PENDAHULUANTanaman Kencur ( kaempferia galanga L. ) termasuk ke dalam famili jahe-jahean Zingiberaceae yang merupakan tumbuhan asli India dengan daerah penyebaran meliputi kawasan Asia Tenggara dan Cina. Sifat dan bentuk tanaman yaitu berbatang semu, jumlah daun 2-3 helai, warna bunga putih, umbi berwarna kuning kecoklatan dan banyak mengandung air.Rimpang kencur memiliki manfaat sebagai bahan baku obat tradisional (jamu), fitofarmaka, industri kosmetika, penyedap makanan dan minuman serta rempah. Secara empirik kencur digunakan sebagai penambah nafsu makan, infeksi bakteri, obat batuk, disentri, tonikum, ekspektoran, mencegah masuk angin dan pereda sakit perut. Minyak atsiri di dalam rimpang kencur mengandung etil sinnamat dan metil p-metoksi sinamat yang banyak digunakan didalam industri kosmetika dan dimanfaatkan sebagai obat asma dan anti jamur. Berdasarkan banyaknya manfaat dari kencur, memungkinkan pengembangan pembudidayaannya dilakukan secara intensif dapat secara monokultur maupun tumpangsari disesuaikan dengan produk akhir yang diinginkan sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani. A. PERSYARATAN TUMBUHUntuk pertumbuhan kencur yang optimal diperlukan lahan dengan agroklimat yang sesuai, antara lain ketinggian tempat 50 - 1000 m dpl., temperatur 25 – 30oC, curah hujan 2 500 – 4 000 mm/tahun, intensitas cahaya matahari sedikit ternaungi, drainase tanah baik, tekstur tanah lempung sampai lempung liat berpasir, struktur tanah remah dan kaya humus, dan pH 5,5 – 6,5. Disamping itu, lahan juga harus bebas dari penyakit terutama layu bakteri. B. BUDIDAYA KENCUR1. Bahan TanamBahan tanam yang digunakan adalah jenis kencur berdaun sempit dan kencur berdaun lebar. 2. Pemilihan BibitBerasal dari tanaman yang sudah tua, cara memperoleh bibit ada 2 cara :a. Lansung tanamRimpang segar setelah dipotong-potong sepanjang 4 Cm lansung ditanam dilapangan tanpa disimpan dulu.b. Ditunaskan duluRimpang setelah dipotong-potong 4 Cm disimpan dalam gudang 1-2 minggu (sampai tunas bermunculan), ruang tempat penyimpanan harus kering, tidak panas dan tidak terlindung. Rimpang dihamparkan (tidak bertumpuk) di atas rak kayu atau bambu. Bibit yang baik mempunyai 2-3 buah mata tunas. Keperluan bibit sekitar 1-2 ton / ha dengan jarak tanam sekitar 20 X 15 cm.3. Persiapan lahanPengolahan tanah dilakukan dengan menggarpu dan mencangkul sedalam 20 cm. Tanah dibersihkan dari sisa-sisa tanaman dan gulma. Membuat bedengan dan menambahkan pupuk kandang 10 ton / ha disesuaikan dengan kondisi tanah. 4. PenanamanPenanaman dilakukan pada awal musim penghujan. Jarak tanam 20 cm x 15 cm untuk monokultur, sedangkan 60 cm x 40 cm untuk pola tanam tumpangsari. 5. Pemeliharaana. Penyiangan dilakukan setiap 2 minggu sekali, dan apabila curah hujan tinggi maka penyiangan dilakukan lebih intensif. b. Penyulaman terhadap tanaman mati dilakukan pada saat tunas muncul di permukaan tanah dengan cara menanam rimpang bertunas lainnya. c. Pembumbunan dilakukan untuk menjaga rimpang agar selalu berada dalam tanah. Apabila rimpang tidak tertimbun tanah, maka akan mengurangi kualitas rimpang (berwarna hijau) dan tidak bertambah besar. Pembumbunan dilakukan secara intensif ketika curah hujan tinggi sehingga rimpang tidak terendam air.d. Pupuk buatan diberikan secara tugal atau dilarik dengan jarak 5 cm dari tanaman. Dosis yang diberikan adalah: Urea 200 - 250 kg/ha, SP-36 250 - 300 kg/ha, KCl 250 - 300 kg/ha, atau bergantung kepada kesuburan tanah. Urea diberikan 3 kali, yaitu pada saat tanaman berumur 1, 2 dan 3 bulan setelah tumbuh (BST), masing-masing 1/3 dosis. Sedangkan SP-36 dan KCl diberikan satu kali pada saat tanaman berumur 3 bulan.e. Pengendalian OPT Pengendalian organisme pengganggu tanaman pada tanaman kencur yaitu serangan hama ulat daun dan belalang. Selain itu pengendalian dari serangan penyakit juga perlu diperhatikan meskipun tingkat serangannya masih kategori rendah. Penyakit yang biasa ditemukan di areal pertanaman kencur adalah busuk rimpang dan bercak daun. Busuk rimpang disebabkan oleh bakteri layu. Tanaman yang terinfeksi menunjukkan gejala daun layu, berwarna kekuningan dan menggulung. Apabila serangan sudah berlanjut, rimpang tanaman tersebut bila dicabut akan tampak gejala pangkal batang membusuk berwarna cokelat kehitaman dan berbau busuk. 6. Panena. UmurMulai dapat dipanen umur 6-8 bulan, ditandai dengan daun yang mulai menguning dan akhirnya gugur. Panen dapat ditunda sampai musim berikutnya karena tidak akan ada efek buruk terhadap rimpang namun jika ditunda sampai musim berikutnya lagi kemungkinan rimpang akan membusuk dan kadar patinya menurun. Panen sebaiknya dilakukan dalam waktu yang singkat. b. Cara panenMembongkar seluruh rimpang dengan cangkul, garpu atau alat lainnya. Mematahkan atau memotong rimpang bagian pinggir, sisa yang tertinggal dibiarkan tumbuh untuk musim tanam berikutnya.c. ProduktivitasProduksi rimpang bisa mencapai 6-10 ton /hektar. Variasi produksi di pengaruhi oleh kesuburan tanah, jenis kencur dan pemeliharaan selama penanaman Hasil yang didapat berupa rimpang basah dan rimpang kering. Pada Pengolahan rimpang basah, rimpang hanya dibersikan, dicuci, sortasi, dikering anginkan, dikemas lalu diangkut. Pada pengolahan rimpang kering terdapat proses pencelupan air panas 5 menit guna membunuh bakteri penyakit, pengirisan simplisa, dan pengeringan. Sumber Pustaka Otih R., Rosita SMD, M. Rahardjo dan Taryono. 2005. Budidaya Tanaman Kencur. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. Sirkuler No 11.Roemantyo, dan G. Somaatmadja. 1996. Analisis Terhadap Keanekaragaman dan Konservasi Kencur di Jawa. Warta Tumbuhan Obat Indonesia. Vol. 3:2.https://www.google.co.id/search?q=kencur+daun+lebar+dan+daun+sempit&safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiu6bCy_53eAhVEpo8KHbzPBlcQ_AUIDigB&biw=1350&bih=594#imgrc=rV_roCf3V_s38M: html: 20/10/2018.https://mukegile08.wordpress.com/2011/06/15/teknik-singkat-budidaya-tanaman-kencur-kaempferia-galanga-l/ html: 20/10/2018. Penulis: Agus Hendrawan, SP