SUMANTO PASALLY, S.TP Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Desa Pulliwa. Kecamatan Bulo. Polewali Mandar. Sulawesi Barat. Seledri adalah tumbuhan serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan. Seledri (Apium graveolens L.) termasuk salah satu sayuran komersial yang bias memberikan tambahan pendapatan. Pemanfaatan secara umum sebagai sayuran, daun, tangkai daun, dan umbi sebagai campuran sup. Daun juga dipakai sebagai lalap, atau dipotong kecil –kecil lalu ditaburkan di atas makanan sebagai pelengkap masakan. Seledri (terutama buahnya) sebagai bahan obat sebagai " penyejuk perut ". Seledri disebut-sebut sebagai sayuran anti - hipertensi. Fungsi lainnya adalah sebagai peluruh (diuretika), anti reumatik serta pembangkit nafsu makan (karminativa). Usaha budidaya Seledri terhitung mudah dilakukan dan tidak memerlukan perawatan yang terlalu sulit. Disamping itu harganya relative stabil. Oleh karena itu budidaya seledri ini bias dilakukan oleh siapa pun baik sebagai bisnis utama ataupun usaha sampingan. Budidaya seledri tidak hanya pada kebun yang luas, tetapi pada lahan yang sempit seperti pada lahan pekarangan masih dapat diusahakan dalam pot atau polybag. Menanam seledri dalam pot atau polybag, selain kondisinya lebih mudah dikontrol juga dapat difungsikan sebagai tanaman hias KLASIFIKASI TANAMAN SELEDRI Seledri (Alpium graveolens L.) merupakan tanaman yang sudah lama di kenal di Indonesia. Tanaman seledri memiliki banyak manfaat. Daun dan tangkai daun seledri dapat di gunakan sebagai campuran sup dan bahan makanan berkuah lainnya. Seledri juga dapat di gunakan sebagai tanaman biofarmaka, yaitu untuk mengobati berbagai penyakit seperti demam, flu, gangguan pencernaan, dan dapat menurunkan tekanan darah tinggi bagi penderita hipertensi. Berdasarkan taksonominya, tanaman seledri di klasifikasikan sebagai berikut : Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae kelas : Dicotyledoneae Famili : Umbelliferae (Apiaceae) Genus : Apium Spesies : Apiumgraveolens L. MORFOLOGI TANAMAN SELEDRI Tanaman seledri (Apiumgraveolens L.) termasuk tanaman dikotil (biji berkeping dua) dan merupakan tanaman setahun atau dua tahun, yang berbentuk rumput atau semak. Morfologi dari tanaman seledri (Apiumgraveolens L.) Tanaman seledri tidak bercabang, susunan tubuhnya terdiri dari akar, batang, daun, bunga dan buah. Akar Akar tanaman seledri (Apium graveolens L.) yaitu akar tunggang dan memiliki serabut akar yang menyebar kesamping dengan radius sekitar 5 - 9 cm dari pangkal batang dan akar dapat menembus tanah sampai ke dalaman 30 cm, berwarna putih kotor. Batang Batang Seledri (Apium graveolens L.) memiliki batang tidak berkayu, memiliki bentuk bersegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, dan berwarna hijau. Daun Daun tanaman seledri (Apium graveolens L.) daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3 - 7 helai, anak daun bertangkai yang panjangnya 1 - 2,7 cm tangkai daun berwarna hijau keputih - putihan, helaian daun tipis dan rapat pangkal dan ujung daun runcing, tepi daun beringgit, panjang 2 - 7,5 cm, lebar 2 - 5 cm, pertulangan daun menyirip, daun berwarna hijau muda sampai hijau tua. Bunga Bunga tanaman seledri (Apium graveolens L.) adalah bunga majemuk berbentuk payung berjumlah 8 - 12 buah kecil – kecil berwarna putih tumbuh dipucuk tanaman tua. Pada setiap ketiak daun dapat tumbuh sekitar 3 - 8 tangkai bunga, pada ujung tangkai bunga ini membetuk bulatan. Setelah bunga dibuahi akan terbentuk bulatan kecil hijau sebagai buah muda, setelah tua buah berubah warna menjadi coklat muda. Buah Buah tanaman seledri berbentuk bulatan kecil hijau sebagai buah muda, setelah tua buah berubah warna menjadi coklat muda. SYARAT TUMBUH TANAMAN SELEDRI Seledri (Apium graveolens L.) termasuk salah satu jenis sayuran daerah sub tropis yang beriklim dingin. Perkecambahan benih seledri menghendaki keadaan temperatur minimum 90C dan maksimum 200C. Sementara untuk pertumbuhan dan menghasilkan produksi yang tinggi menghendaki