Oleh : Ali Alatas, SPPPL Desa Renak Dungun Kecamatan Pulau Merbau Pisang adalah tanaman buah sumber vitamin, mineral dan karbohidrat. Untuk komoditas tanaman ini banyak dibudidayakan masyarakat. Peluang bisnis budidaya pisang masih terbuka karena kegunaan pisang yang multi fungsi. Berapa tahun belakangan ini, tanaman pisang sangat intensif dibudidayakan di Desa Renak Dungun Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti dalam skala besar dan bahkan dijadikan kebun monokultur dengan skala luas. Salah satu faktor ang menentukan keberhasilan budidaya pisang adalah ketersediaan benih bermutu, bibit yang bebas hama dan sehat. Untuk menyediakan bibit pisang adalah dengan memanfaatkan rmpun pisang sehat dan dilakukan dengan perbanyakan anakan. Langka pengembilan bibit pisang yang berasal dari pemisahan anakan untk langsung ditanam di kebun :• Bahan yang terbaik yang digunakan adaa anakan pedang (41100 cm tinggi), seperti daun berbentuk pedang dengan ujung runcing, sedang bibit dewasa(tinggi>100 cm) terlalu erat unuk mengangkut dan kurang tahan terhadap tekanan lingkungan karena memiliki daun sempurna.• Bibit harus ditanam segera setelah dipisahkan, jika tidak akan meningkatkan serangan hama penggerek dan kematian dikebun. Jika pada saat tanamn kekurangan air dalam waktu yang lama, bibit akan layu dan mati, tetapi bonggol yang tertimbun dalam tanah masih mampu untuk tumbuh dan memulai pertumbuhan kembali membentuk bonggol baru diatas bonggol lama.• Untuk menghindari kejadian tersebut, sebelum menanam anakan dipotong 5 cm diatas leher bonggol dan cara menanamnya ditimbun 5 cm dibawa permukaan tanah. Persiapan Lahan Lahan dibersihkan dari sisa tanaman kemudian siapkan lubang tanam 50 cm x 50 cm x 50 cm sekitar 2 minggu – 1 bulan sebelum tanam agar bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan cepat. Tanah lapisan atas dipisah dengan tanah lapisan bawah. Penutup lubang tanam dilakukan dengan memasukkan tanah lapisan bawah terlebih dahulu. Waktu Tanam Menanam pisang sebaiknya awal musim penghujan agar terhindar dari kekeringan pada awal pertumbuhan dan masuk musim kemarau buah sudah siap panen. Idealnya untuk mendapatkan produksi kualitas buah yang baik, penanaman pisang dilakukan 2 tahap ( setahun 2 kali) dengan selisih penanaman 6 bulan. Penanaman dan Pemupukan Jarak tanam sesuai dengan jenis pisang. Untuk jenis pisang mas dan barangan jarak tanam 2 m x 2 m. Jenis pisang ambon, cavendish, raja sareh dan raja nangka 3 m x 3 m. Jenis pisang kepok dan tanduk 3 m x 3 m atau 3 m x 3.5 m. Pemberian pupuk kandang pada lubang tanam 10 kg/lubang dilakukan 1-2 minggu sebelum tanam. Sedangkan pupuk anorganik yang diberikan adala 350 kg Urea + 150 kg SP-36 dan 150 KCL kg per ha/tahun atau 0.233 kg Urea, 0.10 kg SP-36 dan 0.10 kg KCL per tanaman. Untuk tanaman yang baru diberi 3 kali yaitu saat tanam dan sisanya saat umur 3 bulan dan 6 bulan. Pupuk diletakkan pada alur dangkal berjarak 60-70 cm dari tanaman dan ditutup tanah. Pemangkasan dan PenyianganPemangkasan daun kering bertujuan untuk pencegahan penularan penyakit, mencegah daun tua menutup anakan dan melindungi buah dari goresan daun. Pemangkasan bekas daun tanaman yang sakit dikumpulkan dan dibakar, kemudian menstrerilkan alat pemangkasan dengan disinfektan seperti menggunakan bayclean atau alkohol.Penyiangan gulma secara mekanis dilakukan pada saat tanaman berumur 1–5 bulan, terutama 3 bulan pertama harus dilakukan secara instensif. Pengendaliam gulma dapat dilakukan dengan herbisida. Penyiangan dilakukan dengan selang waktu 2-3 bulan. Pada daerah yang pernah terserang penyakit layu Panama dan penyakit darah, penyiangan dianjurkan menggunakan herbisida dan tidak dianjurkan menggunakan cangkul atau koret untuk mencegah penularan penyakit akibat kontak dengan alat. Penjarangan Anakan.Penjarangan anakan bertujuan untuk mengurangi jumlah anakan, menjaga jarak tanaman dan menjaga agar produksi tidak menurun. Penjarangan anakan dilakukan dengan memelihara 1 tanaman induk (umur 9 bulan), 1 anakan (umur bulan) dan 1 anakan muda (umur 3 bulan). Anakan yang dipilih atau disisakan adalah anakan yang terletak pada tempat yang terbuka dan terletak diseberangnya. Perawatan TandanMembersihkan daun sekitar tandan terutama daun yang kering. Membuang buah pisang yang tidak sempurna yang biasanya pada 1-2 sisir terakhir dan diikuti oleh pemotongan bunga jantan sehingga buah dalam tandan diatas dapat tumbuh dengan baik. Kemudian buah dibungkus/dikeroong dengan kantong plastik ukuran 1 m x 45 cm dengan tujuan untuk melindungi buah dari kerusakan atau gesekan daun. PanenBuah pisang yang akan dipanen disesuaikan dengan tujuannya. Untuk tujuan konsumsi lokal atau keluarga panen dilakukan setelah buah tua atau bahkan sudah ada masak dipohon. Sedangkan untuk ekspor pisang dipanen tidak terlalu tua (derajat ketuaan 75-85%), tetapi sudah masak fisiologis (kadar patinya sudah maksimum). Waktu panen buah pisang dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan menghitung jumlah hari dari bunga mekar sampai siap dipanen atau dengan melihat bentuk buah. Buah yang tua biasanya sudut buah tumpul dan membulat, daun bendera mulai kering, bekas putik bunga mudah patah