Loading...

BUDIDAYA RUMPUT UNGGUL KING GRASS ORGANIK (Memanfaatkan Cendawan Mikoriza Arbuskula = CMAdan Pupuk Kandang)

BUDIDAYA RUMPUT UNGGUL KING GRASS ORGANIK (Memanfaatkan Cendawan Mikoriza Arbuskula = CMAdan Pupuk Kandang)
Penanaman Rumput Raja (King Grass) dapat dilakukan dengan dua cara yaitu stek dan sobekan. Batang yang digunakan untuk stek sebaiknya yang berumur cukup tua yaitu yang sudah berumur delapan bulan, panjang stek kira-kira 25-30 cm dan memiliki dua mata tunas. Bila menggunakan sobekan rumpun, maka dipilih rumput yang muda yang tingginya 20-25 cm. Penanaman Rumput Raja dengan menggunakan stek harus diperhatikan yaitu tunas jangan sampai terbalik. Stek dapat langsung ditancapkan setengahnya ke dalam tanah tegak lurus atau miring dengan jarak tanamnya 1 x 1 m, untuk penanaman dengan menggunakan sobekan rumpun, perlu dibuat lubang sedalam 20 cm. Waktu tanam yang baik adalah pada awal sampai pertengahan musim hujan. Dengan perlakuan yang baik, maka rumput raja dapat dipanen 8-9 kali setahun dan akan terus berproduksi selama 10 tahun. Rumput Raja mempunyai keunggulan yaitu lebih disukai ternak, relatif lebih cepat dipanen dan tahan kering. Pemotongan rumput Raja pertama kali pada umur 2 sampai 3 bulan dan selanjutnya tiap 6 minggu sekali, kecuali pada musim kemarau interval pamotongannya diperpanjang. Selama ini rumppt king grass dibudidayakan dengan penggunaan pupuk buatan. Padahal pupuk Pupuk buatan yang digunakan selama ini adalah menyebabkan rusaknya struktur tanah akibat pemakaian pupuk buatan yang terus menerus sehingga perkembangan akar tanaman menjadi tidak sempurna. Hal ini juga akan memberi dampak terhadap produksi tanaman yang diusahakan pada tanah yang biasa diberikan pupuk buatan. Penggunaan pupuk buatan yang terus menerus menyebabkan ketergantungan dan lahan mereka menjadi lebih sukar untuk diolah. Salah satu cara untuk menggantikan sebagian atau seluruh fungsi pupuk buatan tersebut adalah dengan memanfaatkan pupuk hayati berupa Cendawan Mikoriza Arbuskula = CMA. Peranan CMA ini dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tidak saja banyak dilaporkan dalam penelitian-penelitian dari berbagai negara tetapi juga beberapa tahun belakangan ini banyak laporan mengenai aplikasi dan usaha memproduksi inokulan CMA yang diusahakan secara komersial. Pemanfaatan bioteknologi CMA bagi tanaman memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dalam skala yang besar komersial sehingga penghematan devisa negara benar-benar terwujud. Langkah-langkah Budidayanya sebagai Berikut: 1. Persiapan Lahan Jarak tanam Rumput Raja adalah 70 x 80 cm dan jumlah stek sebanyak 2 batang per lubang. Sebelum dilakukan pengolahan lahan, dilakukan pembersihan areal yang bermaksud untuk membersihkan terhadap pepohonan, semak-semak, alang-alang atau tumbuhan lainnya. 2. Pengolahan Tanah Setelah lahan dibersihkan dilakukan pengolahan atau pembajakan yang bertujuan untuk memecah lapisan tanah dan dibiarkan beberapa hari sebelum digemburkan agar proses mineralisasi bahan-bahan organik akan lebih cepat sebab aktivitas biologi organisme dipergiat. Selanjutnya dilakukan pengerukan yang bertujuan untuk menghancurkan bongkahan besar menjadi struktur remah sekaligus membersihkan sisa-sisa perakaran tumbuhan liar. Tanah diolah dengan menggunakan cangkul dengan kedalaman 20 cm, kemudian semua sisa tanaman dibuang. Masing-masing plot ditinggikan dengan jalan menaikkan tanah pembatas antara plot. Setelah tanah diolah dilakukan pemupukan dasar, yaitu menambahkan pupuk kandang dengan dosis 10 ton/ha dengan cara di sebar dan diaduk rata dengan tanah, di inkubasi selama 7 hari. 3. Persiapan Bahan Tanam Bahan tanaman Rumput Raja yang digunakan adalah stek (potongan batang). Stek yang baik diperoleh dari batang yang sehat dan tua. Setiap stek panjangnya 25 cm, minimal mengandung 2 buah buku dan tiap lubang menyediakan 2 batang. 4. Penanaman Penanaman dilaksanakan 7 hari setelah inkubasi, stek ditanam miring 2 stek/lubang dengan jarak tanam 70 x 80 cm. Setelah stek ditanam tanah ditekan rapat pada stek nya supaya tidak mudah rebah dan tidak kering sehingga calon akar pun bisa mudah kontak dengan tanah. Sewaktu penanaman dilaksanakan perlakuan inokulasi CMA, yaitu: 10 gram/rumpun dengan cara menebar CMA di sekitar tanaman Rumput Raja. 5. Pemupukan Pupuk kandang feses sapi diberikan sebanyak 10 ton/ha yaitu pada 15 hari setelah tanam (HST) dengan cara di sebar di sekitar tanaman Rumput Raja/King Grass. 6. Pemeliharaan Rumput disiram setiap hari jika tidak ada Pada 15 dan 30 HST dilaksanakan penyiangan dengan cara pembumbunan dan pembuangan Rumput dijaga dari serangan hama dan binatang 7. Pemanenan Pemanenan dilakukan 60 hari setelah tanam (HST) dengan cara memotong rumput setinggi 10 cm dari permukaan tanah. Satu hari setelah pemotongan pertama diberikan pupuk kandang 10 ton/ha. Setelah 45 hari dari pemotongan pertama dilakukan pemotongan kedua. Selanjutnya ditambahkan pupuk kandang 10 ton/ha, setelah 45 hari dari pemotongan kedua dilakukan pemotongan ketiga, begitu selanjutnya sampai produktivitas tanaman rumput menurun, baru dilakukan meremajakan atau replanting. Budidaya rumput raja (King Grass) dapat meningkatkan pendapatan peternak. Produksi segar rumput raja menggunakan CMA dan pupuk kandang dapat mencapai 1.000.000 kg/ha/tahun. Jika harga rumput raja Rp 300,- / kg, maka pendapatan peternak dalam budidaya King Grass: 1.000.000 kg/ha/tahun x Rp 300,- /kg = Rp 300.000.000,- /ha/tahun. Namun sangat disayangkan, sampai saat ini sangat sedikit peternak yang membeli rumput unggul untuk pakan sapinya. Jual beli rumput unggul banyak dilakukan hanya di sekitar Jabodetabek (Jakarta – Bogor – Depok – Tangerang – Bekasi), karena di daerah ini banyak perusahaan peternakan sapi potong dan perah yang tidak mencukupi lahannya untuk budidaya rumput unggul. Dalam rangka mengelola usaha peternakan sapi potong yang lebih baik, maka perlu dilakukan pelatihan kewirausahaan dan motivasi, kepada peternak diberikan materi tentang penyusunan rencana bisnis sederhana sehingga pada akhir kegiatan peternak diharapkan mampu membuat rencana bisnis atau pembukuan sederhana untuk usaha mereka. (Suwarna_Penyuluh Pertanian) Sumber : Berbagai Sumber