Loading...

BUDIDAYA RUMPUT GAJAH SEBAGAI PAKAN TERNAK

BUDIDAYA RUMPUT GAJAH SEBAGAI PAKAN TERNAK
Inovasi penyediaan dan pengolahan pakan merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan produktivitas melalui penyediaan pakan yang berkualitas. Secara umum, jenis pakan ternak sapi yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas adalah silase, konsentrat, hijauan pakan ternak dan pakan aditif/suplemen. Silase digunakan sebagai pakan awetan yang dapat bertahan lama dalam proses penyimpanan dan dapat berperan juga sebagai pakan stimulasi. Konsentrat digunakan sebagai pakan tinggi nutrient untuk mensuplai kebutuhan nutrisi ternak sapi. Hijauan pakan ternak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sumber serat dan feed additive probiotik digunakan untuk keseimbangan mikroba rumen dalam meningkatkan produktivitas sapi potong. Pengembangan keempat jenis produk tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan penggemukan dan breeding sapi potong. Berdasarkan analisis para pakar, penyediaan pakan ternak menjadi critical point dalam pengembangan peternakan nasional. produktivitas ternak sebagian besar ditentukan oleh kualitas dan kuantitas pakan yang dikonsumsi. Kualitas pakan adalah kandungan berbagai zat gizi, seperti energi, protein, mineral, vitamin serta kandungan zat-zat anti nutrisi seperti tannin, lignin dan senyawa-senyawa sekunder lain. Rumput Gajah Pakan utama ternak ruminansia adalah hijauan terutama rumput-rumputan sebagai pakan basal. Rumput gajah merupakan keluarga rumput-rumputan (Graminae) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) di Asia Tenggara dan memiliki kualitas nutrisi yang tinggi dan disukai ternak.Tanaman ini berasal dari Nigeria dan tersebar luas di seluruh wilayah tropis. Rumput ini masuk ke Indonesia dari Afrika pada akhir masa penjajahan Belanda sejak tahun 1926. Nama lain rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumach) ini adalah kolonjono Jawa), aspa (Sunda), elephant grass, napier grass, uganda grass (Inggris) (Prawiradiputra et al. 2012). Rumput ini termasuk salah satu rumput unggul karena nilai gizinya yang cukup baik untuk pertumbuhan ternak ruminansia. Rumput gajah memiliki kandungan protein dan kandungan seat kasar masing-masing sebanyak 10,2% dan 34,2%. Selain itu, menurut Direktorat rumput gajah cv. Taiwan merupakan salah satu rumput unggul yang terus dikembangkan di Indonesia. Rumput gajah jenis ini mempunyai ciri khas pada pangkal batang berwarna kemerahan, produktivitas yang cukup tinggi, tingkat nutrisi cukup tinggi, anakan yang banyak dan mempunyai akar yang kuat, batang yang tidak keras, serta mempunyai ruas-ruas yang pendek, daunnya lebih lebar dari rumput gajah cv. Hawai dan cv. Afrika, dan tidak mempunyai bulu-bulu halus pada permukaan daunnya sehingga sangat disukai oleh ternak ruminansia. Rumput gajah bisa ditanam secara tumpang sari dengan ketela pohon atau jagung. Tanaman ini dapat berfungsi untuk mengurangi terpaan hembusan angin. Penanaman rumput gajah dapat dilakukan di ladang, guludan, dan pematang, asalkan kondisi tanah cukup mendukung pertumbuhan tanaman ini. Rumput gajah merupakan salah satu pakan hijauan berkualitas untuk ternak sapi. Bila dirawat dengan baik dan dilakukan pemotongan secara rutin maka laju pertumbuhannya cepat (Yulianto & Cahyo 2010). Penanaman rumput gajah dapat menggunakan setek batang atau sobekan rumpun. Sumber bibit sebaiknya menggunakan bibit rumput gajah yang berkualitas sehingga dihasilkan keturunan yang baik. Rumput gajah yang ditanam pada tempat yang sesuai dapat tumbuh hingga ketinggian 2 m. (Purnomojati Anggoroseto, SP, MSi.) (Sumber: Husni. A, Kosmiatin,M . Rumput Gajah Dan Peluang Perbanyakan Bibit Melalui Kultur Jaringan Untuk Memenuhi Kebutuhan Pakan Hijaun Ternak Bermutu, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian)