, ditarik maju yang secara otomatis akan membuat alur/barisan dan gabah jatuh ke dalam alur. Gabah yang jatuh, jarak tanam dan kerapatan dapat diatur. Apabila tidak berhenti, secara otomatis gabah tidak akan jatuh. Dengan ATABELA dibutuhkan waktu 7 (tujuh) jam/ha dan gabah yang digunakan 40 - 60 kg/ha. Tanam benih langsung sebaiknya dilakukan pada pagi hari, cuaca cerah dan tanah dalam kondisi macak-macak. 3. Pengaturan Air Dalam pengaturan air, sampai umur 1 (satu) minggu setelah tanam diberikan pengairan secukupnya. Sedangkan pada saat pertumbuhan, air tidak perlu menggenang dan tinggi penggenangan mengikuti pertumbuhan tanaman padi, sehingga tanaman tidak terbenam dan gulma tidak cepat tumbuh. 4. Pengendalian Gulma Pengendalian dan penyiangan gulma dilakukan 2 kali, yaitu pada umur 3 MST dengan menggunakan herbisida selektif DMA 20 gr/ha, atau dengan Alley 1,5 lt/ha; pada umur 7 MST dilakukan secara manual dengan tangan. 5. Pengendalian Hama Penyakit Hama yang sering menyerang tanaman padi yaitu hama putih dan penggerek batang , pengendaliannya dapat menggunakan insektisida Bassa 35 EC 1 lt/ha atau Mipcin 50 WP 1 kg/ha (insektisida yang direkomendasikan). Sedangkan untuk pengendalian tikus dengan menggunakan Kerat- Rm 1 kg/ha. 6. Pemupukan Pupuk yang diperlukan, yaitu : pupuk urea 200 kg/ha diberikan dalam 3 kali, masing- masing 1/3 dosis pada umur 1 MST, 3 MST dan 7 MST; SP36 100 kg/ha dan KCL 100 kg/ha diberikan pada saat tanam atau 1 MST. Penulis : Sri Hartati Sumber : 1) Liptan " TABELA (Tanam Benih Langsung)" , Loka Pengkajian Teknologi Pertanian, Samarinda 1996; 2) http://images.google.co.id, wongtaniku.wordpress.com