Penanaman Tanaman salak dapat hidup dengan baik jika ditanam di tempat yang tenduh dengan intensitas penyinaran 50%. Oleh karena itu, sebelum lahan ditanami salak, pohon pelindung harus sudah tumbuh dengan baik. Bibit salak ditanam dengan membuat lubang tanam di tengah tanah yang diinkubasi. Penyulaman Penyulaman dilakukan bila terdapat bibit yang mati atau pertumbuhanya terganggu. Penyulaman dapat dilakukan sekitar 2-3 minggu setelah tanam atau segera setelah ditemukan pertumbuhan salak yang tidak baik atau mati. Agar pertumbuhan bibit sulaman tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain. sebaiknya dipilih bibit cangkokan yang baik disertai pemeliharaan yang intensif. Pemupukan Untuk tanaman muda diberikan pupuk NPK (15-15-15) sebanyak 250 g/tanaman 2 minggu setelah tanam, sedangkan pupuk pertama 250 g/tanaman dib.erikari 3 bulan setelah tanam. Pupuk diberikan secara tugal keliling batang tanaman atau di dalam parit yang dibuat dengan cangkul melingkari batang tanaman dengan posisi parit di bawah ujung tajuk. Pertumbuhan dan produksi salak pondoh yang optimal mernbutuhkan 300 g ZA + 37.5 g Urea + 175 g KC1 + 150 g Dolomit + 3.75 g Borax + 3.75 g ZnS04 per pohon. Salak Bali membutuhkan jenis dan dosis pupuk yang sama dengan salak Pondoh, tetapi dolomitnya sebanyak 200 g. Pupuk tersebut diberikan 2 kali dalam setahun, masing-masing setengah dosis setiap aplikasinya. Pembumbunan Pembumbunan bertujuan untuk meninggikan permukaan tanah disekitar batang tanaman sehingga tidak tergenang pada saat hujan. Kegiatan ini dapat dilakukan pada saat pemupukan atas saat penyiangan. Penyiangan Penyiangan /membersihkan gulma yang terdapat di sekitar pertanaman saiak. Jika pertumbuhan gulma tergolong pesat dan areal pertanaman cukup luas, maka untuk mengendalikan gulma dapat digunakan herbisida, misalnya Roundup untuk gulma berdaun sempit seperti alang-alang dan Paracol untuk gulma berdaun lebar. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit dilakukan bila terlihat tanda-tanda serangan hama/ penyakit. Pengendalian secara mekanik dengan membuang bagian-bagian tanaman yang terserang penyakit dan secara Idmiawi dengan menggunakan pestisida/fungisida yang sesuai. Dengan melakukan pemeliharaan tanaman secara intensif seperti diatas, disamping meningkatkan pertumbuhan tanaman juga menekan serangan hama penyakit. Pemangkasan Dianjurkan untuk memangkas pelepah-pelepah yang helai daunnya rusak akibat terserang hama atau penyakit dan kemudian dimusnahkan. Pemangkasan daun tua penting agar pembentukan daun muda lebih cepat. Selain itu, pemangkasan pelepah dapat mempermudah proses penyerbukan. Pemangkasan juga bertujuan mengatur pertumbuhan vegetatif ke arah pertumbuhan generatif yang lebih produktif sehingga tanaman salak lebih banyak menghasilkan buah Pemangkasan pelepah dilakukan dengan menyisakan 10-16 pelepah. Pelepah yang dipangkas adalah peiepah daim yang menyangga tandan sehingga perkembangan buah tidak terganggu. Pemangkasan setelah panen dilakukan dengan membuang pelepah yang kering atau patah. Pemangkasan dilakukan 3 bulan sekali. Pemangkasan juga dilakukan pada anakan dengan menyisakan 2-3 anakan setiap rumpun salak. Pemangkasan cabang pohon naunganjuga periu dilakukan untuk mengatur cahaya matahari yang cukup untuk kebutuhan tanaman, memudahkan peredaran udara serta pemelih.ai-aaii tanaman, mengurangi kelembaban udara selama musim penghujan dan mempertahankan tingkat keteduhan tertentu selama musim kering. Sumber : - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Riau, Puslitbang Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Salak, 2003