Loading...

BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG

BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG

BUDIDAYA TANAMAN JAGUNG

`Syarat Tumbuh

• Sinar mataharimerata, usahakan tidak ternaungi

• Suhu 21°C -34°C optimum pada23°C -30°C

• Curah hujan 85 - 200 mm/bulan ph 5.0 - 7.5

Ketinggian 0-1200 m dpl

Persiapan Tanam

• Membersihkan lahan dari gulma dan batang kayu untuk mempermudah budi daya.

• Membuat jalan untuk mempermudah perawatan, pengawasan area tanam dan panen.

• Untuk lahan berbukit dibuat teras untuk mengurangi erosi dan unsur hara terjaga.

• Setelah rintis langsung olah tanah sehingga gulma tidak epat tumbuh

TANAM

• Populasi tanaman pada umumnya 66.000 – 75.000 tanaman per Ha.Jarak tanam yang dianjurkan adalah 70-75 cm x 20 cm (1 biji per lubang) atau 70-75 cm x 40 cm (2 biji per lubang) dengan kedalaman 3-5 cm

• Waktu tanam sesuai dengan iklim setempat sehingga mendapatkan air yang cukup.

• Pupuk kompos/organik diberikan 1 gengam di lubang tanam untuk hasil maksimal

PERAWATAN

Penjarangan

Penjarangan dilakukan 5 -7 HST untuk tanaman yang tumbuh lebih dari satu pada lubang tanam yang sama, untuk memaksimalkan penyerbukandan hasil panen per tanaman

PEMUPUKAN

Pemupukan jagung yang efektif dilakukan bertahap, umumnya 2-3 kali, dengan teknik tugal (dibenamkan) sejauh 3-5 cm dari batang. Pemupukan pertama (7-15 HST) fokus pada pertumbuhan vegetatif (Urea+NPK/ZA), sedangkan pemupukan kedua (25-30 HST) dan ketiga (jika perlu) untuk memaksimalkan bobot tongkol, sebaiknya dilakukan saat tanah lembab.

Penyiangan dan  Pembunbunan

• Tujuan Penyiangan dilakukan agar hanya tanaman jagung yang menyerap unsur hara. Penyiangan atau pembersihan gulma /rumput lain di sekitar tanaman dengan mengunakan cangkul atau semprot herbisida dengan sungkup.

• Tujuan Pembumbunan dilakukan agar akar tetap tumbuh didalam qtanah, batang tetap kokoh dan tidak mudah roboh. Cara pembumbunan yaitu mencangkul tanah dari kedua sisi yaitu kanan kiri setiap baris tanaman jagung kemudian ditimbun di barisan tanaman sehingga guludan/bedeng akan menjadi lebih tinggi

PENANGANAN HAMA DAN PENYAKIT

PENGENDALIAN LALAT BUAH :

• Agensia pengendali Hayati: parasite Trichogramma spp., Opius sp. Dan Tetrastichus sp.

• Kimiawi: perlakuan benih menggunakan insektisida berbahan aktif thiodikarb dengan dosis 7,5 – 15 gba/kg benih. Umur 7 HST penyemprotan insektisida berbahan aktif karbosulfan

• Penamanan serentak dan rotasi tanam

PENGENDALIAN PENGGEREK BATANG :

• Agensia pengendali Hayati: parasitoid Trichogramma spp. Bakteri Bacillus thurringiensis, cendawan Beauveriabassiana dan Metarhizium anisopliae

• Kimiawi: Insektisida berbahan aktif monokrotofos, triazofos, metomil, metamidophos

• Tumpang sari dengan tanaman Leguminoceae kacang-kacangan

PENGENDALIAN PENGGEREK TONGKOL :

• Agensia pengendali Hayati: parasitoid Trichogramma spp. Eriborus argentioilosa. Cendawan metarhizium anisopliae dan bakteri Bacillus thurringiensis

• Kimiawi: penyemprotan insektisida berbahan aktif profenofos, klopirifos, sipermetrin, betasiflutrin.

• Penyemprotan dilakukan setelah terbentuk rambut jagung pada tongkol hingga rambut jagung berwarna coklat

PANEN

• Panen jagung bervariasi antara 100 – 120 HST agar jagung benar- benar kering

• Panen dilakukan jika kelobot mengering / berwarna coklat, biji telah mengeras , terbentuk lapisan hitam (black layer) pada ujung biji.

• Tongkol yang sudah dipanen segera dikumpulkan ditempat terlindung dari air /hujan, dijemur dan diangin-anginkan.

• Jemur tongkol jagung dibawah matahari dengan terpal plastik / tempat bersih agar mencapai kadar air (KA) 18%

PASCA PANEN

• Tongkol jagung dengan KA 18% dipipil dengan mesin pemipil agar lebih cepat dan hemat biaya.

• Jemur jagung pipil dibawah matahari dengan terpal plastik /tempat bersih hingga kadar air mencapai 15% - 18%.

• Sangat disarankan untuk segera mengirimkan dan menjual jagung pipil ke pedagang besar yang terpercaya.

• Menyimpan jagung pipil dalam waktu lama dapat menurunkan kualitas dan menurunkan harga jual