temperature sekitar 100C - 180 serta maksimum 240C. Tanaman ini cocok di kembangkan di daerah yang memiliki ketinggian tempat antara 0 - 1200 m dpl, udara sejuk dengan kelembapan antara 80 % - 90 % serta cukup mendapat sinar matahari. Seledri kurang tahan terhadap air hujan yang tinggi. Oleh karena itu, penanaman seledri sebaiknya pada akhir musim hujan atau periode bulan – bulan tertentu yang keadaan curah hujannya berkisar antara 60 - 100 mm per bulan. Persyaratan tanah yang ideal untuk tanaman seledri adalah harus subur, banyak mengandung bahan organik (humus), tata udara (aerasi), dan tata air (drainase) tanah baik, serta reaks itanah (pH) antara 5,5 - 6,5 atau optimum pada pH 6,0 - 6,8. Tanaman seledri sangat menyukai tanah - tanah yang menyukai garam natrium, kalsium, fosfor, dan boron. Jika tanah kekurangan natrium maka pertumbuhan tanaman seledri akan meranan atau kerdil. Demikian juga jika tanah kekurangan unsure kalsium menyebabkan kuncup – kuncup daun seledri menjadi kering, sedangkan jika kekurangan unsur boron menyebabkan tangkai –tangkai daun seledri akan retak – retak atau belah - belah. TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN SELEDRI Tanaman Seledri dapat tumbuh di dataran rendah dan juga dataran tinggi. Namun lokasi ketinggian yang ideal agar dapat tumbuh optimal adalah berada pada 1.000 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut. Teknik Penyemaian Sebelum melakukan penanaman pada lahan tanam, terlebih dahulu melakukan kegiatan penyemaian. Beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam menyemai benih seledri antara lain : Pembuatan bedeng lahan semai dengan lebar 80 - 100 meter dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan. Gemburkan lahan bedeng tersebut dengan penambahan pupuk kandang. Rapikan tanah bedeng tersebut agar rata dan aliran air bias tersebar dengan baik. Taburkan benih seledri di tanah persemaian (bedeng) secara merata dan upayakan tidak menumpuk pada satu tempat. Langkah berikutnya adalah menutup benih – benih seledri tersebut dengan tanah yang dicampur dengan pupuk kandang dan serbuk gergaji dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Setelah kegiatan tersebut selesai, maka selanjutnya media lahan disiram dan ditutup lagi dengan menggunakan lembaran karung agar kondisi tanahnya menjadi lembab dan mempercepat pertumbuhan kecambah. Sepuluh hari kemudian, kecambah seledri telah tumbuh. Buang lembaran karung / plastik penutup tanah. Buatlah pelindung (atap) untuk mengurangi panas matahari, dan lakukan penyiraman 2 x sehari. Ketika bibit telah berumur lebih dari 50 hari, maka tanaman seledri siap dipindahkan pada lahan tanam. Pengolahan Lahan Persiapan lahan meliputi pencangkulan dan penggaruan tanah, Pembuatan bedengan kasar dengan lebar 110 - 120 cm, tinggi 40 - 70 cm dan lebar parit 50 - 70 cm, pemberian kapur pertanian sebanyak 200 kg / rolmulsa PHP (Plastik Hitam Perak) untuk tanah dengan pH di bawah 6,5, pemberian pupuk kandang yang sudah difermentasi sebanyak 20 ton / ha dan pupuk NPK 15 – 15 - 15sebanyak 150 kg / rol mulsa PHP, kemudian dilakukan pengadukan / pencacakan bedengan agar pupuk yang sudah diberikan bercampur dengan tanah, persiapan selanjutnya pemasangan mulsa PHP, pembuatan lubang tanam dengan jarak tanam ideal untuk musim kemarau 60 cm x 60 cm sedangkan untuk musim penghujan bias diperlebar 70 cm x 60 cm dan kemudian dilakukan pemasangan ajir. Tahap Penanaman Langkah selanjutnya adalah melakukan penanaman bibit seledri ke areal tanam. Untuk mempermudah proses perawatan dan pengairan, dibuat parit - parit. Jarak antar lobang tanam berkisar 25 cm x 25cm dengan masing –masing lobang tanam diisi tiga bibit pohon seledri. Kegiatan Pemupukan Untuk menghasilkan pohon seledri yang bermutu bagus, diperlukan perawatan dan pemupukan. Dalam satu kali musim tanam biasanya memerlukan dua hingga tiga kali pemupukan. Pemupukan pertama diberikan saat tanaman berusia 10 - 15 hari terhitung mulai dari penanaman di lahan utama. Jenis pupuk yang