Loading...

Budidaya Pepaya Unggul

Budidaya Pepaya Unggul
Persiapan Lahan dan Benih Tanaman pepaya mini memiliki adaptasi luas terhadap lingkungan sehingga dapat tumbuh mulai 0-1.000 m dpl bahkan sampai ketinggian 1.500 m dpl, dengan ketinggian optimal tanah antara 600-700 m dpl, pepaya mini berpotensi dikembangkan dengan pengelolaan tata air yang baik. Tinggi air tanah tidak lebih dari 50-150 cm dari permukaan tanah, oleh karena itu hindari menanam pepaya di bekas persawahan ini akan mengakibatkan akar akan tergenang air terus menurus dan akar akan membusuk yang pada akhirnya tanaman akan mati.Akar bila tergenang 2-3 hari mengakibatkan pohon pepaya akan mati. Benih Pepaya mini biasanya sudah terjual bebas di toko benih Pertanian. Tidak dianjurkan untuk menggunakan benih yang diperoleh dari sisa buah Pepaya mini karena tidak selamanya memberikan hasil serupa. Untuk meminimkan resiko kegagalan maka sebelum ditanam benih terlebih dulu disemai.. Penyemaian benih dilakukan dengan merendam benih dengan air hangat- hangat kuku selama semalam, kemudian disimpan dalam wadah tertutup yang sebelumnya sudah dilapisi kain atau tissue basah.Setelah benih disimpan, ditutup lagi dengan tissue atau kain basah. Suhu yang optimal untuk perkecambahan benih adalah 300C. Benih pepaya yang akan mulai berkecambah setelah 6-12 hari. Selanjutnya dilakukan penyemaian benih dalam polybag, dengan media tanah dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Benih yang tidak berkecambah juga dipindahkan ke polibag, karena benih masih bisa berkecambah sampai 30 hari. Pemindahan ke lapangan dapat dilakukan pada umur 1 bulan atau jumlah daun sudah mencapai 6-8 helai.Penanaman dilakukan dengan membuat lubang tanam berukuran 40x40x50 cm dan jarak tanam 2x2 m. Persiapan lahan 1-2 minggu sebelum tanam, lubang tanam diisi dengan campuran pupuk kandang 8 kg/lubang dan jika ada dicampur dolomit 350 g/lubang. Pupuk dasar diberikan 2-3 hari sebelum tanam dengan dosis 50-80 g per lubang dan insektisida Furadan sebanyak 0,5-1 g/lubang. Pemeliharaan Tanaman pepaya memiliki 3 jenis bunga yaitu bunga jantan, betina dan bunga sempurna atau hermaphrodite. Bunga sempurna akan menghasilkan buah yang berkualitas baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan seleksi saat tanaman mulai berbunga (umur ± 2 bulan setelah tanam). Bunga yang dipertahankan adalah bunga sempurna, sedangkan bunga jantan dan bunga betina dibuang. Ciri-ciri bunga sempurna yaitu yang memiliki serbuk sari dan putik. Tanaman pepaya mini sangat rentan terhadap kondisi tanah yang kering. Kelembaban harus selalu terjaga agar tanaman tetap tumbuh optimal. Penggunaan mulsa dapat mengurangi penguapan tanah, sehingga mengatur suhu permukaan tanah agar tetap lembab, dan tanaman tidak kekeringan. Keuntungan lain dari penggunaan mulsa adalah dapat menekan pertumbuhan gulma.Pemupukan dilakukan dengan cara membuat lubang di sekeliling tanaman, kemudian pupuk diletakkan pada lubang tersebut dan ditutupi tanah kembali. Pupuk yang dapat diberikan adalah NPK , KCL, Pupuk kandang dan dolomit. Dosis NPK sebanyak 300 g dan 50 g KCl. Pupuk kandang dapat diberikan sebanyak 5 kg/tanaman dan dolomit sebanyak 0,3 kg/tanaman dan diberikan setiap 3-4 bulan sekali. Pengendalian Hama dan Penyakit Hama utama pada tanaman pepaya Merah Delima adalah Kutu putih, Thrips, Aphid dan Tungau. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman ini adalah antraknose, busuk akara akibat Phytophtora atau Fusarium. Insektisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama adalah yang berbahan aktif imidakloprit, Ahamektin dan Profenofos dengan dosis 2 cc per liter air. Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan Penyemproten fungisida berbahan aktif Mankozeb. Panen Pepaya mini sudah mulai bisa dipanen setelah berumur 7 bulan. Panen dilakukan jika buah sudah memberikan ciri kematangan dengan terjadinya perubahan warna kulit buah pada beberapa bagian dan jika ditekan terasa lunak. Jika buah dikirim dengan jarak tempuh yang lama maka buah dipanen lebih awal agar tidak terjadi pembusukan. Panen buah pepaya tidak terjadi serempak sehingga perlu dilakukan pengontrolan. Oleh : ANTONIUS TULI DE ORNAY, SP PENYULUH PERTANIAN MUDA