Secara umum, pembibitan tanaman sagu dilakukan dengan dua cara, yaitu vegetatif dan generatif. Pembibitan secara vegetatif banyak dipilih karena lebih cepat tumbuh dibanding perbanyakan menggunakan biji. Pembibitan secara vegetatif bisa dilakukan dengan tunas tempel. Tunas sagu yang dipilih untuk bibit hanya berasal dari rumpun sagu yang produktivitasnya tinggi dan rasanya enak.
Pengambilan bibit sagu dari tunas tempel dilakukan dengan membersihkan pelepah atau duri pada tunas, kemudian potong pangkal bibit yang ada di pohon induk secara hati-hati. Pemotongan dilakukan dengan arah tegak lurus ke permukaan tanah ke arah bagian dalam kulit pohon induk. Bekas potongan diusahakan rata agar tidak terjadi kerusakan bibit.
Cara dan waktu penanaman Sebelum menanam bibit sagu, lokasi penanaman harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu, buat lubang tanam dan letakkan bibit sagu pada lubang tanaman tersebut. Setelah itu, tutup bibit dengan tanah dan tanam dengan jarak 6 x 6 m. Waktu penanaman dilakukan pada pagi, siang, atau sore hari.
Selanjutnya, langkah budidaya sagu adalah pemeliharaan tanaman. Perawatan diawali saat bibit batu ditanam sampai tanaman berumur kurang-lebih dua tahun. Kegiatan pemeliharaan sagu, antara lain pembersihan vegetatif dan tanaman pengganggu, penyulaman bibit sagu yang mati atau rusak, dan pemupukan dari kayu lapuk.
