Loading...

Budidaya Tanaman Padi Gogo

Budidaya Tanaman Padi Gogo

 

Budidaya Tanaman Padi Gogo

 

Budidaya padi gogo di lahan kering harus memiih varietas yang benr-benar tahan kekeringan, menggunakan sistem tanam langsung (tabela) atau tugal, dengan kebutuhan air utama dari hujan, dan perawatan lebih efisien biaya dibanding padi sawah, cocok untuk daerah dengan curah hujan terbatas atau irigasi sulit, mengandalkan pemupukan organik dan anorganik serta pengelolaan lahan terpadu untuk ketahanan pangan.

 

1. Syarat Tumbuh

Ketinggian: 0–1.200 mdpl

Curah hujan: 1.000–2.000 mm/tahun

Suhu: 22–32 °C

Tanah: Gembur, drainase baik

pH tanah: 5,5–6,5

Cahaya: Sinar matahari penuh

2. Persiapan Lahan

Bersihkan gulma dan sisa tanaman

Olah tanah (dicangkul/dibajak)

Buat bedengan bila perlu (lahan miring)

Beri pupuk dasar:

Pupuk kandang 5–10 ton/ha

Pupuk NPK sesuai rekomendasi setempat

3. Persiapan Benih

Gunakan benih unggul padi gogo (Inpago, Sidappal, dll)

Rendam benih 24 jam

Peram 24 jam hingga berkecambah

4. Penanaman

Sistem tugal (lubang tanam)

Jarak tanam:

25 × 25 cm atau 30 × 30 cm

Isi 3–5 benih per lubang

Tutup dengan tanah tipis

5. Pemeliharaan

a. Penyiangan

Umur 2–3 MST dan 5–6 MST

b. Pemupukan Susulan

Umur 3–4 MST: Urea

Umur 6–7 MST: NPK / KCl

c. Pengendalian OPT

Hama: wereng, penggerek batang

Penyakit: blas, hawar daun

Gunakan PHT (Pengendalian Hama Terpadu)

6. Panen

Umur 100–120 hari (tergantung varietas)

Ciri siap panen:

90–95% gabah menguning

Panen saat cuaca cerah

7. Pascapanen

Jemur gabah hingga kadar air ±14%

Simpan di tempat kering dan bersih

 

Keunggulan Padi Gogo

·         Hemat Biaya: Operasional lebih murah dibanding padi sawah.

·         Tahan Kekeringan: Cocok untuk lahan kering/tadahnya terbatas.

·         Efisiensi: Hemat air dan tenaga kerja.

·         Panen: Umur panen lebih pendek, potensi hasil tinggi, bisa panen berulang 

https://youtube.com/shorts/6aHophHQtzI?si=nw2UT4FuVIQp5k-4