Loading...

Budidaya Tanaman Cabe Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat

Budidaya Tanaman Cabe Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat

Desa Bokor memiliki 4 dusun yaitu Dusun Durian, Dusun Cempedak, Dusun Manggis dan Dusun Kelapa. Desa ini berada di tepi Sungai Bokor yang mengalir dari tengah Pulau Rangsang menuju Selat Hitam, komuditas unggulan pertanian didesa bokor yaitu taman buah buahan seperti durian ,perkebunan karet sagu dan tanaman hortikultura yaitu salah satunya cabe. Cabai merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi. Permintaan pasar yang stabil menjadikan cabai peluang usaha yang menjanjikan, baik skala rumah tangga maupun komersial.

 1.  Syarat Tumbuh

  •       Iklim: Tropis, suhu 24–28°C
  •      Ketinggian: 0–1.200 mdpl
  •      Tanah: Gembur, kaya organik, pH 5,5–6,8
  •     Cahaya: Minimal 8 jam penyinaran matahari per hari

 2.  Persiapan Lahan

  •     Olah tanah sedalam 20–30 cm
  •     Tambahkan pupuk kandang/kompos 20–30 ton/ha
  •     Bentuk bedengan lebar 100–120 cm, tinggi 30–40 cm
  •     Pasang mulsa plastik hitam perak untuk mengurangi gulma dan menjaga kelembapan

3.  Pemilihan Benih

 Pilih benih dari varietas unggul (contoh: TM 999, Lado F1, Tanjung 2, atau lokal unggulan). Pastikan benih:

  • Bersertifikat
  • Daya kecambah tinggi (>80%)

 4.  Penyemaian

  •  Gunakan media campuran tanah : kompos : sekam (1:1:1)
  • Semai benih di tray semai
  • Lakukan penyiraman rutin
  • Bibit siap pindah tanam umur 18–25 hari atau memiliki 4–5 helai daun sejati 

5.  Penanaman

  •  Jarak tanam ideal 60 × 70 cm
  • Tanam bibit pada lubang mulsa, siram setelah tanam
  •  Lakukan penanaman pagi atau sore hari

6.  Pemeliharaan Tanaman

a.  Penyiraman

 Dilakukan setiap hari pada fase awal, selanjutnya disesuaikan kondisi tanah.

 b.  Pemupukan

  •  Pupuk dasar: NPK 15-15-15 atau organik
  •  Pemupukan susulan: Setiap 10–14 hari (NPK, pupuk cair organik)

c.  Penyiangan

 Membersihkan gulma secara rutin  dibedengan dan diantara bedengan agar terhundar dari hama & penyakit yang disebab kan oleh gulma

 7.  Pengendalian Hama & Penyakit

  •   Hama: thrips, kutu daun, lalat buah
  • Penyakit: antraknosa, layu bakteri, virus
  • Gunakan PHT: sanitasi kebun, penggunaan mulsa, rotasi tanaman, pestisida nabati/kimia bila perlu.

8.  Panen dan Pasca Panen

  •  Cabai dapat dipanen umur 70–90 HST
  • Panen setiap 2–3 hari
  • Pilah cabai berdasarkan kualitas
  • Simpan di tempat teduh & berventilasi baik

9.  Kesimpulan

 Budidaya cabai dapat dilakukan dengan teknik yang tepat mulai dari pemilihan benih, pengolahan lahan, pemeliharaan hingga panen agar mendapatkan hasil optimal dan menguntungkan.