BUDIDAYA SAYUR ORGANIK
Latar Belakang Pertanian Sayur Organik
Kesehatan lingkungan merupakan salah satu prioritas dalam keberlangsungan hidup manusia. Namun seiring berjalannya waktu, kesehatan lingkungan mulai mengalami penurunan dikarenakan pola hidup manusia dan pemanfaaatan teknologi yang semakin meningkat. Kerusakan lingkungan di bidang pertanian dapat disebabakan oleh beberapa faktor, antara lain:
a. Penggunaan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan, dapat mencemari tanah, air dan udara, serta membahayakan kesehatan manusia dan hewan;
b. Erosi tanah, dapat menyebabkan kehilangan lapisan tanah yang subur dan mengurangi kesuburan tanah;
c. Penggunaan air yang tidak efisien, dapat menyebabkan kekurangan air dan degradasi sumberdaya air;
d. Deforestasi dan konversi lahan, dapat meneybabkan kehilangan biodiversitas dan meningkatkan emisi gas rumah kaca;
e. Penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan, dapat menyebabkan degradasi tanah dan mengurangi produktivitas lahan.
Bersadarkan faktor tersebut, cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kerusakan lingkungan di bidang pertanian antara lain:
a. Penggunaan metode pertanian yang berkelanjutan, seperti pertanian organik, agroforestri, dan konservasi tanah;
b. Penggunaan teknologi yang efisien, seperti irigasi yang efisien dan penggunaan pupuk yang tepat;
c. Pengelolaan lahan yang baik, seperti rotasi tanaman dan penggunaan lahan yang sesuai dengan kemampuan lahan;
d. Pendidikan dan pelatihan, seperti meningkatkan kesadaran dan kemampuan petani tentang pertanian yang berkelanjutan.
Untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah di Desa Parbaju Julu, Penyuluh Pertanian melakukan uji laboratorium bekerjasama dengan Laboratorium Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertnaian Kabupaten Tapanuli Utara menggunakan PUTK (Perangkat Uji Tanah Kering) di salah satu lahan Kelompok Tani Bersama Desa Parbaju Julu dengan luas lahan 700 .
Dari hasil uji tanah yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa seluruh kandungan baik yang dibutuhkan tanaman pada tanah tersebut tergolong rendah dan sangat tidak baik untuk pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu Penyuluh Pertanian mengajak anggota Kelompok Tani untuk menerapkan pertanian organik untuk memperbaiki keadaan tanah dan menjaga kesehatan melalui konsumsi sayur organik.
Kelebihan Pertanian Organik
a. Ramah lingkungan, tidak menggunakan pestisida atau pupuk kimia dapat menjaga kesuburan tanha, air dan ekosistem;
b. Meningkatkan kesehatan tanah, penggunaan pupuk alami seperti kompos dan pupuk kandang memperbaiki struktur dan kandungan bahan organik tanah;
c. Hasil panen lebih sehat dan aman, produk bebas dari residu bahan kimia sehingga aman dikonsumsi manusia;
d. Menghemat biaya jangka panjang, penggunaan bahan alami dari limbah rumah tangga dan bahan alami sekitar bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia;
e. Nilai jual lebih tinggi, produk organik sering dihargai lebih mahal di pasar karena dianggap premium dan sehat.
Kekurangan/kelemahan pertanian organik
a. Produktivitas lebih rendah, hasil panen biasanya tidak sebanyak pertanian konvensional, terutama pada tahap awal peralihan;
b. Proses produksi lebih lama, pengendalian hama, pembuatan produk organik dan perawatan tanaman membutuhkna waktu serta tenaga lebih;
c. Sulit menjaga kestabilan hasil, karena bergantung pada faktor alam dan bahan alami, hasil bisa lebih fluktuatif;
d. Harga produk lebih mahal, biaya sertifikasi dan tenaga kerja tinggi menyebabkan harga jual produk organik lebih tinggi bagi konsumen;
e. Sulit mendapatkan bahan organik berkualitas; tidak semua daerah mudah memperoleh pupuk organik, benih ornganik, atau bahan pendukung lainnya.
Penyuluh Pertanian memperkenalkan pertanian organik kepada petani adalah untuk merevitalisasi lahan pertanian yang semakin lama semakin resisten dan keadaan tanah semakin miskin akan unsur hara. Selain itu, petani mulai menyadari bahwa kesehatan melalui konsumsi makanan (sayuran) yang bebas dari pupuk dan pestisida sintetis dan keberlangsungan tanah sangat penting demi keberlangsungan hidup generasi selanjutnya.
Pembuatan Pupuk Organik dan Pestisida Nabati
Pembuatan pupuk organik dilakukan oleh Penyuluh Pertanian dan anggota Kelompok Tani dengan memanfaatkan sisa limbah rumah tangga, sisa kulit buah dan sayuran. Pupuk organik yang digunakan dari kulit jeruk, kulit mangga, lengkuas cangkak telur dan jeruk nipis. Sama halnya dengan pestisida, petani membuat pestisida nabati sendiri dengan menggunakan daun sirsak, lengkuas,sereh dan difermentasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan diaplikasikan ke tanaman sebanyak 2 (dua) kali satu minggu.
Klasifikasi Sayur Pakcoy
Komoditi yang diusakana pada pertanian organik adalah sayur pakcoy dengan klasifikasi sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledonae/ Magnoliopsida
Ordo : Brassicales/ Rhoeadales
Famili : Brassicaceae
Genus : Brassica
Spesies : Brassica rapa L
Dampak Ekonomi dan Sosial
Selain dampak lingkungan, petani juga merasakan dampak sosial dan ekonomi. Secara ekonomi, petani mendapatkan penambahan pendapatan. Petani mampu meningkatkan kemampuan dalam berorganisasi dengan menjalin kerjasama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Tarutung.