Loading...

BUDIDAYA TANAMAN CABE MENGGUNAKAN MULSA PLASTIK

BUDIDAYA TANAMAN CABE MENGGUNAKAN MULSA PLASTIK
Cabe merah mempunyai nilai ekonomi yang menguntungkan oleh petani, hal ini karena cabe merah harga yang menjulang tinggi sehingga memudahkan dalam pemasaran. Cara penanaman cabe menggunakan mulsa plastik ini banyak diterapkan karena mudah dalam proses persiapan, perawatan serta minim biaya. Ada beberapa langkah budidaya tanaman cabe menggunakan mulsa plastik antara lain : 1. Persiapan lahan dengan cara membersihkan lahan dari gulma dan menggemburkan tanah. PH tanah yang normal 5-7, jika tanah asam perlu dilakukan pengapuran. 2. Setelah itu dilakukan pembuatan lajur bedengan dan melakukan pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang (boleh sebanyak-banyaknya) lalu pupuk buatan (NPK Phonska+SP36) dengan perbandingan 2:1. Biasanya untuk 1 hektar membutuhkan 8-12 karung NPK Phonska dan 4-6 karung SP36. Tambahkan juga pupuk Kalsium. 3. Pemasangan Plastik Mulsa disesuaikan leber bedengan yang dibuat. Pastikan warna perak diatas lalu buatlah 2 baris lubang tanam pada setiap bedengan dengan jarak antar lubang 40 cm. 4. Melakukan persiapan bibit cabe. Benih yang akan disemai berkualitas unggul, maka selanjutnya dilakukan proses penyemaian cabe yaitu rendam benih dengan air yang sudah ditetesi ZPT auxin serta fungisida sistemik selama 6-12 jam. Kemudian ambil benih dan buntal dengan kain basah selama 3 hari. Siapkan plastik pot kecil lalu isi dengan tanah yang sudah diayak halus. Atur dan susun dalam box wadah pot tadi. Setelah benih berkecambah maka sirami tanah pot lalu lubangi tengahnya dengan lubang dangkal sekitar 2-3 cm. Tanam biji yang sudah berkecambah dan tutup dengan layar hingga biji tumbuh. Lalu lakukan penyiraman hingga usia bibit 30 hari dan siap dipindah ke bedengan. 5. Melakukan penanaman di bedengan. Pastikan penanaman dilakukan pada sore hari lalu dilakukan penyiraman. Pastikan juga pemasangan ajir sebelum 5 hari pertama agar ajir tidak melukai akar tanaman cabe. Lakukan penyulaman jika bibit mati. 6. Melakukan pemupukan susulan dengan cara dikocor yaitu pemupukan susulan pertama dilakukan 10 hari setelah tanam. Gunakan campuran pupuk NPK 16-16-16, NPK Grower, KNO3 dan pupuk Mashitam/Humagrow dengan perbandingan 5:2:1:1 dengan dosis 1 gelas 300cc untuk 40-50 Liter air. Ulangi dengan interval 7 hari dengan dosis bertambah ½ gelas tiap kali pemupukan larutan dikocorkan ke pangkal tanaman cabe. Lanjutkan hingga masa pembungaan yaitu sekitar umur 35-40 hari setelah tanam lalu ganti komposisi menjadi NPK 16-16-16, MKP dan Mashitam dengan perbandingan 5:3:1. Ini guna memaksimalkan buah. 7. Melakukan penanggulangan Hama dan Penyakit. Untuk mengatasi serangan hamanya maka perlu pengklasifikasian hama sehingga bisa dilakukan penanganan hama terpadu. Untuk penyakit yang berasal dari jamur dan cendawan, maka bisa menggunakan fungisida kontak dan sistemik. Ditulis oleh: Dedi Damhudi, SP Penyuluh Pertanian Kabupaten Tebo.