Loading...

Budidaya Tanaman Jagung Hibrida

Budidaya Tanaman Jagung Hibrida

Budidaya Tanaman Jagung Hibrida

 

Budidaya jagung hibrida yang pasti dengan pemilihan benih unggul, persiapan lahan dengan pengolahan tanah dan pemupukan dasar, penanaman dengan jarak tanam ideal (misal: 70x20 cm atau 75x40 cm), pemeliharaan intensif (penjarangan, penyulaman, pemupukan susulan, pengairan, penyiangan, pengendalian hama/penyakit), dan panen saat matang, dengan kunci suksesnya adalah pemilihan varietas sesuai kondisi agroeklimat, penanaman tepat waktu, dan pemeliharaan rutin untuk hasil optimal.  Bibit jagung unggul di Kabupaten Tapanuli Utara adaah P-32 Singa.

 

1. Persiapan Benih dan Lahan

·         Benih: 

Pilih benih hibrida unggul, tahan penyakit, dan sesuai musim. Lakukan perlakuan benih dengan fungisida/insektisida untuk perlindungan awal. 

·         Lahan: 

Bajak/cangkul tanah sedalam 25-30 cm, gemburkan, ratakan, dan buat bedengan (terutama saat musim hujan). 

·         Pemupukan Dasar: 

Berikan pupuk kandang/kompos (sekitar 350g/tanaman) dan pupuk kimia (TSP/SP-36, KCl) sebelum tanam. 

2. Penanaman

·         Waktu: Tanam saat curah hujan dan kelembaban tanah ideal. 

·         Jarak Tanam: Variatif, contohnya 70x20 cm (1 tanaman/lubang) atau 75x40 cm (2 tanaman/lubang). 

·         Cara: Tugal lubang sedalam 3-5 cm, dan mengunakan alat tanam jagung (Corn Seeder) tanam 2-3 benih per lubang, tutup tipis dengan tanah/bokashi, lalu siram (jika musim kemarau). 

3. Pemeliharaan (7-10 hari setelah tanam)

·         Penjarangan & Penyulaman: Jarak tanam sesuai target (1-2 tanaman/lubang). Sulam dengan benih sejenis maksimal 2 minggu setelah tanam. 

·         Pemupukan Susulan: Diberikan 2-3 kali, misalnya pada 15 HST, 28 HST, dan 48 HST. 

·         Penyiangan & Pembubunan (Ipuk): Bersamaan dengan pemupukan, untuk membersihkan gulma dan menimbun tanah ke pangkal batang. 

·         Pengairan: Pastikan lahan cukup air tapi tidak tergenang. 

·         Pengendalian Hama & Penyakit: Lakukan pemantauan rutin dan gunakan pestisida atau agens hayati jika diperlukan. 

4. Panen

·         Umur panen bervariasi (70-120 hari), tergantung varietas.

·         Ciri matang: Daun mulai menguning, tongkol padat berisi, biji keras. 

 

Tips Tambahan

·         Gunakan benih varietas unggul (Bima, Bisi, Pioneer, dll.) yang tersedia di toko pertanian.

·         pH tanah ideal 5.5 - 7.0.

·         Pemeliharaan intensif sangat penting untuk hasil maksimal

Keunggulan P-32 Singa

·         Potensi hasil sangat tinggi (hingga 13.4 ton/ha pipilan kering).

·         Batang kokoh dan perakaran kuat (tahan rebah).

·         Tahan penyakit (bulai, busuk tongkol, hawar daun).

·         Toleran kekeringan, bisa di daerah dengan irigasi terbatas.

·         Biji merah cerah, disukai industri pakan ternak (protein baik).

Oleh karena itu petani jagung di Kecamatan Parmonangan Timur banyak menggunakan varietas bibit tersebut.

 

 https://youtube.com/shorts/9CNJVDI5lY4?si=0s6msYGYPap4SXSi