Sawi liman (Lactuca canadensis L. var. Canadensis) adalah jenis sayur fungsional (berkhasiat), yang tengah dikembangkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sultra, merupakan hasil eksplorasi dari sayuran lokal. Sayur jenis ini memang bukan asli Indonesia, melainkan tanaman ‘pendatang’ dari Benua Amerika. Meski belum diketahui secara pasti kapan masuknya ke Indonesia, namun diyakini sudah cukup lama dikenal sebagian masyarakat. Sawi liman sering juga disebut sawi gerigi, sesuai sebutannya varietas ini memang memiliki bentuk daun yang bergerigi di pinggirannya. Jika pada umumnya jenis sayur daun hijau cepat layu dan membusuk kurang dari seminggu – sehingga sering menjadi masalah bagi ibu-ibu rumah tangga - tidak berlaku bagi sawi liman. Sawi liman mampu bertahan selama seminggu walau hanya dibungkus dengan koran lembab. Untuk rasa, juga tidak jauh berbeda dengan jenis sawi lain, tergantung pengolahannya. Tapi untuk konsumsi, disarankan sawi yang masih muda, sebab apabila daun yang sudah tua akan terasa sedikit pahit.Cara budidaya Sawi Liman sama dengan budidaya sawi pada umumnya. Di Sultra, benihnya dapat diperoleh di BPTP Sultra - Kendari. Sebelum ditanam sebainya benih disemai dalam baki atau bedengan semai. Penanaman dapat dilakukan dalam pot/polybag dan bisa juga ditanam dalam bedengan, jika menanam dalam jumlah yang besar. Tahapan budidayanya adalah pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Media tanam terbaim adalah campuran antara tanah : pupuk kandang : sekam = 2 : 1 : 1. Apabila ditanam dalam bedengan maka dosis pupuk kandang yang dicampurkan adalah 10 ton/ha atau 1 kg/m2. Bedengan perlu dibasahi sampai kondisi kapasitas lapang, sebelum penanaman. Jarak tanam 20x20 cm atau 30x30 cm. Benih akan mulai tumbuh 3-5 hari, dan setelah berdaun 3-5 helai dapat dipindahkan ke bedengan. Penyiangan dilakukan untuk membersihkan rumput yang ada di sekitar tanaman sambil memperbaiki bedengan. Penyiangan dilakukan tiap 1-2 minggu sekali atau tergantung gulma. Penyulaman dilakukan paling lambat 2 minggu setelah tanam. Penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati dan juga tanamna yang pertumbuhannya kerdil atau rusak diserang hama atau penyakit. Penyiraman sawi harus dilakukan hati-hati dengan tujuan untuk mempertahankan tanah tetap basah (lembab). Penyiraman dilakukan pagi dan sore. Di musim kemarau yang sangat kering, biasanya serangan ulat akan merajalela. Oleh karena itu, untuk memperkecil resiko sebaiknya sawi ditanam pada akhir musim penghujan, sehingga saat pencabutan sawi tidak banyak yang rusak karena hujan, dan tidak terlalu parah diserang ulat. Panen sawi dilakukan jika sudah berumur 40-70 hari. Setelah melakukan pemanenan sebaiknya anda segera melakukan beberapa hal berikut ini yaitu :1.Pencucian dan pembuangan kotoran.2.Sortasi (pengurutan dan pemisahan sesuai dengan kriteria pasar)3.Pengemasan.4.Penyimpanan.5.Pengolahan.(Penulis : Ida Fauzia, STP., MSi-Penyuluh Sekretariat Bakorluh Sultra)