Loading...

BUDIDAYA PERTANAMAN CAMPURAN

BUDIDAYA PERTANAMAN CAMPURAN
Peningkatan produksi pertanian dengan cara memperluas lahan budidaya saat ini sudah sulit dilakukan mengingat populasi penduduk terus meningkat yang membutuhkan kawasan perumahan, perekonomian, perindustrian, dan sosial. Akibatnya banyak area yang semula lahan pertanian menjadi non-pertanian. Keterbatasan luas lahan dan masih rendahnya produktivitas komoditas pertanian menyebabkan usahatani menjadi tidak optimal. Oleh karena itu, sistem budidaya pertanaman campuran menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan produksi pertanian tanpa memperluas lahan budidaya. Seiring kemajuan teknologi, model budidaya pertanaman campuran banyak mendapat perhatian. Sistem budidaya pertanaman campuran (polyculture atau multicropping) adalah kegiatan budidaya pertanaman dengan dua atau lebih jenis tanaman pada satu areal lahan yang sama secara bersamaan, hampir bersamaan atau bergiliran. Budidaya pertanaman campuran sudah dikenal dan diterapkan sejak jaman dulu. Secara umum, teknik budidaya ini dapat memberikan banyak manfaat, antara lain: memaksimalkan penggunaan dan produktivitas lahan, menghemat tenaga kerja dan biaya untuk pengolahan tanah, memperkecil risiko kerugian yang terbagi pada beberapa komoditas yang dibudidayakan, mengefisienkan pemakaian sarana produksi, meningkatkan hasil panen karena frekuensi panen bertambah akibat beda komoditas beda waktu panen, meningkatkan pemanfaatan sisa hasil panen sebagai pupuk hijau, dan akhirnya keseluruhan penerimaan petani juga meningkat. Budidaya pertanaman campuran atau menanam banyak jenis tanaman dapat diterapkan pada jenis tanaman apa saja. Yang paling penting semua tanaman yang dibudidayakan saling menguntungkan atau setidaknya tidak saling merugikan karena pada satu lahan ditanami tanaman yang berbeda-beda. Jenis Sistem Budidaya Pertanaman Campuran Sistem budidaya pertanaman campuran terdiri dari beberapa jenis, sebagaimana berikut. Tumpang Sari Tumpang Sari adalah bentuk budidaya pertanaman yang melibatkan dua atau lebih jenis tanaman pada satu areal lahan dalam waktu yang bersamaan atau hampir bersamaan. Tumpang Sari yang banyak dijumpai adalah penanaman dalam waktu yang hampir bersamaan. Tanaman yang umum digunakan pada metode tumpang sari adalah jenis tanaman dengan teknis penanaman yang sama, seperti jagung dengan kedelai atau jagung dengan kacang tanah. Oleh karena itu, Tumpang Sari dikenal juga dengan sebutan double-cropping. Tumpang Gilir Tumpang gilir adalah cara budidaya bercocok tanam dua atau lebih jenis tanaman pada satu areal lahan yang sama dengan pengaturan waktu tanam dan panen. Metode tumpang gilir meningkatkan intensitas tanam dan memberikan hasil panen yang lebih beragam dalam satu musim tanam. Penanaman meningkat dari satu kali tanam menjadi dua kali tanam atau empat kali tanam dalam setahun. Jumlah penanaman ditentukan oleh jenis tanaman dan umur panen. Terdapat dua jenis tumpang gilir, yaitu relay cropping dan sequential cropping. Relay cropping adalah cara bercocok tanam dua atau lebih jenis tanaman dalam satu bidang lahan, dimana tanaman kedua ditanam setelah tanaman pertama mencapai masa tahapan reproduktif, tetapi belum siap untuk panen. Tanaman kedua ditanam menjelang panen tanaman pertama. Contoh: tanaman jagung ditanam pada awal musim hujan, sementara kacang tanah atau kacang hijau ditanam beberapa minggu sebelum panen jagung. Sequential cropping adalah budidaya penanaman dua atau lebih jenis tanam pada satu lahan tanah, dimana tanaman