diberikan adalah ZA (100 kg / ha), Urea (50 kg / ha), dan pupuk yang mengandung KCl (100 kg / ha). Pemupukan tahap kedua biasanya dilakukan ketika tanaman telah berumur lebih dari satu bulan dengan jenis pupuk ZA dan Urea. Sementara pemupukan yang ketiga diberikan bila kondisi tanaman terlihat agak kurang subur. Agar unsur hara dalam lapisan tanah senantiasa tercukupi, berikan pupuk susulan sebagai berikut : Larutkan air dengan pupuk NPK dengan dosis 2 - 3 kg pupuk NPK (15 – 15 - 15 atau 16 – 16 - 16) dengan 200 liter air. Larutan pupuk sebanyak 200 - 250 cc tersebut kemudian disiramkan ke tanah sejauh 20 cm dari batang. Larutan pupuk lengkap yang mengandung seluruh unsur hara sebanyak 2 - 3 kg dengan 200 liter air, yang disiramkan sejauh 20 cm dari batang sebanyak 150 - 200 cc. Menaburkan campuran pupuk ZA dan KCl (3 : 2) ke dalam larikan sejauh 5 - 10 cm dari lubang tanam. Pupuk tablet yang mengandung seluruh unsur hara dengan cara membenamkan satu tablet seberat 2 - 3 gram ke dalam 10 cm di sekeliling batang. Pemeliharaan Tanaman Seledri Ketika musim kemarau, irigasi menjadi faktor utama agar mendapatkan hasil seledri yang maksimal. Proses penyiraman tersebut harus dilakukan setiap 10 hari sekali. Selain itu, penyiangan rumput - rumput yang mengganggu juga hendaknya dilakukan setiap setengah bulan sekali. Kegiatan pemeliharaan tanaman seledri juga meliputi pengendalian hama dan penyakit. Hama utama yang umumnya menyerang pohon seledri adalah Liriomyza atau disebut juga wereng yang menghisap cairan daun seledri hingga kering. Para petani biasanya memakai Curacron, Trigard atau Winder 25 SP untuk mengusir hama tersebut. Penyakit yang sering terlihat pada pohon seledri adalah cacar coklat kuning yang disebabkan oleh Cercosporaapii, dan penyakit semacam cendawan yang disebabkan oleh Septoria apii. Untuk mengatasi penyakit di pohon seledri tersebut, para petani banyak menggunakan Kocide 77 WPs Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman seledri Cara Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman seledri– Hama dan penyakit pada sebuah tanaman sudah biasa menyerang, akhirnya menyebabkan tanaman tersebut tidak tumbuh dengan wajar bahkan mati sehingga mengakibatkan gagal panen dan petani rugi. Oleh karena itu, sebelum melakukan pembudidayaan perlu dilakukan pengenalan tentang hama dan penyakit serta bagaimana cara menanggulanginya jika menyerang tanaman. Berikut beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman seledri dan cara pengendaliannya : - Nematoda Nematoda akan menyerang akar – akar tanaman seledri yang mengakibatkan akar muncul bintil – bintil besar maupun kecil, sehingga menyebabkan aktivitas akar terganggu, seperti ketika menyerap air dan menyerap unsur – unsur lain yang di perlukan oleh tanaman. Jika nematode menyerang akar – akar pada tanaman yang masih muda akan menyebabkan tanaman tersebut tumbuh kerdil. Cara untuk mengendalikan adalah dengan cara memberinya insektisida seperti Curacron yang dosisnya 1,3 cc / liter air. - Kutu daun (Aphid) Hama – hama ini pastinya menyerang daun pada tanaman seledri. Jika tanaman daun muda yang di serang maka daun berubah menjadi kuning dan akhirnya berubah menjadi kering, akibatnya tanaman akan terhambat tumbuhnya atau mati. Untuk mengatasi hama ini, maka diperlukan insektisida Basudin 60 EC misalnya menggunakan dosisi 2 cc / liter air. - Aro Aro adalah akibat dari hama wereng atau nama latinnya Liriomyza yang sangat berbahaya bagi tanaman seledri karena jika para wereng sudah menyerang akan menyebabkan daun menjadi kering akibat dari cairan yang dihisapnya hingga habis. Pada umumnya para petani mengendalikan hama ini denganTrigard, Curacron dan yang terbaru Winder 25 WP sesuai dosis yang sesuai. - Late night Cendawan Septoria sp adalah penyebab terjadinya penyakit ini pada tanaman seledri. Jika sudah terserang, maka di lakukan pengendalian dengan cara penyemprotan menggunakan Dhitane dengan dosis 1,5 gr / liter air. Bisa juga menggunakan fungisida dari golongan Stobilurin