Loading...

BUDIDAYA TANAMAN GANYONG

BUDIDAYA TANAMAN GANYONG
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman","serif";} PENDAHULUAN Ganyong termasuk komoditas umbi-umbian. Ganyong belum sepopuler ubi kayu dan ubi jalar. Ganyong merupakan salah satu bahan pangan non beras yang bergizi cukup tinggi terutama kandungan karbohidratnya. Oleh karena itu pengembangan budidaya Ganyong dapat tumbuh pada semua jenis tanaman dan tempat berlindung. Cocok ditanam di lahan pekarangan, tegalan, pematang sawah ditumpangsarikan dengan tanaman palawija lainnya. Tanaman ganyong juga berfungsi sebagai tanaman penutup tanah, pengendali erosi, tanaman hias dan sekaligus sebagai bahan pangan sumber karbohidrat. TEKNIS BUDIDAYA Selain ditentukan oleh persyaratan tumbuh, keberhasilan tanaman ganyong juga dipengaruhi oleh faktor penyiapan bibit, lahan teknis penanaman serta pemeliharaan tanaman. A. Penyiapan Bahan Tanaman (bibit) Bibit ganyong berasal ubi dan anakan. Bibit berasal dari ubi, diambil dari rumpun induk yang cukup tua 10-15 bulan; tumbuh sehat, subur, normal dan telah membentuk akar tongkat (bongkol). Bibit dari anakan diambil tanaman (rumpun) yang berumur 10-15 bulan beranak cukup banyak dan pertumbuhan tanaman sehat dan normal. Kebutuhan bibit per Ha 4.117-17.777 bibit tergantung jarak tanam yang digunakan. Jenis (spesies) ganyong ada dua yaitu ganyong putih dan ganyong merah dengan ciri pada warna batang dan urat-urat daun. B. Penyiapan Lahan Lahan untuk kebun dengan cara ganyong diolah dengan baik. Mula-mula tanah dicangkul atau dibajak sedalam 30 cm hingga gembur kemudian dikeringkan selama 15 hari. Kemudian dicangkul kembali sambil dibuat guludan selebar 40-60 cm tinggi 30 cm dan panjang sesuai keadaan lahan. Jarak antara guludan 60-100 cm. Buat lubang tanam dengan kored 12,5-15 cm. Jarak tanam 75 x 75 cm, 100 x 75 cm, 90 x 90 cm, 100 x 135 cm tergantung kesuburan tanah. C. Penanaman Waktu tanam paling baik adalah awal musim hujan (Oktober-Nopember). Cara menanam bibit ganyong : Pilih bibit yang baik, yaitu bibit asal ubi atau anakan. Tanamkan bibit satu persatu kedalam lubang tanam dengan arah tunas menghadap ke atas. Tutup (timbun) bibit dengan tanah setebal 12,5 cm sambil merapikan guludan. D. Pemeliharaan Tanaman 1. Penyiangan Dilakukan sebulan sekali tergantung keadaan gulma. 2. Penggemburan tanah dan pengguludan. Penggemburan dan pengguludan bertujuan untuk memudahkan pembentukan tunas-tunas baru dan ubi secara produktif. Penggemburan dan pengguludan dilaksanakan bersama penyiangan 3. Pemupukan Pemupukan dilakukan hanya 1 kali pada umur 1-3 bulan setelah tanam. Jenis pupuk yang diberikan Urea 100 Kg, SP 100 Kg dan KCl 50 Kg. Cara pemupukan menabur pupuk dalam larikan sedalam 10-15 cm kemudian ditutup dengan tanah. 4. Perlindungan Tanam Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman ganyong : a) Hama · Ulat Daun dan Belalang. Serangan ulat daun dan belalang menyebabkan daun rusak, bolong-bolong tidak teratur. · Kutu Daun Menyerang dengan mengisap cairan tanaman, terutama pucuk daun atau daun-daun muda. Serangan kutu daun menyebabkan daun atau pucuk kerdil. · Pengendalian : Cara pengendalian untuk serangan hama dengan cara mekanis yaitu memangkas bagian tanaman yang terserang berat. b) Penyakit · Karat Daun Gejala serangan permukaan daun sebelah atas berbintik-bintik merah atau kecoklatan seperti karat, terjadi pada daun-daun tua. Pengendalian untuk serangan ringan dengan cara mekanis memangkas bagian tanaman, serangan berat dengan memusnahkan tanaman. · Layu Sclerotium Gejala pangkal batang dekat permukaan tanah layu dan busuk kadang-kadang akhirnya tanaman mati. Pengendalian dengan sanitasi kebun, perbaikan drainase dan pemangkasan tanaman yang terserang berat atau pencabutan. · Bercak Daun Menyerang daun-daun tua, daun bercak-bercak kuning atau coklat sampai kehitam-hitaman tidak teratur dan pada serangan berat daun menjadi kering. Pengendalian dengan cara sanitasi kebun, penjarangan anakan dan memangkas tanaman yang terserang berat. E. Panen Tanaman ganyong dapat dipanen sesuai dengan tujuan penggunaan hasil. · Sebagai nyamilan misalnya ubi rebus atau ubi kukus, panen pada umur 6-10 bulan setelah tanam. · Sebagai bahan baku pembuatan pati atau tepung dipanen pada umur 15-18 bulan. Ciri Tanaman ganyong siap dipanen. · Daun-daunnya sudah menguning atau mongering, sebagian atau setelah batang mati. · Ubi-ubinya menyembul kepermukaan tanah. Produksi dapat menghasilkan 30-50 Ton brangkasan per Hektar (Hj. Nurlaela AR, SP/Penyuluh Kota Mataram)