Loading...

BUDIDAYA SUKUN DI PEKARANGAN RUMAH

BUDIDAYA SUKUN DI PEKARANGAN RUMAH
Pohon sukun menghasilkan buah yang bisa dimakan oleh keluarga di rumah. Buahnya tidak berbiji dan memiliki bagian yang empuk . Sukun mempunyai kelebihan sebagai sumber karbohidrat. Nilai gizinya dengan beras. Perbanyakan bibit sukun dapat dilakukan dengan cara vegetative yaitu dengan stek pucuk, okulasi, tunas akar ataupun dicangkok. Setelah bibit telah mencapai ketinggian sekitar 70 cm, bibit dapat dipindahkan ke lahan tanam. Lubang tanam yaitu 40 cm x 40 cm x 30 cm, dilakukan pemberian pupuk kandang atau kompos yaitu 10 kg/lubang tanam. Setelah bibit ditanam beri naungan menggunakan daun kelapa untuk mencegah sinar matahari langsung dan dilakukan penyiraman air secukupnya. Pemupukan dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan menggunakan NPK (15:15:15) dengan dosis sekitar 20-100 gram per tanaman tergantung usia tanaman. Setelah pohon sukun berbuah, pemupukan dilakukan sebanyak 1 hingga 2 kali dalam setahun. Hama yang sering menyerang tanaman sukun antara lain penggerek batang atau Xyleberus dan lalat buah atau Dacus sp. Untuk mengatasi hama yang menyerang dapat dilakukan penyemprotan insektisida sistemik. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman sukun antara lain mati pucuk yang disebabkan Fusarium sp, busuk tangkai buah yang disebabkan oleh Rhizopus sp serta busuk lunak atau Phytophthora palmivora. Ditulis oleh: Dedi Damhudi, SP Penyuluh Pertanian Kabupaten Tebo.