Serai atau sereh wangi merupakan salah satu jenis rempah yang terkenal di Indonesia karena banyak digunakan sebagai bumbu masakan terutama masakan tradisional. Saat ini serai wangi sangat dibutuhkan karena permintaan pasar mulai meningkat karena sebagian juga sudah diekspor ke luar negeri. Secara umum, selain sebagai bumbu masakan sereh juga dimanfaatkan untuk kesehatan dan kecantikan dan juga bermanfaat antara lain untuk :1. Minuman penghangat tubuh dan penghilang masuk angin2. Memulihkan kondisi tubuh dari kecapekan atau dalam kondisi penyembuhan setelah sakit3. Meningkatkan sistem imunitas4. Mengobati rematik5. Mengobati diabetes6. Mengurangi nyeri7. Baik untuk sistem syaraf8. Mengobati demam9. Mengatasi infeksi10. Meredakan gangguan pernafasan11. Mengatasi gangguan sulit tidur12. Meredakan gangguan perut13. Anti racun/detoksifikasi14. Anti kanker15. Meningkatkan kolesterol baik16. Perawatan kulit17. Penghilang bau badan18. Aromaterapi19. Pelangsing alamiKarena cara budidayanya yang relatif mudah tentu saja ini merupakan peluang usaha bagi petani dalam meningkatkan pendapatannya. Budidaya Serai sendiri bisa dilakukan dimana saja, seperti di pot, karung, wadah polybag, dan bisa juga diperkarangan terbuka seperti di sawah, ladang, perkebunan, daerah perkantoran dan lain sebagainya. Berikut ini cara budidaya Serai dengan baik dan bisa mendapatkan keuntungan.1. Syarat Tumbuh SeraiPertumbuhan dari tanaman Serai dipengaruhi oleh suburnya tanah, iklim serta tinggi tempat dari permukaan laut dimana Serai dapat tumbuh hingga ketinggia 1200 mdpl tapi pertumbuhan optimal berada pada ketinggian 250 mdpl. Iklim yang dibutuhkan Serai ialah iklim lembab, jika musim kemarau pertumbuhannya akan menjadi agak lambat dan pH tanah berada pada 5,5 - 7,0 serta curah hujan 1000-1500 mm/tahun dengan bulan kering 4-6 bulan. 2. Persiapan lahan SeraiLahan jika terdapat semak belukar cukup dibabat dan dibakar, kemudian langsung dibajak. Setelah itu lakukan pengajiran lubang tanam dengan jarak tanam ditanah yang subur sekitar 100 x 100 cm dan jika kurang subur 75 x 75 cm dengan ukuran dimensi lubang tanaman ialah 30 x 30 x 30 cm. 3. Penanaman SeraiPenanaman ialah proses peletakan benih didalam bentuk anakan kedalam lubang tanam yang telah disediakan. Penanaman ini disesuaikan dengan jarak tanam yang bertujuan supaya benih bisa tumbuh dengan optimal, sama dan tak adanya kompetisi dalam penyerapan unsur hara serta cahaya matahari. Setiap 2 anakan Serai diletakkan di lubang dengan kedalaman 10 cm. Waktu yang cocok untuk penanaman ialah diawal musim penghujan. 4. Penyulaman SeraiPenyulaman dilakukan jika ada yang mati didalam 1 lubang dan melakukannya saat tanaman telah berumur 1-2 minggu. Penyulaman sendiri sangatlah penting dilakukan agar mempertahankan jumlah populasi dan juga produksi per luas area tanamannya. Anakan yang digunakan dalam penyulaman bisa berasal dari benih cadangan. 5. Penyiangan SeraiPenyiangan dilakukan 2 bulan sekali hingga panen yang pertama diumur 6 bulan. Penyiangan gulma dilakukan dengan cara pencabutan dan juga pembabatan. Rumput atau semak bekas siangan bisa digunakan menjadi mulsa. 6. Pembumbunan SeraiPembumbunan sendiri dilakukan pertama kalinya ketika umur Serai telah 1 bulan dilakukan dengan cara mencangkul tanah yang ada disekitaran rumpun dengan cara melingkar lalu tanahnya dibumbunkan kerumpun Serai. 7. Pemupukan SeraiAgar tanah subur dan produksi stabil, tanaman perlu dipupuk karena pupuk berpengaruh pada produksi daun dan banyaknya minyak atsiri yang dihasilkan. Pupuk yang terbaik adalah pupuk organik bisa pupuk kandang maupun pupuk organik cair. Pupuk diberikan secara melingari rumpun dengan jarak 25 cm. Pemupukan sendiri dilakukan bersamaan dengan tahap penggemburan. 8. Panen SeraiPanen pertama tanaman Serai sendiri saat berumur 5-6 bulan dengan cara memotong daun serai 5 cm diatas ligula dari daun paling bawah yang kering. panen selanjutnya dilakukan 3 bulan dimusim hujan dan 4 bulan dimusim kemarau. Demikianlah informasi mengenai cara budidaya serai secara intensif semoga bermanfaat.