Tanaman Tamarillo (Chypomandra betacea Sent.) merupakan tanaman dataran tinggi yang telah tumbuh dan berkembang di beberapa daerah di Indonesia. Buah ini dikenal dengan nama terung belanda di Tana-Toraja dan Mamasa. Namun, buah yang memiliki rasa manis agak asam ini belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang bergizi tinggi. Buah tamarillo berbentuk bulat panjang dan rasanya seperti tomat dan jambu biji. Tamarillo masih relatif kurang dikenal masyarakat bahkan namanya pun masih asing di kalangan konsumen. Kegunaan buah tamarillo ini cukup banyak, selain untuk dikonsumsi dalam bentuk buah segar, buah tamarillo juga digunakan sebagai bahan olahan seperti selai, jus, dan sirup. Dilihat dari aspek fungsinya, buah tamarillo mengandung gizi yang sangat tinggi yang tidak kalah dengan buah-buahan yang lain. Selain itu buah tamarillo kaya akan air, mengandung provitamin yang baik untuk kesehatan mata, berisi vitamin C untuk mengobati sariawan, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mineral penting yang dikandung dalam buah tamarillo adalah kalium, fosfor, dan magnesium yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh (Kumalaningsih dan Suprayogi, 2006). Menurut Dr. Ahmad Muhlisin (2019) bahwa terdapat 20 khasiat dari buah Tamarillo diantaranya; a. Tubuh tidak gampang sakit, b. Mencegah tulang keropos, c. Mengobati panas dalam, d. Mengatasi sakit tenggorokan, e. Mempercepat penyembuhan sariawan, f. Mempercepat penyembuhan bisul, g. Agen anti-aging, h. Penangkal kanker, i. Menjaga mata tetap sehat j. Meregenerasi sel DNA yang rusak, k. Menghilangkan kantuk, l. Anemia menjauh, m. Menurunkan kolesterol, n. Obat alami hipertensi, o. Jantung Sehat, p. Mencegah diabetes tipe-2, q. Melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit, r. Menurunkan berat badan, s. Menjauhkan penyakit alzheimer dan t. Mencegah penyakit parkinson. Buah tamarillo mempunyai prospek pasar yang cerah untuk menyuplai kebutuhan hotel, selain itu komoditas ini banyak disukai oleh turis mancanegara dan domestik, karena banyak mengandung vitamin. Tamarillo dapat tumbuh pada daerah ketinggian 800-2800 mdpl, gembur dan subur, dengan curah hujan rata-rata 155m dan suhu optimum 20oC. Biji yang diambil sebagai benih adalah dipilih dari buah yang sudah matang (masak) dan dijemur sampai kering kemudian disemai pada tempat yang sudah disiapkan dimana pesemaian terlebih dahulu dicampur dengan pasir dan pupuk kandang kemudian biji diatur dan diberikan pelindung sampai tanaman 2-3 helai, kemudian dipindahkan ke polybag. Setelah 2-3 bulan dapat dipindahkan ke lapangan. Untuk penanaman sebaiknya menggunakan jarak tanam 3 x 3 m. Terlebih dahulu dibuatkan lubang ukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm + yang dilakukan 2 minggu sebelum penanaman, namun sebelumnya harus diberi pupuk kandang yang dicampur dengan tanah ±20 kg/lubang. Pemupukan pada tanaman tamarillo disamping pupuk kandang juga pupuk buatan seperti Urea, TSP dan KCl khususnya pada tanaman yang sudah mulai berproduksi untuk mempercepat suplai unsur hara yang akan segera dibutuhkan tanaman. Pemberian pupuk kandang dan pupuk buatan disesuaikan dengan unsur tanaman dan akan dibutuhkan unsur hara yang diperlukan. Secara umum perbandingan pemupukan dan waktu dosis pemberian pupuk sebagai berikut : umur 0 s/d 6 bulan dengan dosis 25 gr/pohon perbandingan 1:2:½ (unsur N, P dan K), umur 6 bulan dengan dosis 45 gr/pohon perbandingan 1:2:½ (unsur N, P dan K), umur 1 s/d 2 tahun 70 gr/pohon perbandingan ½:2: ½ (unsur N, P dan K), dan umur 2 s/d 3 tahun 90 gr/pohon dengan perbandingan ½:2: ½ (unsur N, P dan K). Untuk selanjutnya dosis tiap penambahan umur tanaman 1 tahun naik menjadi 20gr/pohon. Teknik pemupukan disesuaikan dengan perkembangan tajuk tanaman. Hama yang sering menyerang tanaman tamarillo adalah bekicot dan anjing tanah (cryllotalpha africana pal) dapat dikendalikan dengan Furadan 36 dan Thiodan Ec dengan dosis 2 kg/ha atau 2 lt/ha. Sedangkan penyakit yang sering merusak tanaman tamarilllo adalah penyakit layu terutama tanaman yang masih muda dan dapat dikendalikan dengan Dithane M45. Buah Tamrillo berproduksi setelah berumur 1 s/d 1,5 tahun setelah tanam. Tanaman ini dapat berproduksi sepanjang tahun dengan produksi rata-rata 500-100 buah/pohon /tahun dengan produksi rata-rata Ton/Ha. Buah Tamarillo dipanen sebaiknya disesuaikan dengan keinginan konsumen, apakah buah yang masih berwarna hijau atau yang sudah berwarna merah. Buah yang dipanen terlalu tua akan menjadi busuk dan kurang enak dikonsumsi. Apabila dipanen terlalu muda, maka kuantitas produksi akan lebih sedikit dan harga jualnya pun menjadi lebih rendah. Biasanya buah terung belanda sudah siap dipanen apabila sudah berumur lebih kurang 2 – 3 bulan dari mulai pembuahan. Sumber : Berbagai Sumber Bacaan Ditulis oleh: Religius Heryanto, S.ST (Penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Sulbar)