Pisang kepok adalah salah satu jenis pisang yang banyak ditemukan di wilayah Indonesia, dari beberapa jenis yang ada salah satunya adalah jenis pisang Kepok Tanjung. Kata Tanjung adalah singkatan dari "Tanpa Jantung". Kementrian Pertanian Republik Indonesia pada tahun 2009 melakukan pelepasan varietas pisang unggul yang diberi nama Varietas pisang kepok tanpa jantung, ini merupakan terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan produksi pisang nasional, meningkatkan konsumsi dan perdagangan pisang di Indonesia. Pengembangan pisang kepok tanjung di Kabupaten Pringsewu dilakukan melalui pembiakan kultur jaringan. Pemilihan pengembangan pisang kepok tanjung klarena dinilai lebih menguntungkan dibandingkan dengan pisang kapok biasa, karena pisang kepok tanjung memiliki beberapa kelebihan atau keuntungan teknis sebagai berikut : Pisang Kepok Tanjung tahan terhadap serangan penyakit layu fusarium, Pisang Kepok Tanjung tahan terhadap serangan penyakit layu bakteri, Merupakan jenis pisang kepok yang tidak memiliki jantung sehingga akan mengurangi secara alami penularan penyakit layu bakteri yang disebarkan oleh serangga, Daging buahnya berwarna kuning oranye dan rasanya lebih manis jika dibandingkan dengan jenis pisang kepok lainnya, Memiliki adaptasi yang baik di dataran rendah hingga menengah, Produksi tinggi, mampu menghasilkan buah pisang 20 hingga 30 ton dalam 1 hektar, Daya simpan buah lebih lama, yaitu mampu bertahan 15 hingga 21 hari setelah panen, Hemat waktu dan tenaga perawatan karena tidak memerlukan pembuangan jantung. PENYIAPAN LAHAN Pada lahan yang baru dibuka sangat diperlukan adanya peta topografi lahan untuk menentukan tata cara penanaman. Pisang dapat ditanam secara monokultur ataupun tumpang sari dengan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi di wilayah setempat. Sebelum pisang ditanam maka bersihkan lahan dari sisa tanaman. Lubang tanaman ukuran 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 40 cm. PENANAMAN Jarak tanam Pisang Kepok Tanjung adalah 3 x 3 m atau 3 x 3,5 m. Lubang tanam diisi pupuk kandang ± 10 kg, kemudian dibiarkan 1-2 minggu baru ditanami. Penanaman pisang monokultur dapat dilakukan dengan barisan tunggal atau barisan ganda. Barisan ganda dapat dilakukan dengan pola segitiga untuk lahan dengan kemiringan kurang dari 15%.Sebelum penanaman terlebih dahulu disiapkan ajir pada lahan yang telah selesai diolah dengan jarak tanam yang telah ditentukan. Penentuan waktu tanam erat kaitanya dengan ketersediaan air. Sebaiknya penanaman dilakukan saat awal musim hujan agar tanaman tidak kekeringan saat pertumbuhan awal dan panen dapat dilakukan saat musim kemarau. Apabila lahan pertanaman dilengkapi dengan sarana irigasi, maka penanaman dapat dilakukan setiap saat. PEMANGKASAN Pemangkasan daun disarankan untuk daun-daun yang mati/kering dengan tujuan untuk mengurangi penularan penyakit, mencegah daun-daun yang tua menutupi anakan dan mencegah goresan daun pada buah. Disarankan setidaknya ada 6-8 daun sahat selama pembungaan untuk mendukung berat buah maksimal. Pemangkasan daun sebaliknya tidak dilakukan setelah pemangkasan bunga jantan. Untuk meningkatkan ukuran buah dapat juga dilakukan dengan mengurangi sisir terbawah pada tandan pisang. Perlakuan itu sebaiknya dilakukan saat memotong bunga jantan. Tanaman pisang yang daunya banyak yang rusak akan menyebabkan berkurangnya bobot tandan buah dan umur simpanya. PEMBUANGAN ANAKAN Untuk memilih anakan yang sesuai untuk produksi berikutnya adalah dengan jalan mengurangi jumlah anakan. Semakin tinggi dan banyak anakan yang dibiarkan akan mengurangi jumlah produksi/berat dan memperpanjang siklus tanaman berproduksi dari tahun pertama ke tahun berikutnya. Penjarangan anakan dilakukan setiap 4-6 minggu. Anakan yang dipilih atau disisakan adalah anakan yang terletak pada tempat yang terbuka dan berikutnya terletak diseberangnya. PEMUPUKAN Pada tanah-tanah masam ketersediaan hara sangat rendah, karena ketersediaan hara juga dipengaruhi oleh pH tanah. Untuk itu pada tanah-tanah masam perlu diberi kapur agar pH tanah dapat mencapai 5,5-6,0. Pemupukan tanaman pisang dilakukan secara periodik setiap 3 bulan sekali kecuali pupuk organik diberikan 1 kali pada saat tanam, diulang satu tahun sekali. Dosis pupuk disesuainkan dengan kondisi lahan.Disarankan dilakukan analisa tanah dan daun apabila belum dilakukan dapat memakai analisa BPTP setempat. Apabila belum dilakukan analisa hara ataupun daun dapat dipakai pedoman umum kebutuhan hara tanaman pisang untuk satu siklus tanaman yaitu N 125-150 g/tanaman, 220 g/tahun, P?O? 20-30 g/tanaman,45 g/tahun, K?O 250-400 g/tanaman, 580 g/tahun dan Mg 30-60 g/tanaman, 70 g/tahun. Dikarenakan akar tanaman pisang yang menyebar maka disarankan pemberian pupuk disekitar anakan. (Gugun Aditia Pratama, SP) Sumber : http://balitbu.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/hasil-penelitian-mainmenu-46/114-inovasi-teknologi/513-kultur-teknis-pembudidayaan-pisang http://mitalom.com/pisang-kepok-tanjung-varietas-unggul-pisang-tanpa-jantung-dan-tahan-penyakit-layu