Pegagang., salah satu tanaman herbal yang awalnya merupakan tanaman liar ini ternyata memiliki berbagai senyawa yang baik untuk nutrisi otak. Penampakan tanaman yang daunnya berbentuk ginjal dengan pinggirannya berombak dan bergerigi, memiliki bunga berwarna kemerahan dan buahnya berwarna kuning kecokelatan, ternyata memiliki nama lokal yang cukup beragam. Beberapa sumber menyebutkan tanaman si Nutrisi Otak ini tenar dengan banyak nama : di Sumatera dikenal dengan nama Daun kaki kuda, daun aga, pegaga, dan ambun. Di Jawa, tanaman ini bernama Gagan-gagan, ganggagan, kerok batok, pantegowang, panigowang, dan rending. Masyarakat Sunda menamainya : Antanan, antanan gede, dan calingan rambat (Sunda), untuk di Madura dikenal dengan Kos-tekosan. Bagi masyarakat bugis, namanya Tungke – tungke, Wisu – wisu, dan Cipubalawo.Sementara di Maluku, dikenal dengan Koloditi menorah dan saaroeti, untuk di Halmahera nama Kori-kori lebih dikenal dari nama "pegagan" itu sendiri. Banyak penelitian telah menyimpulkan bahwa tanaman Pegagan (Centella Herba) memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Bagian yang di konsumsi dari tanaman ini adalah daun yang juga dapat di olah menjadi menjadi obat kapsul, krim, salep, obat jerawat, obat anti dapresi, dll. Tanaman pegagan dapat dibudidayakan dengan cara menyebar bijinya. Namun, umumnya budidaya dari biji pegagan sangat lambat, dibutuhkan waktu sekitar 2-5 bulan untuk berkecambah. Pertumbuhan maksimal agar tanaman dewasa membutuhkan waktu hingga 3 bulan. Pada usia tersebut, pegagan bisa dipanen atau dibiarkan agar terus berkembang. Sementara itu untuk budidaya secara hidroponik, bisa di lakukan dengan menggunakan NFT (Nutrient Film Technique). Cara ini merupakan cara paling populer yang digunakan oleh banyak orang dalam mengaplikasikan cara menanam hidroponik, termasuk kali ini yang dilakukan oleh tim BPTP. Adapun tahapannya, yaitu : Siapkan beberapa pipa atau talang, dan pompa. Lubangi pipa sesuai dengan panjangnya. Pastikan jarak satu lubang dan lubang yang lain sama. Susun pipa atau talang yang dipersiapkan untuk menjadi tempat menanam tanaman. Siapkan penampung pada ujung pipa yang lebih rendah. Pasang pompa untuk mengalirkan air nutrisi agar alirannya maksimal Cara satu ini memiliki konsep dasar menanam akar tanamannya tumbuh pada bagian lapisan nutrisi yang tidak dalam dan menjaga sirkulasinya agar tanaman tetap mendapat nutrisi, oksigen, dan air secara baik dan tercukupi. Tips untuk mempercepat pertumbuhan dan masa panen, pegagan yang akan dibudidayakan merupakan bagian tanaman yang merambat dan berakar, selanjutnya potong setiap ruas menjadi satu bagian. Ruas berakar ini yang ditanam di media hidroponik. **Ekh (Dari berbagai sumber)