Berikut adalah tahapan budidaya cabai rawit domba merah: 1. Pemilihan Benih: Pilih benih cabai rawit domba merah yang berkualitas baik, memiliki daya tumbuh tinggi, dan berasal dari varietas unggul. Pastikan benih memiliki kemurnian yang tinggi untuk hasil panen yang optimal. 2. Persiapan Lahan: Pilih lokasi yang terkena sinar matahari cukup dan memiliki drainase yang baik. Siapkan media tanam yang gembur, subur, dan kaya akan bahan organik. Lakukan pengolahan tanah dengan mencangkul atau membajak sedalam 20-30 cm. Buat bedengan dengan lebar 1-1,2 meter dan tinggi 40-50 cm. Beri pupuk kandang pada saat pengolahan tanah. Beri kapur pertanian jika pH tanah terlalu masam. Pasang mulsa plastik hitam perak untuk menjaga kelembaban dan mencegah pertumbuhan gulma. 3. Penanaman: Buat lubang tanam pada mulsa dengan jarak tanam yang sesuai (misalnya 70 cm x 70 cm atau 60 cm x 70 cm). Tanam bibit cabai rawit domba merah pada lubang tanam. Pastikan bibit tertanam dengan baik dan tidak terlalu dalam. 4. Perawatan: Lakukan penyiraman secara teratur, terutama pada awal pertumbuhan. Lakukan pemupukan susulan sesuai kebutuhan, baik pupuk organik maupun anorganik. Lakukan penyiangan gulma secara rutin. Lakukan pengendalian hama dan penyakit secara tepat waktu dan efektif. Lakukan pemangkasan cabang yang tidak produktif untuk meningkatkan sirkulasi udara dan cahaya. 5. Panen: Cabai rawit domba merah dapat dipanen setelah berumur sekitar 70-75 hari setelah tanam di dataran rendah. Panen dilakukan secara bertahap setiap 3-7 hari sekali. ditulis oleh : Editha Panggabean SP, Nurvita W Silaban SP, Lisbet Lumbantoruan SP Pilih cabai yang sudah berwarna merah dan tua untuk mendapatkan kualitas yang optimal. Buang buah yang rusak atau terkena hama penyaki