BUDIDAYA TANAMAN KACANG HIJAU Kacang- kacangan adalah salah satu jenis tanaman yang sangat berguna bagi nutrisi kesehatan masyarakat Indonesia. Harganya yang relative terjangkau namun dengan kandungan protein nabati yang tinggi. Kacang hijau merupakan jenis kacang-kacangan yang dimaksud. Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan salah satu komoditas tanaman kacang-kacangan yang banyak dimakan rakyat Indonesia, seperti: bubur kacang hijau dan isi onde-onde, dan lain-lain. Kecambahnya dikenal sebagai tauge. Tanaman ini mengandung zat-zat gizi, antara lain: amylum, protein, besi, belerang, kalsium, minyak lemak, mangan, magnesium, niasin, vitamin (B1, A, dan E). Habitat asli tanaman kacang hijau tumbuh baik di dataran rendah, didaerah tropis seperti Indonesia. Namun yang paling pas adalah tanah dengan ketinggian kira-kira 500 meter diatas permukaan laut, dengan suhu yang panas seperti umumnya dataran rendah Indonesia. Tanaman kacang hijau lebih suka dengan tah jenis gembur, yang kaya akan unsur hara, dan memiliki saluran parit atau pembuangan air yang tertata dengan baik. Manfaat lain dari tanaman ini adalah dapat melancarkan buang air besar dan menambah semangat hidup. Selain itu juga dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis, terkilir, beri-beri, demam nifas, kepala pusing/vertigo, memulihkan kesehatan, kencing kurang lancer, kurang darah,jantung dan kepala pusing. CARA BUDIDAYA KACANG HIJAU 1. Penggunaan Varietas Unggul Semua varietas kacang hijau yang telah dilepas cocok di tanam di lahan sawah. Namun, untuk daerah endemik penyakit embun tepung dan bercak daun (Cercospora) dianjurkan menanam varietas Sriti, Kenari, Perkutut, Murai, dan Kutilang. Diharapkan petani mempunyai banyak pilihan dalam menggunakan varietas kacang hijau yang mereka sukai. 2.Penyiapan lahan Kacang hijau dapat tumbuh pada semua jenis tanah sepanjang kelembaban dan tersedianya unsur hara yang cukup. Untuk itu lahan yang akan dipergunakan harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Pada lahan sawah setelah panen padi, tidak perlu dilakukan pengolahan tanah (tanpa olah tanah=TOT). Jerami cukup dipotong pendek atau rata dengan tanah. Sementara itu, pada lahan sawah yang sudah agak lama tidak ditanami perlu dilakukan pengolahan tanah secara sempurna. Untuk menghindari air tergenang pada musim hujan perlu dibuat saluran drainase dengan lebar dan kedalaman 20-30 cm dan jarak antar saluran maksimum 4 m. c. Penanaman, Dengan cara melubangi tanah dengan jarak yang sesuai. Jika menggunakan kacang hijau yang bercabang maka jarak tanamnya 40 x 20 cm. Sedangkan kacang hijau yang tidak bercabang maka jarak tanamnya sekitar 30 x 10 cm. Setiap lubang disi 3-4 biji tanaman kacang hijau. Dan diberi pupuk organic dan urea lalu memadatkan lubang dengan tanah, hal ini bertujuan agar tanaman kacang hijau tidak dimasukin hama. D. Pemupukan Pada saat tanaman berusia 2 minggu tanaman kacang hijau memerlukan pupuk sebagai nutrisi untuk pertumbuhannya. Kita bisa memberikan pupuk POC setiap minggu dan dilakukan secara rutin. Perlu di ketahui bahwa pemupukan pada saat masa pertumbuhan dan masa berbunga berbeda. Pada masa pertumbuhan maka disarankan untuk menggunakan metode semprot dan pada masa berbunga menggunakan metode siram. E.Pengairan Pengairan dilakukan jika tidak terjadi hujan selama seminggu. Hal ini bertujuan agar tanaman kacang hijau tidak mengalami kekeringan dan menghindari kacang hijau tidak berkualitas. Pengairan bisa dilakukan saat masa pertumbuhan biji atau saat kacang hijau mulai berkecambah. F. Penyiangan Proses penyiangan merupakan salah satu proses penting dalam membudidaya tanaman.Tujuan penyiangan adalah mengusir gulma yang menyerang tanaman kacang hijau, dilakukan saat tanah kering dan tidak menampakan bungannya. Dan bisa dilakukan 2 sampai 3 kali sebelum tanaman kacang hijau berbunga. G. Pemberantasan Hama dan Penyakit Untuk mencegah hama dan penyakit bisa lakukan beberapa cara yaitu menanam kacang hijau serempak selama 10 hari, setelah itu tutup lubang dengan jerami atau bisa membuat sanitasi yang baik. Bisa menggunakan insektisida untuk mengendalikan hama. H. Masa Panen Waktu untuk memanen kacang hiaju antara 75 hingga 100 hari. Tanaman kacang hijau yang siap panen memiliki ciri-ciri : Daun sudah menguning, bagian polong pada kacang berwarna gelap atau menghitam, polong mulai tampak retak-retak atau gundul