atau yang berbahan aktif Pyraclostobin. Jika sudah parah, maka lakukan pencabutan tanaman dan musnahkanlah demi tidak menular ketanaman seledri lainnya. - Bakterial soft Rot Penyakit ini di akibatkan oleh Erwinia carotovora. Jika sudah terserang penyakit ini maka lakukan penyemprotan menggunakan fungisida yang mengandung mankozeb atau simoksamil. Tetapi, jika penyerangan sudah parah, maka lakukan pencabutan dan musnahkan untuk menghindari menyebar ke tanaman seledri lainnya yang masih sehat. - Bercakklorosis dan nekrosis Penyakit ini akan menyerang daun dan tangkai daun dengan tanda muncul bintik – bintik hitam pada daun dan muncul bercak cokelat memanjang pada tangkai daun. - Bercakdaun Lalat penggorok daun Liriomyzahuidobrensis adalah penyebab terjadinya bercak daun pada tanaman seledri. Untuk mengatasi bercak daun ini, maka perlu dilakukan pemberantasan menggunakan pestisida kimiawi. Untuk mencegah munculnya hama dan penyakit pada tanaman seledri, alangkah baiknya lakukan pemeliharaan sejak awal. Maksudnya, lakukan pemilihan bibit yang bagus, sehat bebas dari penyakit. Selain itu, selalu jaga kebersihan lahan sebagai media tanam dan sekitarnya untuk menjauhkan tanaman dari hama atau penyakit. Jaga juga sanitasi kebun dan pemupukan yang sesuai dengan aturan dan takaran. Menyemprotkan pestisida organik secara teratur menjadi salah satu cara pengendalian dan pencegahannya yang utama. Panen Tanaman seledri siap dipanen ketika telah berumur 45 - 60 hari. Cara memanen tanaman seledri adalah dengan mencabut tanaman hingga akarnya yang selanjutnya dilakukan proses pembersihan atau pencucian di lakukan pada air yang mengalir atau disemprotkan kemudian tiriskan di rak - rak Pascapanen Hasil panen diseleksi dengan cara membuang tangkai daun yang cacat atau terserang hama. Setelah Sortasi perlu dilakukan terutama jika seledri akan dipasarkan di swalayan atau untuk eksport. Sortasi dilakukan berdasarkan ukuran dan jenis yang seragam dan sesuai dengan permintaan pasar. Seledri diikat pada berat tertentu yang disesuaikan dengan permintaan pasar. MANFAAT TANAMAN SELEDRI Daun seledri adalah sayuran yang mengandung banyak mineral seperti kalsium, natrium, magnesium, zat besi, kalium dan dalam seledri juga mengandung vitamin seperti vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin B6 dan banyak vitamin lainnya. Selain itu, seledri juga mengandung zat lain seperti asam folat, tiamin, riboflavin dan nutrisi lainnya Kandungan Kimia yang Dimiliki Tanaman Seledri Seluruh bagian dari tanaman seledri mengandung flavonoid, saponin, tanin 1 %, minyak atsiri 0,033 %, flavo - glukosida (apiin), apigenin, kolin, lipase, asparagine, zat pahit, vitamin (A,B dan C). Setiap 100 gr herbal seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 gr, lemak 0,1 gr, karbohidrat 4 gr, serat 0,9 gr, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, yodium 150 mg, kalium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 IU, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg dan nikotinamid 0,4 mg. Akar mengandung asparagin, manit, zat pati, lendir, minyak atsiri, pentosan, glutamin dan tirosin. Biji mengandung apiin, minyak menguap, apigenin dan alkaloid. Apigenin berkhasiat hipotensif Secara tradisional tanaman seledri diguanakan sebagai pemacu enzim pencernaan atau sebagai penambah nafsu makan, peluruh air seni, dan penurun tekanan darah. Di samping itu digunakan pula untuk memperlancar keluarya air seni, mengurangi rasa sakit pada rematik dan gout, juga digenakan sebagai anti kejang. Selebihnya daun dan batang seledri digunakan sebagai sayur dan lalap untuk penyedap masakan. Manfaat Seledri Apium graveolen satau daun seledri adalah sayuran dalam keluarga tanaman jenis apiaceae. Daun seledri telah digunakan dalam pengobatan herbal untuk mengobati : - Menurunkan Tekanan Darah Efek samping dari meminum air seledri adalah dapat menjadi obat untuk tekanan darah tinggi. Daun Seledri memiliki sifat anti hipertensi yang menjadikan seledri sebagai obat tradisional