Tanaman kelapa telah dikenal luas di Indonesia sebagai tanaman yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat dengan peran yang berbeda-beda, termasuk pemenuhan kebutuhan sosial dan budaya. Seluruh bagian tanaman kelapa mulai dari akar, daun, batang, bunga dan buah dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk sehingga kelapa lebih dikenal dengan sebutan "tree of life". Tanaman kelapa adalah komoditas perkebunan yang menghidupi lebih dari 20 juta jiwa keluarga petani. Tanaman ini tersebar luas di Indonesia mencapai 3,74 juta ha yang pertumbuhannya tidak terlalu menuntut persyaratan iklim yang ketat karena memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi terhadap lingkungan yang bervariasi, namun demikian pada batas-batas tertentu pertumbuhannya kurang baik atau secara ekonomis tidak lagi menguntungkan. Untuk itu dalam pengembangan kelapa sebaiknya menggunakan benih/bibit yang berkualitas atau sudah beradaptasi di lingkungannya yang berasal dari pohon induk terpilih dalam suatu Blok Penghasil Tinggi. Sehubungan dengan keinginan untuk menghasilkan tanaman dengan produksi tinggi perlu diperhatikan beberapa hal untuk budidaya tanaman tersebut. 1. IKLIM dan TANAH ¢ Tinggi tempat 0 -500 m dpl ¢ Curah hujan 1.500 - 3.000 mm/tahun, merata sepanjang tahun, kelembaban 70-80% dan suhu 27-32o C, lama penyinaran 2.000 jam/tahun ¢ Jenis tanah alluvial, andosol dan latosol, ph 6,0-8,0 2. BAHAN TANAMAN ¢ Varietas unggul kelapa Dalam Unggul Nasional dan kelapa Dalam unggul lokal hasil evaluasi Pohon Induk kelapa dari Blok Penghasil Tinggi. ¢ Buah yang baik untuk benih harus menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut : a. Bentuk buah bulat atau agak bulat (lonjong). b. Berasal dari buah yang telahmasak fisiologis (umur 11-12 bulan), kulit buah berwarna agak coklat sampai coklat. c. Mengandung cukup air, kalau dikocak bunyinya nyaring. d. Berat buah kelapa Dalam 1,2 - 1,5 kg Sumber : Agro Inovasi, Litbang