ditanam secara bergiliran atau berurutan. Artinya, setelah satu jenis tanaman dipanen, barulah ditanam jenis tanaman yang lain. Dalam satu musim tanam, petani hanya mengelola satu jenis tanaman. Pola tanam bergiliran dalam satu tahun dibagi menjadi tiga macam, yaitu bergiliran ganda, bergiliran bertiga, dan bergiliran berempat. Bergiliran ganda artinya dalam setahun ada dua jenis tanaman yang ditanam bergiliran atau ada dua musim tanam. Bergiliran bertiga berarti ada tiga jenis tanaman yang ditanam bergiliran secara berurutan atau ada tiga musim tanam dalam satu tahun. Bergiliran berempat artinya dalam setahun ada empat jenis tanaman yang ditanam berurutan atau ada empat musim tanam. Salah satu tujuan dari pergiliran tanaman adalah untuk mengendalikan penyebaran hama dan penyakit. Penggunaan tanaman yang berbeda famili diharapkan dapat memutus siklus hidup hama dan penyakit karena kehilangan tempat tinggal, sehingga lahan bisa bersih dari hama dan penyakit yang mengganggu tanaman tertentu. Kombinasi tanaman yang umum dipakai untuk Tumpang Gilir antara lain: jagung dan kedelai, jagung dan kacang panjang, jagung dan kacang tanah, jagung dan kacang hijau Tumpang Sela/Sisip Tumpang Sela atau Sisip adalah metode budidaya penanaman dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok dengan jarak tanam dan larikan yang teratur pada satu bidang lahan. Sistem budidaya ini biasanya dilakukan pada areal tanaman perkebunan atau tanaman kehutanan, sewaktu tanaman pokok masih kecil atau belum produktif. Model budidaya tumpang sela bisa membantu untuk mendukung pendapatan petani sambil menunggu tanaman pokok berproduksi, menjadi alternatif pendapatan ketika harga jual produksi tanaman pokok jatuh, atau menjadi penambah pendapatan petani disamping penerimaan dari penjualan produksi tanaman pokok. Sebagai tanaman tanaman pokok antara lain: karet, kelapa sawit, cengkeh, lada, kopi, sementara sebagai tanaman sela adalah tanaman yang tidak tinggi dan berumur pendek, seperti jagung, kedelai, nanas, pisang, umbi-umbian, sayuran pendek (kubis, sawi, wortel, kacang tanah, buncis, kacang panjang, terong, dan sebagainya). Pola Pengaturan Tanaman Berdasarkan pengaturan tanaman yang ditanam di lahan, sistem budidaya pertanaman campuran memiliki beberapa jenis pola pengaturan, antara lain: Pola Campuran Pola Campuran atau Mixed Cropping adalah menanam dua atau lebih jenis tanaman secara bersama-sama dalam satu bidang lahan tanpa memperhatikan jarak tanam. Semua tanaman digabung dalam satu lahan dengan jarak tanam yang tidak teratur (tercampur secara acak). Penggunaan lahan memang menjadi lebih efisien tetapi sangat rentan terhadap hama dan penyakit. Pola Barisan Pola Barisan atau Row Cropping adalah menanam dua atau lebih jenis tanaman secara bersama-sama dalam satu bidang lahan dengan jarak tanam tertentu. Tanaman diatur dalam barisan tertentu secara teratur. Pola Jalur Pola Jalur atau Strip Cropping adalah menanam dua atau lebih jenis tanaman secara bersama-sama dalam satu bidang lahan dimana setiap tanaman ditanam dalam jalur-jalur tersendiri dan disusun secara berselang-seling. Pada dasarnya, konsep budidaya pertanaman campuran dapat dilakukan tidak hanya pada usaha pertanian saja, melainkan juga dapat melibatkan usaha tani lain. Budidaya campuran yang melibatkan padi dan ikan air tawar di lahan sawah telah banyak dilakukan oleh petani, dan dikenal dengan sebutan mina padi. Kombinasi budidaya antara tanaman semusim dengan tanaman hutan biasa disebut dengan wana tani. Ricky Feryadi Penyuluh Pertanian Pusat