hipertensi. Daun seledri ini mengandung heksana dan metanol, yang dapat meningkatkan sirkulasi darah dan membantu mengontrol tekanan darah. - Menurunkan Kolesterol Manfaat lain dari daun seledri ini adalah dapat menjadi alternative untuk menurunkan kolesterol, yang menjaga kesehatan jantung Anda. Serat, yang ada di seledri, akan mampu menyingkirkan dan menghindari bahaya kolestero lberlebihan di dalam tubuh. Ini membuat seledri menjadi sayuran penurun kolesterol. - Menjadi Obat Peradangan Di dalam daun seledri ini adalah antioksidan dan polisakarida, yang sangat berguna sebagai anti-inflamasi. Seledri ini juga mengandung flavonoid. Inilah yang menyebabkan seledri mengatasi peradangan dan seledri mampu mengatasi radikal bebas yang bias menjadi penyebab peradangan - Membantu Menurunkan Berat Badan Manfaat lain dar iminum air rebusan daun seledri adalah dapat membantu menurunkan berat badan. Seledri ini mengandung sedikit kalori dan karenanya dapat membantu menurunkan berat badan. - Menyembuhkan Infeksi Minum air rebusan daun seledri juga merupakan cara alternative untuk menyembuhkan infeksi. Banyak peneliti mengatakan ada anti mikroba di dalam daun seledri ini. Agen anti mikroba ini berasal dari ekstrak seledri, yang sangat berguna untuk mengurangi pertumbuhan bakteri. Ini akan dapat meningkatkan kekebalan dan menjadi banteng bagi tubuh untuk secara alami memerangi infeksi bakteri. - Mencegah Kanker Hal hebat lainnya tentang mengonsumsi air rebusan daun seledri adalah dapat mencegah kanker. Ini karena ada polyacerylenes dalam seledri. Zat ini secara efektif dapat mengurangi toksisitas dan juga bertindak melawan pembentukan sel kanker. - Menjadi Obat Maag Mungkin banyak orang tahu kalau seledri adalah obat tradisional untuk sakit maag. Ini karena seledri adalah sayuran yang memiliki asam rendah yang mampu mengatasi masalah maag. Efek farmakologis - Menyebabkan Penyakit Gondok Jika kita mengkonsumsi terlalu banyak seledri, terutama jika kita makan mentah secara terus menerus, itu dapat menyebabkan gondok. Ini karena di daun seledri, yang masih mentah dalam jumlah banyak, fungsi yodium dan kelenjar tiroid terganggu. - Menyebabkan Ruam pada Kulit Efek samping lain dari konsumsi seledri juga dapat menyebabkan ruam kulit. Ini karena seledri mengandung bahan kimia yang disebut psoralen. Bahan kimia ini sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet. Inilah yang menyebabkan ruam saat kita menggunakannya secara berlebihan - Dapat Menyebabkan Alergi Hal yang harus diingat ketika makan seledri adalah bahwa seledri ini bias mengandung banyak pestisida. Seledri, yang mengandung banyak pestisida, dapat menyebabkan alergi. Ini dapat diatasi dengan mencuci seledri sebelum dikonsumsi, atau dengan mengonsumsi seledri organic untuk menghindari bahaya pestisida. - Psoralen Psoralen adalah senyawa yang ditemukan di sejumlah tanaman, termasuk seledri. Senyawa ini dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar ultraviolet. Misalnya, jika Anda menggosokkan jus seledri pada kulit dan kemudian pergi keluar di siang hari ketika matahari sedang terik, kulit yang dioleskanakan menjadi ruam kulit atau masalah dermatitis lainnya dalam waktu 12 hingga 36 jam. Ruam di area kontak berlangsung selama 3 - 5 hari, tetapi kulit tetap hiperpigmentasi dan dapat menyebabkan rasa sakit yang membakar. - Goitrogen Zat yang mengganggu pengambilan yodium ke dalam kelenjar tiroid disebut goitrogen. Zat ini bias menyebabkan gondok atau pembesaran kelenjar tiroid. Seledri dapat bertindak sebagai goitrogen dalam jumlah yang sangat besar, terutama jika tidak dimasak. Memasak seledri sebelum makan dapat menghancurkan sebagian besar goitrogen. Gondok dapat membengkakan leher, menyebabkan masalah pernapasan. Gondok dapat menyebabkan hipotiroidisme dengan gejala seperti kelesuan, kelelahan, kulit kusam dan kering, serta penambahan berat badan. Dalam beberapa kasus, gondok dapat menjadi racun dan menghasilkan kadar hormontiroid yang berlebihan, yang menyebabkan hipertiroidisme.