oleh : MANSUR, S.PKP - PP Madya PENDAHULUAN Pekarangan ialah sebidang tanah atau sepetak tanah yang berada di sekitar rumah baik terletak di depan, di samping atau di belakang rumah dan tergantung seberapalluas sisa-sisa tanah yang tersisa setelah dipergunakan untuk membuat rumah atau bangunan utama. Jika pekarangan ditata dan difungsikan dengan baik akan memberikan linkkungan yang nyaman, menarik, sehat dan menyenangkan. Saat ini banyak masyarakat yang mengubah pekarangan mereka menjadi pekarangan produktif seperti menanam sayur-sayuran, buah-buahanup atau bumbu-bumbuan dan apotik hidup atau Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Cara bercocok tanam sayuran di pekarangana tidaklah sulit, bagi anda yang suka bercocok tanam tentu anda akan memanfaatkan lahan pekarangan anda semaksimal mungkin. Kelebihan utama dari bercocok tanam di pekarangan ini ialah: a. Anda akan lebih rajin merawatnya sebabtanaman anda selalu terlihat di mata anda setiap hari, sehingga anda merasa risih bila tanaman anda tidak terawat. b. Pekarangan akan terlihat indah dengan adanya tanaman yang tumbuh subur dan tertata rapi. c. Dapat menambah sumber pemasukan keuangan keluarga, sekurang-kurangnya meringankan biaya dapur. Banyak jenis tanaman yang dapat kita usahakan dalam pekarangan ini, seperti: cabe,tomat, terong, bayam, kangkung, seledri dan sebagainya. Sebelum kita melaksanakan penanaman di pekarangan ini ada urutan pekerjaan yang harus kita lakukan seperti: 1. Pengolahan Tanah Tujuan utama dalam pengolahan tanah ini ialah untuk membuat tanah menjadi gembur, tanah yang gembur akan memudahkan perakaran tanaman menembus tanahuntuk mengisap unsur hara yang sangat diperlukan dalam pertumbuhan tanaman tersebut. Tanah yang sudah dicangkul tersebut lalu dihancurkan biar berstekstur halus kemudian dicampur dengan pupuk kandang dan abu dari sekam kalau ada, setelah itu lalu kita buat bedengan dengan ukuran lebar 100 - 110 cm, tinggi bedengan 30 - 40 cm dan panjang bedengan dapat disesuaikan dengan ukuran lahan yang tersedia. Setelah bedengan selesai langkah selanjutnya ialah membuat lobang tanaman dengan ukuran jarak tanam 60 x 60 cm untuk tanaman cabe, terong dan sebagainya. Dan satu bedengan terdapat 2 baris tanaman. 2. Pemilihan Benih Benih dapat diperoleh dengancara membeli di toko-toko saprodi atau dengan membuat benih sendiri dengan cara mengambil benih dari pohon induk yang telah masak lalu diambil bijinya untuk disemaikan. Tujuan mengadakan pesemaian ini agar kita dapat menyeleksi yang ada di persemaian seperti bibit yang cacat, lemah dan sebagainya. 3. Penanaman Bibit sudah dapat dipindahkan ke pertanaman bila sudah mempunyai daun sebanyak 4 sampai dengan 6 helai atau sudah berumur lebih kurang 1 (satu) bulan. Penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari. Setelah bibit ditanam sebaiknya lakukan penyiraman yang dilakukan pada pagi atau sore hari, tergantung keadaan cuaca. Bagi kita yang mempunyai pekarangan yang sempit dapat menanam di polybag, isi polybag dengan tanah lebih kurang dua pertiganya lalu susun dengan rapi sesuai selera atau dibuat bertingkat atau jika anda mempunyai baskom, ember, kaleng, cat atau periuk yang sudah tidak terpakai mengapa tidak dipergunakan sebagai tempat bercocok tanam di pekarangan rumah anda, itu semua bisa dimanfaatkan sebagai wadah pertanaman 4. Penyiangan Tujuan penyiangan ialah untuk membuang tanaman pengganggu atau disebut juga gulma yang tumbuh di sela-seka tanaman utama, gulma ini harus dibersihikan sebab akan bersaing dengan tanaman utama dalam pengambilan unsur hara dari dalam tanah, unsur hara ini sangat diperlukan tanaman dalam pertumbuhannya. Untuk itu gulma atau rumput-rumputan ini perlu kita cabuti/buang. 5. Pemupukan Setelah tanaman berumur lebih kurang satu bulan dan sudah dilakukan penyiangan dengan bersih perlu diberi pemupukan, pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk kandang atau pupuk buatan. Bila kita menggunakan pupuk buatan yang perlu kita perhatikan ialah dosisnya, sebab bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan tanaman mati. Pupuk buatan ini banyak jenisnya seperti Urea, ZA, NPK Mutiara dan lain sebagainya, cukup diberikan 2 sendok untuk satu gembor air yang ukuran biasa dan bisa diulangi satu minggu sekali, tetapi penyiraman dengan air biasa paling kurang satu kali sehari tergantung keadaan cuaca. 6. Penanggulangan Hama dan Penyakit Bila terjadi seraangan hama dan penyakit, tqanaman perlu kita tanggulangi denganberbagai macam obat-obatan atau pestisida - Penanggulangan hama bisa dengan insektisida bermacam merek dagang: Lannate, Regen, Metindo dan lain-lain. - Serangan hama berupa kutu dapat digunakan:Alfamex, Samite, Bomex, dan lain-lain. - Serangan jamur, dapat digunakan fungisida seperti Boin M, Amistartop, dan lain-lain.